Kota Badung. (Bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung bersiap mengambil langkah tegas menyikapi maraknya tunawisma atau homeless yang semakin terlihat di kawasan pusat kota.
Persoalan ini mencuat seiring meningkatnya aktivitas wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang turut memicu keluhan warga soal kebersihan dan kenyamanan ruang publik.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, persoalan tersebut mencuat setelah dirinya turun langsung melakukan patroli keamanan kota.
Sejumlah laporan warga mengarah pada bau tidak sedap yang muncul di titik-titik strategis pusat kota.
Baca Juga : Wali Kota Bandung Sampaikan Duka atas Kecelakaan Fatal Usai Laga Persib vs Persija
“Tiba-tiba ada yang komplain ke saya, katanya baunya menyengat. Setelah saya patroli, ternyata di banyak pojok ditemukan kotoran manusia,” ujar Farhan.
Operasi Penertiban Jadi Langkah Awal
Dari hasil penelusuran lapangan, Farhan menemukan sejumlah lokasi yang disalahgunakan sebagai tempat buang hajat, mulai dari kawasan Braga, Taman Vanda, hingga gedung-gedung kosong di sepanjang Jalan Asia Afrika.
Menurutnya, persoalan ini tak bisa diselesaikan hanya dengan penambahan fasilitas umum.
“Solusinya, yang pertama kita lakukan adalah operasi penertiban homeless dan manusia gerobak. Jumlahnya memang cukup banyak,” tegasnya.
Selain operasi penertiban, Pemkot Bandung juga akan melakukan pembersihan menyeluruh di area-area yang selama ini menjadi titik rawan, termasuk sudut jalan dan bangunan tak terpakai di pusat kota.
Dampak Nataru: Masalah Kebersihan hingga PAD Naik
Farhan mengakui, lonjakan wisatawan saat libur panjang membawa konsekuensi yang tidak ringan, terutama dari sisi kebersihan kota. Namun di sisi lain, periode Nataru juga memberikan dampak positif terhadap pemasukan daerah.
“Selama dua minggu liburan Nataru memang ada dampak yang mengerikan dari sisi kebersihan, tapi alhamdulillah PAD kita di atas target,” ungkapnya.
Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut disebut Farhan menjadi modal penting bagi Kota Bandung untuk mendukung agenda pembangunan ke depan.
“Kita punya modal untuk mengikuti penambahan kuota infrastruktur ke depan,” ungkapnya.***
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto