Ilustrasi. (Foto: tokopedia.com)
TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung mulai bergerak menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pembuangan kucing di kawasan Ciumbeuleuit.
Kasus ini mencuat setelah adanya keluhan masyarakat mengenai keberadaan kucing yang diduga sengaja ditinggalkan tanpa penanganan yang layak.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan persoalan tersebut tidak akan dibiarkan berlarut. Ia menyebutkan, dinas teknis akan ditugaskan untuk menelusuri kejadian secara menyeluruh sekaligus memastikan ada langkah korektif bagi pihak yang terbukti lalai.
“Kita akan lakukan penelusuran dan peneguran. Untuk hewan peliharaan, pemilik harus menunjukkan rasa tanggung jawab,” ujarnya pada Selasa, 13 Januari 2026.
Farhan menegaskan, kepemilikan hewan bukan sekadar soal kasih sayang, tetapi juga kewajiban menjaga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Karena itu, Pemkot Bandung mendorong pendekatan yang lebih beradab dan berkelanjutan dalam menangani hewan, khususnya kucing.
Saat ini, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, pemerintah telah menjalankan program sterilisasi kucing.
Program tersebut menyasar kucing peliharaan maupun kucing liar sebagai upaya pengendalian populasi secara manusiawi dan terukur.
Baca Juga : Wali Kota Bandung Sampaikan Duka atas Kecelakaan Fatal Usai Laga Persib vs Persija
Di sisi lain, Farhan juga menyoroti kebiasaan memberi makan kucing liar secara sembarangan. Menurutnya, praktik tersebut kerap memicu persoalan baru, mulai dari kebersihan hingga potensi gangguan kesehatan lingkungan.
“Kita sedang memikirkan desain titik-titik khusus pemberian makan kucing liar supaya lebih tertib dan tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.
Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap kesejahteraan hewan harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan ruang publik.
Pemkot Bandung, lanjut Farhan, akan terus mencari pola penanganan yang seimbang antara perlindungan hewan dan kepentingan masyarakat luas.****
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto