TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya dalam menurunkan angka stunting.

Pada tahun 2021 masih ada sekitar 7,59 persen atau sebanyak 7.568 balita dalam kondisi stunting karena mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi.

Untuk itu, langkah yang dilakukan Pemkot Bandung salah satunya mendorong orang tua yang kurang mampu untuk memberikan makanan ikan lele kepada anak-anak untuk mencegah stunting atau gangguan perkembangan anak akibat gizi buruk.

Pasalmya, ternyata Ikan lele memiliki kandungan gizi yang baik dan dapat diolah sehingga anak tidak bosan.

Baca Juga : Angka Kasus Covid-19 Kembali Merangkak Naik, Pemkot Siap Perketat Kembali Aktivitas Masyarakat

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pihaknya pun menggelar pelatihan dapur sehat atasi stunting agar ibu-ibu dapat membuat makanan yang relatif murah namun memiliki protein tinggi. Salah satu yang dapat dikonsumsi adalah ikan lele.

"(Ikan dengan) protein utama lele, dasar pertimbangan lebih mudah dipelihara, harga murah, dan protein tinggi serta cara masak gampang," ujar Yana Kepada wartawan, Selasa 15 November 2022.

Ia berharap para ibu-ibu dapat memanfaatkan ikan lele untuk konsumsi anak-anak sehingga terhindari dari stunting. Salah satu penyebab stunting adalah gizi buruk.

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung, Dewi Kania Sari mengatakan pihaknya menggelar pelatihan dapur sehat atasi stunting bekerja sama dengan chef hotel dengan peserta kader PKK. Diharapkan mereka akan menyosialisasikan hal tersebut ke masyarakat.

"Lele ikan dengan protein tinggi, salah satu yang dibutuhkan bayi dengan kasus stunting. Lele mudah didapatkan dan relatif murah," paparnya.

Baca Juga : Yana Mulyana Ajukan Anggaran di APBD 2023 Terkait Penggunaan Kendaraan Listrik di Lingkungan Pemerintahan

Dewi Kania Sari yang di panggil Kenny mengutarakan, berkolaborasi dengan chef hotel untuk memperoleh pengetahuan tentang mengolah lele menjadi produk olahan. Sehingga anak tidak mudah bosan.

"Kader kecamatan kelurahan yang ada di sini setelah mendapatkan informasi dapat menyosialisasikan ke masyarakat," katanya.

Kenny menambahkan, program yang dikerjakan merupakan bagian dari upaya mencegah stunting melalui asupan gizi yang sehat dan baik.

" program tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah stunting melalui asupan gizi," tandasnya.

Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana juga mengatakan, stunting merupakan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian khusus, karena stunting dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak, dan tidak hanya menyerang secara fisik tapi juga perkembangan anak.

Ia menambahkan, PKK menghadirkan kolaborasi dengan berbagai sektor dalam memberikan solusi terhadap masalah stunting ini.

Baca Juga : Rekomendasi Makanan saat Hujan Paling Enak Disantap dan Menghangatkan Tubuh

Bekerja sama dengan DPPKB Kota Bandung melaksanakan pelatihan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dengan tema 'Dashat PKK di Kampung KB Atasi Stunting'.

"Melalui pelatihan ini para kader dan penggerak di lapangan mendapatkan pencerahan tentang pentingnya makanan yang sehat dan bergizi untuk mengatasi stunting. dalam program PKK kami mengenal juga dengan istilah makanan B2SA (makanan beragam, bergizi seimbang dan aman)," ujarnya.

Yunimar menerangkan, Kota Bandung telah melakukan berbagai inovasi dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting, yaitu Bandung Tanginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat) yang merupakan kegiatan TP PKK Kota Bandung yang dalam pelaksanaannya telah bekerja sama dengan berbagai pihak.

"Gerakan ini dilakukan mulai tahun 2019 bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung dalam penyaluran makanan siap santap yang bergizi seimbang bagi 1000 HPK di 15 kelurahan lokus stunting.

Kemudian bertambah pada tahun 2021 masih bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung pemberian pangan aman dan sehat dilakukan di 151 kelurahan se Kota Bandung," beber Yunimar.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Wisata Kuliner Malam di Bandung, Bakal Terus Hits Hingga 2023

Selain itu, lanjutnya TP PKK melakukan pelatihan kader posyandu se kota bandung bekerjasama dengan PDGMI (Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam menimbang dan mengukur balita di posyandu serta meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting.

"TP PKK juga bekerja sama dengan Telkom University dalam mengembangkan aplikasi bandung tanginas dan membuat alat ukur timbangan dan tinggi badan digital yang tersambung dengan aplikasi Bandung Tanginas," tandas Yunimar.***