TERASBANDUNG.COM - Wisata religi kini tidak lagi sekadar melihat dan membaca. Di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, Galeri Rasulullah menawarkan cara baru mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW melalui pengalaman visual yang interaktif dan imersif.

Galeri ini dirancang sebagai ruang edukasi yang menggabungkan narasi sejarah Islam dengan teknologi digital.

Pengunjung diajak memahami perjalanan hidup Rasulullah SAW secara runtut, mulai dari kondisi Arab sebelum kenabian hingga perkembangan Islam di Nusantara.

Baca Juga : Wali Kota Bandung Bergerak Cepat: 66 Rumah di Cikawao Disorot karena Masih BABS

Galeri Rasulullah terbagi ke dalam sejumlah zona tematik yang merepresentasikan fase-fase penting dalam sejarah kenabian. Setiap zona menyajikan konteks zaman secara visual agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Zona Pra-Kenabian menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat Makkah sebelum Islam, kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, Gua Hira, serta sejarah Kabah.

Berlanjut ke Zona Kenabian, pengunjung diajak menelusuri awal dakwah Rasulullah, peristiwa Isra Mi’raj, hingga momen penting seperti Perang Badar.

Pada Zona Madinah, galeri mengulas fase hijrah dan pembentukan masyarakat Islam, termasuk Piagam Madinah serta persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Ansar.

Sementara itu, Zona Akhir dan Nusantara menyoroti masuk dan berkembangnya Islam di Jawa Barat serta wilayah Nusantara, lengkap dengan peran tokoh-tokoh Islam Sunda dan proses akulturasi budaya.

Baca Juga : Pemkot Bandung Telusuri Laporan Pembuangan Kucing, Ini Langkah yang Disiapkan

Edukasi Moderasi Beragama yang Interaktif

Untuk memperkuat pengalaman belajar, Galeri Rasulullah dilengkapi berbagai teknologi modern seperti video mapping, layar sentuh interaktif, animasi visual, dan diorama.

Pengunjung juga dapat melihat replika objek bersejarah yang membantu membangun pemahaman lebih nyata terhadap peristiwa masa lalu.

Tak hanya menyampaikan sejarah, galeri ini juga mengusung nilai moderasi beragama. Pesan Islam yang damai, toleran, dan selaras dengan budaya lokal menjadi benang merah di setiap zona, sejalan dengan semangat kebhinekaan Indonesia.

Akses ke Galeri Rasulullah dapat dilakukan dengan pendaftaran melalui aplikasi Sapawarga. Meski demikian, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk, sehingga galeri ini terbuka luas bagi masyarakat.

Dengan konsep modern dan edukatif, Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar menjadi alternatif wisata religi yang informatif, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.***