Wali Kota Bandung Farhan Tegaskan Pemangkasan Pohon dan Sanitasi Permukiman Harus Lewat Kajian Teknis. (bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya pendekatan teknis dan kehati-hatian dalam menangani potensi risiko lingkungan di kawasan permukiman padat.
Penegasan itu disampaikan saat ia turun langsung memantau kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-72 di Kelurahan Lebak Siliwangi, Selasa 13 Januari 2026.
Menurut Farhan, tindakan seperti pemangkasan pohon besar hingga penempatan fasilitas sanitasi memiliki dampak langsung terhadap keselamatan warga.
Karena itu, setiap keputusan harus didasarkan pada kajian teknis yang matang, bukan sekadar respons cepat tanpa perhitungan risiko.
Farhan mengingatkan, pemangkasan pohon di tengah permukiman bukan pekerjaan sederhana. Banyak faktor yang harus diperhitungkan agar tidak menimbulkan bahaya baru bagi warga sekitar.
“Pemangkasan pohon ini harus disurvei dan disupervisi dulu. Tidak bisa main potong begitu saja karena banyak pertimbangan, mulai dari arah jatuhnya batang, kabel listrik, kabel internet, sampai atap rumah warga,” kata Farhan saat monitoring Siskamling Siaga Bencana ke-72 di Kelurahan Lebak Siliwangi, Selasa 13 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) akan menurunkan tim teknis, termasuk tenaga pemanjat dan pemotong pohon yang memiliki keahlian khusus. Namun, karena kompleksitas lokasi, keterlibatan warga juga dibutuhkan selama proses berlangsung.
“Nanti tim DPKP akan survei dulu. Minggu depan kita minta ada update untuk pelaksanaannya,” ucapnya.
Baca Juga : Wali Kota Bandung Sampaikan Duka atas Kecelakaan Fatal Usai Laga Persib vs Persija
Sanitasi dan Pos Kamling Jadi Perhatian Serius
Selain soal pepohonan, Farhan turut menyoroti penempatan septic tank di wilayah yang berdekatan dengan sungai. Ia mengingatkan risiko yang dapat muncul saat debit air meningkat, terutama potensi terbawanya septic tank oleh arus.
“Kalau ditaruh di pinggir sungai, nanti air naik bisa kebawa arus. Jadi harus ditarik ke depan atau ke lokasi yang lebih aman,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Lebak Siliwangi Budi Rukmana menyampaikan bahwa Wali Kota Bandung juga meninjau kondisi pos kamling yang berada di area terdampak abrasi sungai. Berdasarkan arahan Farhan, pos tersebut dinilai tidak lagi aman untuk digunakan.
“Tadi Pak Wali menyampaikan, pos kamling yang berada di atas sungai itu sebaiknya dibongkar saja demi keselamatan,” jelas Budi.
Terkait pohon besar di lingkungan warga, Budi menambahkan bahwa usulan pemangkasan berasal dari Ketua RW setempat. Namun karena kondisi lokasi yang cukup rumit, keputusan akhir menunggu hasil kajian teknis dari DPKP.
Baca Juga : DEFEND ID Tetapkan Strategi Operasional 2026, Perkuat Daya Saing Industri Pertahanan
“Maka dari itu, Pak Wali langsung meninjau dan nanti akan ada tim dari DPKP untuk menentukan langkah terbaik,” ujarnya.
Untuk persoalan sanitasi, pihak kelurahan bersama RW juga tengah merancang pembangunan septic tank secara mandiri di tiap rumah melalui anggaran prakarsa.
“Kalau bisa lebih alhamdulillah, tapi minimal tiga dulu dari anggaran prakarsa,” kata Budi.***
Pemkot Bandung, lanjut Farhan, akan terus mencari pola penanganan yang seimbang antara perlindungan hewan dan kepentingan masyarakat luas.****
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto