Sherina Munaf Turun Langsung Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah, Berjuang di Tengah Asap Pekat

Sherina Munaf Turun Langsung Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah, Berjuang di Tengah Asap Pekat

TERASBANDUNG.COM - Penyanyi sekaligus aktris Sherina Munaf menunjukkan kepeduliannya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Bukan hanya menyampaikan keprihatinan melalui media sosial, Sherina turun langsung ke lapangan dan ikut membantu proses pemadaman api bersama tim yang menangani karhutla.

Momen tersebut dibagikan Sherina melalui akun Instagram pribadinya dan kemudian menjadi perhatian publik. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan kondisi asap yang begitu pekat hingga mengganggu perjalanan udara menuju Kalimantan Tengah.

Asap Karhutla Terlihat dari Pesawat

Sherina berangkat dari Jakarta menuju Palangka Raya pada Selasa (1/9/2026). Perjalanan tersebut bahkan sempat mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang yang terganggu oleh asap.

Menurut pengalaman yang dibagikannya, asap sudah terlihat dari udara ketika pesawat mulai mendekati Palangka Raya. Bau asap bahkan disebut terasa sampai ke dalam kabin pesawat.

Kondisi tersebut membuat Sherina langsung mengenakan masker karena asap mulai membuat tenggorokannya terasa tidak nyaman.

Situasi itu memberikan gambaran mengenai tebalnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kalimantan Tengah akibat karhutla.

Ikut Angkat Selang dan Padamkan Api

Setelah tiba di Kalimantan Tengah, Sherina tidak hanya melihat kondisi karhutla dari kejauhan.

Ia bersama tim Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation dan unsur penanganan karhutla lainnya ikut menuju lokasi untuk membantu pemadaman.

Salah satu lokasi yang didatangi adalah kawasan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu. Di kawasan tersebut, Sherina terlihat ikut membantu petugas memadamkan titik api dan bara yang masih muncul.

Aksi Sherina juga menunjukkan bahwa pekerjaan memadamkan karhutla tidak mudah. Bara yang sudah terlihat padam masih dapat kembali muncul sehingga membutuhkan pemantauan dan penanganan berulang.

Tiga hingga Empat Jam Berhadapan dengan Asap dan Api

Sherina mengungkapkan bahwa dirinya merasakan langsung beratnya kondisi di lokasi kebakaran.

Setelah berada di lapangan selama sekitar tiga hingga empat jam untuk membantu proses pemadaman, ia merasakan dampak asap yang cukup berat.

Pengalaman tersebut membuat Sherina semakin memahami bagaimana perjuangan para petugas dan relawan yang harus berada di lokasi dalam waktu yang jauh lebih lama untuk memastikan api benar-benar terkendali.

Ia juga melihat bahwa pemadaman tidak selalu berarti api langsung benar-benar selesai. Setelah tim meninggalkan lokasi, masih terdapat bara atau titik api yang kembali muncul sehingga perlu dipantau secara berkelanjutan.

Tak Hanya Mengancam Manusia, Karhutla Juga Mengancam Satwa

Perhatian Sherina terhadap karhutla juga berkaitan dengan dampaknya terhadap ekosistem Kalimantan.

Hutan yang terbakar bukan hanya menyebabkan persoalan asap dan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Habitat berbagai satwa liar juga ikut terancam.

Kawasan Kalimantan merupakan habitat satwa penting, termasuk orangutan. Karena itu, penanganan kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut menjadi penting bukan hanya untuk menghentikan api, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekosistem.

Sherina diketahui memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan melalui kunjungannya kali ini ia juga menyoroti kondisi satwa serta masyarakat yang terdampak karhutla.

Sherina Ajak Masyarakat Tak Lupa dengan Karhutla

Bagi Sherina, perhatian terhadap karhutla tidak seharusnya hanya muncul ketika asap dan api sedang menjadi pemberitaan.

Ia mendorong masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap kondisi hutan dan mendukung pihak-pihak yang berada di lapangan.

Dalam pesannya, Sherina menekankan pentingnya gotong royong karena dampak kebakaran hutan dan lahan dapat dirasakan manusia, keluarga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak, hingga satwa liar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing dalam mendukung penanganan dan pemulihan kawasan terdampak.

Perjuangan Belum Selesai Setelah Api Padam

Pengalaman Sherina di lapangan memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti ketika kobaran api berhasil dikurangi.

Titik panas dan bara yang tersisa tetap membutuhkan pemantauan. Bahkan, tim di lapangan masih harus kembali ke lokasi untuk memastikan api tidak kembali membesar.

Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama banyak pihak, mulai dari petugas pemadam, pemerintah, organisasi lingkungan, relawan hingga masyarakat.

Kehadiran Sherina di tengah situasi tersebut pun menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla di Kalimantan bukan sekadar pemandangan asap dari kejauhan. Di baliknya ada petugas yang berjibaku memadamkan api, masyarakat yang terdampak, serta ekosistem yang menghadapi ancaman serius.

Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara

Berita Terkini