Hujan mengguyur wilayah Bandung. (Daddy Mulyanto/TERASBANDUNG.COM)
TERASBANDUNG.COM - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung agar tidak lengah menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Pesan tersebut disampaikan saat apel pagi di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 26 Januari 2026.
Farhan menegaskan bahwa perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu global, melainkan realitas yang harus dihadapi dengan kesiapan dan langkah terencana. Ia menolak pendekatan reaktif yang hanya muncul setelah bencana terjadi.
“Kita tidak boleh menyalahkan cuaca. Kita harus menyalahkan diri sendiri apabila tidak mampu mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut,” tegas Farhan dikutip melalui siaran pers Humas Kota Bandung.
Baca Juga : Longsor Bandung Barat: Tim SAR Evakuasi 25 Kantong Jenazah, 11 Korban Teridentifikasi
Ia juga menyinggung bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat sebagai pengingat pentingnya mitigasi sejak dini.
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi alarm agar Kota Bandung lebih siap dalam menghadapi potensi risiko serupa.
Lingkungan Rentan dan Tuntutan Kerja Lintas Sektor
Farhan menyoroti kondisi wilayah utara Kota Bandung yang dinilai semakin rentan akibat menurunnya tutupan hutan dari kawasan barat hingga timur.
Situasi ini, kata dia, meningkatkan ancaman banjir, longsor, dan berbagai gangguan lingkungan lainnya.
Di tengah potensi risiko tersebut, Farhan memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung yang dinilainya telah sigap merespons kondisi darurat di lapangan.
Baca Juga : Kesempatan Terakhir Jadi Petugas Gaslah, Pemkot Bandung Tutup Pendaftaran Hari Ini
“Gerak cepat ini harus menjadi standar. Jangan menunggu viral atau sorotan publik baru kita bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Farhan menekankan bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem tidak bisa dilakukan secara parsial.
Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perencanaan tata ruang, penguatan infrastruktur drainase, kesiapsiagaan bencana, hingga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.***
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto