Cuaca Panas Bikin Nyamuk Makin Mengganggu, Begini Cara Mengatasi dan Membasminya

Cuaca Panas Bikin Nyamuk Makin Mengganggu, Begini Cara Mengatasi dan Membasminya

TERASBANDUNG.COM - Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh lebih mudah berkeringat, tetapi juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan aktivitas nyamuk. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut nyamuk dengue dapat menjadi lebih aktif pada suhu tinggi. Pada suhu di atas 30 derajat Celsius, frekuensi gigitan nyamuk dapat meningkat tiga hingga lima kali lipat.

Kondisi lingkungan juga menjadi faktor penting. Genangan air, termasuk air bersih yang tidak tertutup, dapat menjadi tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Karena itu, rumah yang terlihat bersih sekalipun tetap perlu diperiksa secara rutin.

Baca Juga : Cara Cek Seberapa Stres Kamu? Kenali Tingkat Stres dengan Cara Sederhana

Kenapa Nyamuk Bisa Makin Banyak Saat Cuaca Panas?

Suhu merupakan salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas nyamuk. Kemenkes menjelaskan bahwa suhu tinggi dapat membuat nyamuk dengue lebih agresif menggigit. Sementara itu, keberadaan genangan air menjadi faktor penting dalam siklus perkembangbiakannya.

Genangan tidak harus berupa air kotor. Tempat penampungan air bersih seperti bak mandi, drum, tempat minum burung, vas bunga, hingga barang bekas yang menampung air dapat menjadi lokasi berkembangnya jentik nyamuk.

Cara Mengatasi dan Membasmi Nyamuk di Rumah

Untuk mengurangi populasi nyamuk, masyarakat dianjurkan tidak hanya membunuh nyamuk dewasa, tetapi juga memutus tempat perkembangbiakannya.

1. Terapkan 3M Plus

Cara utama yang dianjurkan Kemenkes adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus, yaitu:

  • Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan atau penampungan air.
  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Langkah Plus dapat dilakukan dengan mencegah gigitan nyamuk, membersihkan lingkungan secara rutin, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menggunakan metode pengendalian jentik sesuai kebutuhan.

2. Periksa Barang yang Sering Terlewat

Jangan hanya memeriksa bak mandi. Cek pula talang air, pot tanaman, tempat minum hewan, ember, botol, kaleng, ban bekas, serta benda lain yang memungkinkan air tertampung.

Kemenkes mencatat bahwa talang air yang rusak dan saluran air hujan yang tidak lancar juga dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

3. Jangan Menyimpan Barang Bekas di Tempat Terbuka

Botol plastik, kaleng, ban dan berbagai barang bekas sebaiknya dibuang atau didaur ulang. Jika harus disimpan, pastikan tidak ada bagian yang dapat menampung air hujan.

Langkah sederhana ini penting karena genangan kecil sekalipun dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

4. Gunakan Pelindung dari Gigitan Nyamuk

Selain memberantas sarangnya, perlindungan terhadap gigitan juga perlu dilakukan. Masyarakat dapat menggunakan obat antinyamuk sesuai petunjuk pada kemasan, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, serta menjaga area rumah tetap bersih.

Kemenkes juga memasukkan penggunaan tanaman pengusir nyamuk dan pemeliharaan ikan pemakan jentik sebagai bagian dari langkah tambahan dalam pengendalian nyamuk.

5. Gunakan Larvasida pada Tempat yang Sulit Dikuras

Untuk tempat penampungan air yang sulit dikuras atau dikeringkan, larvasida dapat digunakan sesuai petunjuk dan ketentuan yang berlaku. Kemenkes menyebut larvasida dapat membantu membunuh larva nyamuk pada kondisi tertentu.

Fogging Bukan Satu-satunya Cara

Pengasapan atau fogging sering dianggap sebagai solusi utama ketika nyamuk mulai banyak. Namun, Kemenkes menegaskan bahwa fogging bukan strategi utama untuk mencegah DBD.

Pemberantasan jentik dan penghilangan tempat berkembang biak nyamuk melalui PSN 3M Plus tetap menjadi langkah penting. Fogging dilakukan dalam kondisi tertentu, terutama ketika terdapat kasus dan berdasarkan penanganan kesehatan masyarakat.

Waspadai Gejala Demam Berdarah

Selain mengurangi populasi nyamuk, masyarakat perlu mengenali gejala yang dapat mengarah pada demam berdarah dengue (DBD). Gejalanya antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta pada kondisi tertentu dapat muncul tanda-tanda perdarahan.

Jika mengalami demam tinggi atau kondisi kesehatan memburuk, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara

Berita Terkini