Ilustrasi dibuat oleh AI. Begal Kian Marak di Bandung. (Terasbandung.com)
TERASBANDUNG.COM - Maraknya aksi pembegalan yang kembali meresahkan masyarakat, khususnya di Kota Bandung, menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan pemberantasan begal menjadi salah satu prioritas utama kepolisian, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.
Menurut Pipit, persoalan begal menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat saat dirinya melakukan pemetaan dan survei sebelum bertugas di Jawa Barat.
Karena itu, ia memastikan seluruh unsur kepolisian telah diarahkan untuk memperkuat langkah pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan jalanan.
"Sebelum masuk ke Jawa Barat, alhamdulillah kami juga mencari informasi dengan melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat. Salah satu yang paling banyak disampaikan adalah maraknya begal. Ini menjadi komitmen kami. Karena itu kami mengumpulkan seluruh fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat serta seluruh jajaran terkait," kata Pipit, dikutip dari Detik.
Baca Juga : Pemkot Bandung Segel Area Pasar Pola Cijerah Usai Dugaan Penebangan 12 Pohon Tanpa Izin
Kapolda menilai upaya menekan angka pembegalan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk ikut terlibat dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
"Kami berharap semua pihak masyarakat di mana pun berada, saya yakin, tidak ingin tindak begal terus berulang. Untuk itu saya mengajak semuanya, termasuk yang hadir dalam apel hari ini, mari kita lakukan penanggulangan maraknya begal secara bersama-sama," ujarnya.
Pipit menjelaskan, seluruh personel kepolisian dituntut bergerak cepat dalam merespons setiap gangguan keamanan dengan mengedepankan kerja sama lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara polisi dan masyarakat menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
"Itulah makna kolaborasi yang kami tunjukkan melalui apel bersama hari ini. Untuk pelaksanaan tugas, seluruh harapan masyarakat insyaallah siap kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.
Kapolda Tegaskan Tindakan Harus Terukur
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pemberian tindakan tegas kepada pelaku begal, Pipit menegaskan seluruh anggota kepolisian telah diperintahkan bertindak sesuai prosedur dan tingkat ancaman di lapangan.
"Jadi begini rekan-rekan semuanya, saya perintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Namun kepolisian juga harus menghormati hak asasi setiap orang. Karena itu setiap tindakan harus dilakukan secara hati-hati dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap dugaan tindak pidana harus melalui proses yang benar sehingga aparat tidak boleh mengambil kesimpulan secara sepihak sebelum memiliki dasar hukum yang kuat.
"Apakah seseorang benar pelaku begal atau bukan, tidak bisa serta-merta disimpulkan begitu saja. Karena itu tindakan harus benar-benar proporsional. Yang kami maksud bukan sekadar tembak di tempat, melainkan tindakan tegas yang terukur dan proporsional sesuai tingkat ancaman serta situasi dan kondisi di lapangan," tambahnya.
Kapolda juga meminta masyarakat tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui atau mengalami gangguan keamanan. Ia memastikan laporan warga akan menjadi perhatian utama kepolisian.
"Polisi yang tidak merespons laporan dan informasi dari masyarakat akan kami evaluasi karena tugas kepolisian adalah merespons harapan dan informasi dari masyarakat secara cepat," pungkasnya.
Polrestabes Bandung Perkuat Patroli Malam
Menindaklanjuti arahan Kapolda, Polrestabes Bandung langsung meningkatkan intensitas patroli malam di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi aksi kriminalitas.
Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi mengatakan patroli dilakukan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah preventif untuk menekan angka kejahatan jalanan.
"Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi masukan dari warga Kota Bandung di mana aksi begal kembali marak di Kota Bandung, kami meningkatkan kegiatan patroli malam," kata Dedi di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (17/7).
"Kegiatan tersebut dilakukan dalam KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan)," tambahnya.
Baca Juga : KAI Daop 2 Bandung Pastikan Perjalanan Kereta Api Aman Pasca Gempa di Selatan Sukabumi
Selain patroli tingkat kota, seluruh polsek jajaran juga diperintahkan meningkatkan pengawasan di wilayah masing-masing, terutama pada malam hingga dini hari.
"Seluruh polsek paling minim sekitar 4-5 titik, terutama di malam hari dan jam-jam rawan," ujarnya.
Dedi memastikan personelnya akan menjalankan instruksi pimpinan untuk menindak pelaku begal secara tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Sesuai dengan perintah Bapak Kapolda dan Kapolretabes, kami dari Polretabes akan menindak tegas dan terukur kepada pelaku begal," tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang saat beraktivitas pada malam hari dan segera menghubungi layanan kepolisian apabila menemukan atau menjadi korban tindak kriminal.
"Kepada masyarakat jangan khawatir jika ingn berkegiatan di malam hari. Kalau masyarakat merasa terganggu silahkan laporkan ke 110," jelas Dedi.
"Tim Prabu kami akan bergerak sangat cepat," pungkasnya.***
Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto