TERASBANDUNG.COM - Kebakaran melanda kawasan Perkebunan Kina Bukit Unggul, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Kobaran api sempat terlihat dari kawasan perbukitan dan memunculkan kepulan asap. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian beredar di media sosial melalui rekaman warga. Laporan JawaPos menyebut kebakaran terjadi di kawasan PTPN Kebun Kina Bukit Unggul dan api terlihat di sejumlah titik.
Api Sempat Terlihat di Sejumlah Titik
Dalam sejumlah video yang beredar, titik api tampak berada di area perbukitan kawasan perkebunan. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Namun, berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan hutan alam maupun Gunung Bukit Tunggul.
Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh petugas pemadam kebakaran, pihak perkebunan, serta warga yang berada di sekitar lokasi.
Petugas dan Warga Lakukan Penyekatan
Penanganan kebakaran dilakukan dengan upaya penyekatan agar api tidak menjalar ke area lain.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat kondisi lahan yang kering selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko penjalaran api, terutama di kawasan perbukitan dengan vegetasi yang mudah terbakar.
Laporan JawaPos juga menyebut api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak merembet hingga kawasan hutan serta Gunung Bukit Tunggul.
Kebakaran Tidak Sampai ke Hutan Alam
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam peristiwa tersebut adalah potensi api menjalar dari kawasan perkebunan menuju kawasan hutan.
Namun, informasi sementara menyebut kebakaran dapat dilokalisasi sehingga tidak sampai merembet ke hutan alam maupun Gunung Bukit Tunggul.
Meski demikian, kondisi lokasi tetap perlu dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali bara atau titik api baru.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat juga mencatat adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan pada 5 September 2026 di wilayah Jawa Barat. Data pada sistem informasi kebencanaan Jabar menunjukkan sejumlah kejadian karhutla masih dalam pemantauan.
Luas Lahan yang Terbakar Masih Diselidiki
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai luas pasti lahan perkebunan yang terdampak kebakaran di Bukit Unggul.
Petugas masih melakukan pengecekan di lokasi untuk mengetahui seberapa luas area yang terbakar sekaligus memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Kondisi tersebut juga membuat informasi mengenai luasan kebakaran sebaiknya tidak disimpulkan hanya berdasarkan video atau pengamatan visual dari kejauhan.
Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Selain luas lahan, penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan.
Belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah api berasal dari aktivitas manusia, kondisi lahan kering, atau faktor lainnya.
Hal ini menjadi penting mengingat musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran lahan di berbagai wilayah. BNPB pada laporan situasi 5 September 2026 menyebut kebakaran hutan dan lahan masih menjadi salah satu jenis bencana yang mendominasi kejadian di sejumlah daerah Indonesia.
Karhutla di Kawasan Perkebunan Perlu Diwaspadai
Kebakaran di Bukit Unggul terjadi ketika sejumlah wilayah Indonesia tengah menghadapi peningkatan risiko karhutla.
Kementerian Kehutanan sebelumnya menyampaikan bahwa kebakaran juga banyak terjadi di Area Penggunaan Lain (APL), termasuk kawasan perkebunan dan wilayah yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat. Data yang dikutip IDN Times menyebut 51 persen kejadian kebakaran hutan dan lahan berada di APL, sedangkan 49 persen terjadi di kawasan hutan.
Karena itu, kewaspadaan terhadap sumber api perlu ditingkatkan, khususnya di kawasan dengan vegetasi kering dan medan perbukitan.
Warga Diimbau Tetap Waspada
Meski kebakaran di kawasan Perkebunan Kina Bukit Unggul telah berhasil dipadamkan, masyarakat di sekitar lokasi diharapkan tetap waspada.
Pemantauan perlu dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara yang dapat kembali memicu kebakaran. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api baru.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi kemarau membuat lahan terbuka, semak belukar, dan kawasan perkebunan lebih rentan terbakar.
Hingga kini, penyebab kebakaran dan luas lahan terdampak di Perkebunan Kina Bukit Unggul masih menunggu hasil pemeriksaan petugas.
Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara