TERASBANDUNG.COM – Lidah buaya atau aloe vera sudah lama dikenal sebagai tanaman yang banyak dimanfaatkan untuk perawatan kulit. Gel bening yang terdapat di dalam daunnya kerap digunakan sebagai bahan produk perawatan kulit maupun sebagai bahan pengobatan tradisional.
Namun, manfaat lidah buaya ternyata tidak hanya berkaitan dengan kecantikan. Sejumlah penelitian telah melihat potensi tanaman ini untuk membantu mengatasi beberapa kondisi kesehatan, meski efektivitasnya tetap bergantung pada jenis produk, cara penggunaan, dan kondisi yang ditangani.
Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gel lidah buaya secara topikal berpotensi membantu mempercepat penyembuhan luka bakar dan mengurangi rasa sakit akibat luka bakar.
Lantas, apa saja manfaat lidah buaya yang memiliki bukti penelitian?
1. Membantu Penyembuhan Luka Bakar
Salah satu manfaat lidah buaya yang cukup banyak diteliti adalah penggunaannya pada kulit yang mengalami luka bakar.
NCCIH menyebut penelitian klinis menunjukkan gel lidah buaya yang dioleskan pada kulit dapat membantu mempercepat penyembuhan luka bakar sekaligus mengurangi rasa sakit yang berkaitan dengan luka tersebut.
Mayo Clinic juga menyebut penggunaan gel lidah buaya pada luka bakar derajat pertama dan kedua dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Meski begitu, bukti mengenai manfaat lidah buaya untuk mempercepat penyembuhan kulit terbakar akibat sinar matahari masih belum cukup kuat.
2. Berpotensi membantu Mengatasi Jerawat
Lidah buaya juga cukup populer dalam produk perawatan wajah, termasuk untuk kulit berjerawat.
Menurut NCCIH, terdapat sejumlah penelitian kecil yang menunjukkan penggunaan gel lidah buaya, terutama jika dikombinasikan dengan terapi lain, dapat membantu memperbaiki kondisi jerawat.
Mayo Clinic juga mencatat penelitian yang menunjukkan gel lidah buaya bersama obat jerawat resep tretinoin berpotensi memberikan hasil lebih baik dibandingkan penggunaan obat tersebut saja.
Artinya, lidah buaya tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti pengobatan jerawat, tetapi dapat menjadi bagian dari perawatan tertentu.
3. membantu Meredakan Gejala Psoriasis
Manfaat lain yang diteliti adalah penggunaan ekstrak lidah buaya untuk membantu mengurangi gejala psoriasis ringan hingga sedang.
Mayo Clinic menyebut krim yang mengandung ekstrak lidah buaya berpotensi membantu meredakan gejala psoriasis. Namun, penggunaannya membutuhkan waktu dan biasanya dilakukan secara rutin sesuai petunjuk.
Karena psoriasis merupakan kondisi kulit yang membutuhkan penanganan khusus, lidah buaya tidak dapat dianggap sebagai pengganti terapi medis.
4. Berpotensi Membantu Maslah Kulit Tertentu
Selain luka bakar, jerawat dan psoriasis, penelitian juga melihat kemungkinan manfaat lidah buaya untuk sejumlah masalah kulit lainnya.
NCCIH menyebut terdapat penelitian terbatas mengenai penggunaan lidah buaya pada herpes genital, lichen planus, kerusakan kulit akibat radioterapi, serta luka di mulut akibat penggunaan perangkat gigi.
Namun, bukti untuk beberapa kondisi tersebut masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.
5. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Tak hanya digunakan pada kulit, lidah buaya juga diteliti ketika dikonsumsi secara oral.
NCCIH mencatat sejumlah penelitian kecil menunjukkan konsumsi gel lidah buaya tertentu berpotensi menurunkan kadar gula darah dan HbA1c pada orang dengan diabetes.
Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menjadikan lidah buaya sebagai pengganti obat diabetes atau pola hidup sehat. Penggunaan produk lidah buaya secara oral juga perlu memperhatikan jenis produk yang dikonsumsi.
6. Jangan Asal Minum Lidah Buaya
Di balik berbagai manfaatnya, ada hal penting yang tidak boleh dilewatkan.
Lidah buaya memiliki beberapa bentuk produk. Ada gel dari bagian dalam daun, ada lateks dari lapisan luar daun, dan ada produk yang menggunakan keseluruhan bagian daun.
NCCIH memperingatkan bahwa konsumsi lidah buaya dalam bentuk lateks dapat menyebabkan sakit perut, kram dan diare. Penggunaan ekstrak daun lidah buaya secara oral juga pernah dikaitkan dengan kasus hepatitis akut.
Mayo Clinic bahkan menyebut konsumsi lidah buaya jenis lateks dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan berpotensi fatal.
Karena itu, manfaat gel lidah buaya yang digunakan pada kulit tidak bisa begitu saja disamakan dengan keamanan mengonsumsi seluruh bagian daun.
7. Ibu Hamil dan Mnenyusi Perlu Berhati-hati
Penggunaan lidah buaya secara oral juga perlu mendapat perhatian khusus bagi ibu hamil dan menyusui.
NCCIH menyatakan penggunaan lidah buaya melalui mulut dalam bentuk gel, lateks maupun ekstrak seluruh daun dapat tidak aman selama kehamilan dan menyusui. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan sebelum menggunakannya.
Gel Lidah Buaya Umumnya Lebih Aman untuk Pemakaian Luar
Untuk pemakaian pada kulit, gel lidah buaya secara umum dinilai cukup aman jika digunakan sesuai petunjuk.
Meski demikian, sebagian orang dapat mengalami efek samping seperti rasa terbakar, gatal, ruam atau eksim setelah mengoleskan lidah buaya.
Karena itu, penggunaan pada kulit tetap perlu dilakukan secara hati-hati, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif.
Jadi, Apa Manfaat Lidah Buaya yang pLaing Terbukti?
Dari berbagai sumber medis, manfaat lidah buaya yang memiliki dukungan penelitian paling jelas berkaitan dengan penggunaan gel secara topikal, khususnya untuk membantu penyembuhan luka bakar dan beberapa kondisi kulit.
Sementara itu, manfaat konsumsi lidah buaya untuk berbagai penyakit masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Jadi, jangan langsung percaya pada klaim bahwa lidah buaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Alami bukan berarti selalu aman, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk lateks atau ekstrak seluruh daun.
Jika lidah buaya hendak digunakan sebagai suplemen atau dikonsumsi secara rutin, terlebih bagi orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.