Ilustrasi - Nobar akbar pertandingan Persib yang diinisiasi oleh Viking Persib Club digelar di Markas III Kodam Siliwangi. (VPC)
TERASBANDUNG.COM - Pertandingan pamungkas Persib Bandung di Liga Indonesia 2026 dipastikan akan menghadirkan suasana berbeda di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung memastikan agenda nonton bareng laga Persib melawan Persijap Jepara akan berlangsung di seluruh kecamatan pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Antusiasme bobotoh diperkirakan membludak pada laga pekan ke-34 tersebut. Karena itu, pemerintah memilih menyebar titik nobar agar keramaian tidak terpusat di satu lokasi saja.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan seluruh kecamatan telah disiapkan untuk menjadi lokasi nobar bagi masyarakat.
“Di semua kecamatan, 30 kecamatan pasti ada nobar. Lembaga-lembaga juga bikin nobar sendiri-sendiri,” ujarnya dalam siaran pers Humas Kota Bandung, Jumat 22 Mei 2026.
Baca Juga : Dominasi, The Ice Bears Maranatha Kuasai Final Campus League Bandung 2026
Menurut Farhan, penyebaran titik nobar dilakukan sebagai langkah antisipasi agar mobilitas bobotoh lebih mudah dikendalikan. Dengan lokasi yang tersebar, potensi kepadatan di pusat kota diharapkan dapat ditekan.
Selain itu, aparat keamanan juga akan lebih mudah melakukan pengawasan selama pertandingan berlangsung maupun setelah laga selesai.
“Terpenting adalah mengamati pergerakan bobotoh, setelah nonton ngapain, atau pada saat nonton supaya tetap kondusif,” katanya.
Pemantauan disebut akan dilakukan di seluruh wilayah kecamatan dengan melibatkan unsur pemerintah dan aparat keamanan guna menjaga situasi tetap aman.
Pemkot Bandung Siapkan Dua Skenario
Pemerintah Kota Bandung juga memberi perhatian khusus terhadap potensi euforia setelah pertandingan yang kerap memunculkan keramaian di jalanan kota.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Pemkot Bandung telah menyiapkan langkah pengamanan dengan sejumlah skenario yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Nah, makanya ada skenario terbaik dan skenario terburuk. Dua-duanya sudah siap dijalankan,” tegasnya.
Tak hanya pemerintah wilayah, berbagai komunitas, organisasi hingga lembaga swasta juga disebut bakal menggelar nobar secara mandiri. Kondisi tersebut membuat titik keramaian diperkirakan akan tersebar di berbagai sudut Kota Bandung.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kota Bandung memastikan tidak akan mengadakan nobar di kawasan Balai Kota Bandung.
Langkah itu diambil agar pusat keramaian tetap tersebar di tingkat kewilayahan sehingga masyarakat bisa menikmati pertandingan lebih dekat dari lingkungan masing-masing tanpa menumpuk di pusat kota.***