Farhan Nilai Laga Persib vs Persija Jadi Contoh Pengelolaan Keamanan Kota

Farhan Nilai Laga Persib vs Persija Jadi Contoh Pengelolaan Keamanan Kota Koreografi yang ditampilkan bobotoh di laga Persib vs Pesija. (Bandung.go.id)

TERASBANDUNG.COM - Keberhasilan penyelenggaraan laga akbar Persib Bandung kontra Persija Jakarta mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Pertandingan yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026 itu dinilai berjalan aman dan tertib, meski sarat tensi rivalitas dan euforia suporter.

Apresiasi tersebut disampaikan Farhan saat Apel Pagi Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 12 Januari 2026. Ia menekankan bahwa kondusivitas pertandingan bukanlah hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari koordinasi dan kolaborasi lintas sektor yang solid.

Menurut Farhan, seluruh elemen terlibat aktif menjaga stabilitas kota, mulai dari TNI/Polri, panitia pelaksana PT Persib Bandung Bermartabat, aparatur kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga OPD teknis seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Diskominfo, dan unsur pendukung lainnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Farhan menilai pertandingan sepak bola kerap dipersepsikan sebagai kegiatan berisiko tinggi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban. Namun, pengalaman laga Persib vs Persija menunjukkan bahwa potensi tersebut dapat dikelola dengan baik apabila didukung koordinasi matang dan kesiapan personel di lapangan.

“Sering kali kita dihadapkan pada stigma bahwa pertandingan sepak bola identik dengan kerawanan. Tetapi kemarin kita membuktikan, Kota Bandung mampu mengelola euforia sepak bola secara dewasa dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap imbauan pemerintah sebagai faktor pendukung terciptanya situasi yang kondusif selama pertandingan berlangsung.

Juara Paruh Musim, Tapi Tetap Junjung Sportivitas

Selain soal keamanan, Farhan turut menyinggung capaian Persib Bandung yang sukses mengunci status juara paruh musim. Prestasi tersebut, menurutnya, menjadi kebanggaan bersama warga Kota Bandung.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan di lapangan hijau harus berjalan seiring dengan sikap sportif dan kedewasaan semua pihak, baik pemain, ofisial, maupun suporter.

Baginya, sepak bola seharusnya berfungsi sebagai sarana hiburan dan pemersatu, bukan pemicu keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara aparat, OPD, dan warga dalam setiap agenda pertandingan berskala besar ke depan.

“Keberhasilan ini harus menjadi standar baru. Kota Bandung harus dikenal sebagai kota yang mampu mengelola event olahraga dengan aman, tertib, dan beradab,” ucapnya.****

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini