<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
  <channel>
    <title>Teras Bandung - bandung-raya</title>
    <link>https://terasbandung.com/</link>
    <description>News And Service</description>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml"/>
    <language>id-ID</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <copyright>Copyright 2026, Teras Bandung</copyright>
    <pubDate>Thu, 14 May 2026 07:48:30 +0700</pubDate>
    <lastBuildDate>Thu, 14 May 2026 07:48:30 +0700</lastBuildDate>
    <ttl>60</ttl>
    <item>
      <title>BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Pelaku Wisata Rancabali Optimalkan ZIS</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/13/baznas-kabupaten-bandung-ajak-pelaku-wisata-rancabali-optimalkan-zis</link>
      <pubDate>Wed, 13 May 2026 15:37:24 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/13/baznas-kabupaten-bandung-ajak-pelaku-wisata-rancabali-optimalkan-zis</guid>
      <category>Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung</category>
      <category>BAZNAS</category>
      <description>BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak pelaku usaha wisata Rancabali mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah demi keberkahan usaha.</description>
      <content:encoded><![CDATA[TERASBANDUNG.COM - Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung menggelar kegiatan optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bersama para pelaku usaha wisata di Kecamatan Rancabali, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, Camat Rancabali Panpan Rispan, unsur Forkopimcam, perwakilan Disparekraf, serta Ketua UPZ Kecamatan Rancabali.

Sekitar 32 pemilik usaha pariwisata di kawasan Rancabali turut mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran pengelolaan zakat secara terorganisir tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Rancabali, Panpan Rispan, menyebut manfaat program BAZNAS sudah dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, termasuk saat membantu korban musibah ledakan gas beberapa waktu lalu.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/13/farhan-tegaskan-tak-boleh-ada-anak-kehilangan-hak-sekolah-di-spmb-2026">Baca Juga : Farhan Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Kehilangan Hak Sekolah di SPMB 2026</a></b>

“BAZNAS sudah terasa oleh warga Rancabali. Tempo hari ada musibah 12 orang karena gas meledak, saya koordinasi dengan Kasi Sosbud,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan BAZNAS turut membantu warga yang mengalami kendala layanan kesehatan, khususnya masyarakat yang belum memiliki BPJS.

“Bagi mereka yang tak punya BPJS bisa ter-cover oleh BAZNAS. Alhamdulillah tiga orang bisa dibantu,” tuturnya.

Panpan berharap program-program BAZNAS ke depan dapat memberikan dampak yang lebih luas, termasuk bagi perkembangan sektor wisata di Rancabali.

“Ke depannya semoga dampak BAZNAS bisa terasa lebih banyak, terutama di bidang pariwisata,” katanya.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/13/pemkot-bandung-buka-layanan-psikologi-klinis-di-12-puskesmas">Baca Juga : Pemkot Bandung Buka Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas</a></b>

Menurutnya, pengelolaan zakat melalui lembaga resmi penting dilakukan agar penyalurannya berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Ini semua diwadahi oleh BAZNAS supaya lebih tertib lagi penyaluran hasil zakatnya. Kalau tidak ada regulasi, masuknya ke pungutan liar,” tegasnya.

Ia pun meminta para pengelola wisata mulai membangun kolaborasi bersama BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memperkuat manfaat sosial di masyarakat.

“Saya harapkan pihak pengelola melaporkan kegiatan ini dan ditunggu responnya seperti apa. Dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, Jamjam Erawan, menegaskan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan dan usaha.

“Ada nilai spiritual dari zakat, infak, sedekah, maka akan melahirkan keberkahan,” ujarnya.

Menurut Jamjam, pengelolaan ZIS menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kebermanfaatan harta sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/13/bandung-perkuat-posisi-sebagai-kota-kreatif-lewat-transformasi-digital">Baca Juga : Bandung Perkuat Posisi sebagai Kota Kreatif Lewat Transformasi Digital</a></b>

“Untuk menyelamatkan harta, warga dan negara. Ada upaya dan ikhtiar untuk membangun keberkahan ini,” jelasnya.

Ia juga meyakini sektor pariwisata akan memperoleh dampak positif apabila nilai keberkahan diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

“Usaha wisata akan semakin berkah. Keberkahan itu membawa manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jamjam turut mengingatkan masyarakat tetap bisa berinfak meski belum mencapai batas nisab zakat.

“Kalau tidak mencapai nisab, maka berinfak sesuai keinginan. Asal ada kemauan dan kesungguhan, Allah akan membantu dan menolong kita,” pungkasnya.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/baznas-9861_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Farhan Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Kehilangan Hak Sekolah di SPMB 2026</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/13/farhan-tegaskan-tak-boleh-ada-anak-kehilangan-hak-sekolah-di-spmb-2026</link>
      <pubDate>Wed, 13 May 2026 15:29:56 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/13/farhan-tegaskan-tak-boleh-ada-anak-kehilangan-hak-sekolah-di-spmb-2026</guid>
      <category> Wali Kota Bandung Muhammad Farhan</category>
      <category>SPMB 2026</category>
      <description>Pemkot Bandung mematangkan SPMB 2026 dengan menekankan akses pendidikan adil, transparansi, dan sistem digital yang lebih aman.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung mulai mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menitikberatkan pada pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Komunikasi Publik SPMB 2026 di Bandung, Selasa (12/5/2026).

Menurut Farhan, proses penerimaan siswa baru tidak hanya berkaitan dengan administrasi sekolah, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak.

“SPMB ini bukan hanya urusan administrasi penerimaan siswa. Ini adalah bagaimana kita memastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujar Farhan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/13/bandung-perkuat-posisi-sebagai-kota-kreatif-lewat-transformasi-digital">Baca Juga : Bandung Perkuat Posisi sebagai Kota Kreatif Lewat Transformasi Digital</a></b>

Ia mengakui proses penerimaan murid baru selalu menjadi perhatian masyarakat setiap tahun, terutama karena jumlah peminat sekolah negeri lebih besar dibanding kapasitas yang tersedia.

Namun, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bandung, daya tampung lulusan sekolah dasar menuju SMP Negeri disebut masih relatif mencukupi. Menurut Farhan, tantangan terbesar justru terletak pada penerapan sistem domisili atau zonasi yang bertujuan menciptakan pemerataan akses pendidikan.

Karena itu, ia meminta komunikasi publik terkait pelaksanaan SPMB diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak mudah terpengaruh kabar yang menyesatkan.

“Ketika masyarakat merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas, biasanya akan muncul keresahan dan keributan yang sebenarnya tidak perlu,” katanya.

Pelaksanaan SPMB 2026 sendiri diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 24 Tahun 2026 yang menjadi perubahan atas aturan sebelumnya mengenai sistem penerimaan murid baru tingkat TK, SD, dan SMP Negeri.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/13/pemkot-bandung-buka-layanan-psikologi-klinis-di-12-puskesmas">Baca Juga : Pemkot Bandung Buka Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas</a></b>

Selain regulasi, pemerintah juga menyiapkan petunjuk teknis agar pelaksanaan penerimaan siswa berlangsung lebih tertib dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Farhan menekankan empat prinsip utama yang harus dijaga selama proses SPMB berlangsung, yakni keadilan, transparansi, pelayanan humanis, dan penguatan sistem digital.

Ia menegaskan tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan sekolah hanya karena kendala ekonomi, keterbatasan informasi, atau persoalan non-akademik lainnya.

“Kita ingin memastikan semua anak punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Farhan juga meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas Pendidikan, sekolah, hingga panitia SPMB, menjaga integritas selama proses penerimaan berlangsung.

“Hindari manipulasi data dan berbagai penyimpangan yang mencederai kepercayaan masyarakat. Integritas adalah wajah kita semua,” katanya.

Selain itu, ia menilai pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara ramah dan informatif karena masa penerimaan siswa baru sering kali menjadi momen yang penuh harapan sekaligus kecemasan bagi orang tua.

Untuk meminimalkan potensi kecurangan, Pemkot Bandung juga memperkuat penggunaan sistem digital dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/12/kota-bandung-jadi-pilot-project-nasional-pemberdayaan-umkm-dan-ekonomi-kreatif">Baca Juga : Kota Bandung Jadi Pilot Project Nasional Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif</a></b>

“Dengan sistem digital, risiko intervensi data menjadi jauh lebih kecil,” tuturnya.

Farhan turut mengajak media massa, organisasi masyarakat, komite pendidikan, hingga komunitas warga ikut membantu menyebarkan informasi yang benar mengenai pelaksanaan SPMB 2026.

Menurutnya, keberhasilan sistem penerimaan murid baru membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar akses pendidikan di Kota Bandung semakin berkualitas dan merata.

“Inilah nikmatnya berdemokrasi. Kebenaran tidak dijaga satu pihak saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ucapnya..***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/farhan-wfh-c785_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Bandung Buka Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/13/pemkot-bandung-buka-layanan-psikologi-klinis-di-12-puskesmas</link>
      <pubDate>Wed, 13 May 2026 15:20:19 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/13/pemkot-bandung-buka-layanan-psikologi-klinis-di-12-puskesmas</guid>
      <category>Dinas Kesehatan</category>
      <category>puskesmas</category>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <category>layanan kesehatan mental Bandung&#13;
psikologi klinis puskesmas Bandung&#13;
Muhammad Farhan Bandung&#13;
puskesmas Bandung&#13;
kesehatan mental Kota Bandung</category>
      <description>Pemkot Bandung membuka layanan psikologi klinis di 12 puskesmas untuk memperkuat penanganan kesehatan mental masyarakat dan anak sekolah.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung mulai memperkuat layanan kesehatan mental dengan menghadirkan pelayanan psikologi klinis di 12 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental di masyarakat, termasuk pada kalangan usia muda dan anak sekolah.

“Di setiap UPTD atau puskesmas ini ada pelayanan psikologi klinis untuk konseling. Saat ini sudah ada di 12 puskesmas di Kota Bandung,” kata Farhan di Bandung, Rabu, 13 Mei 2026.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/12/kai-daop-2-bandung-jalankan-2-ka-tambahan-selama-libur-panjang-akhir-pekan-ini">Baca Juga : KAI Daop 2 Bandung Jalankan 2 KA Tambahan Selama Libur Panjang Akhir Pekan Ini</a></b>

Menurut Farhan, program ini merupakan tindak lanjut dari aturan Kementerian Kesehatan melalui Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 yang mengatur keberadaan tenaga psikologi klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Sebanyak 12 puskesmas yang telah menyediakan layanan tersebut meliputi Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Ibrahim Adjie, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam, dan Cipadung.

Setiap fasilitas kesehatan nantinya akan diperkuat oleh satu psikolog klinis yang melayani konsultasi masyarakat pada hari kerja. Dalam sehari, layanan tersebut ditargetkan mampu menangani hingga 10 pasien.

Farhan menilai kebutuhan layanan kesehatan mental di Kota Bandung saat ini semakin mendesak. Ia mengungkapkan kasus stres hingga tekanan psikologis kini banyak ditemukan pada usia produktif bahkan anak sekolah dasar.

“Salah satu indikator yang menakutkan buat saya adalah percobaan bunuh diri di Kota Bandung, tiap hari ada saja beritanya. Ini harus dicegah dengan sangat serius,” ujarnya.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/13/bandung-perkuat-posisi-sebagai-kota-kreatif-lewat-transformasi-digital">Baca Juga : Bandung Perkuat Posisi sebagai Kota Kreatif Lewat Transformasi Digital</a></b>

Ia menambahkan, penunjukan 12 puskesmas sebagai tahap awal pelaksanaan program bukan berdasarkan jumlah penduduk, melainkan kesiapan fasilitas dan sumber daya yang tersedia.

Menurut Farhan, layanan psikologi klinis membutuhkan ruang khusus dengan tingkat privasi tinggi agar masyarakat dapat berkonsultasi secara aman dan nyaman.

“Pertimbangan utamanya adalah kesiapan ruang. Untuk psikologi klinis ini tidak boleh sembarangan, privasinya harus sangat kuat,” kata dia.****





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2024/04/puskesmas-920b_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Bandung Perkuat Posisi sebagai Kota Kreatif Lewat Transformasi Digital</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/13/bandung-perkuat-posisi-sebagai-kota-kreatif-lewat-transformasi-digital</link>
      <pubDate>Wed, 13 May 2026 13:40:34 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/13/bandung-perkuat-posisi-sebagai-kota-kreatif-lewat-transformasi-digital</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <category>ekonomi kreatif</category>
      <description>Pemkot Bandung bersama Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu naik kelas melalui penguasaan teknologi digital. </description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Pemkot Bandung bersama Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu naik kelas melalui penguasaan teknologi digital. 

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf, Adi Mukhtar Rivai dalam kegiatan peningkatan kapasitas SDM ekonomi kreatif bertema Naik Kelas Go Digital di Hotel Aston Tropicana, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026.

Adi mengatakan, ekonomi kreatif kini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Sektor ini tidak lagi dipandang sebelah mata melainkan sebagai sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat identitas budaya, sekaligus mendorong inovasi teknologi.

“Ekonomi kreatif sekarang bukan lagi dianggap sektor pelengkap. Ini sudah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah,” kata Adi.

Dia mengatakan Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan investasi ekonomi kreatif tertinggi di Indonesia. Kota Bandung pun dinilai memiliki ekosistem kreatif yang sangat kuat mulai dari fashion, kuliner, desain, musik hingga konten digital yang kini berkembang pesat.

“Bandung sudah dikenal sebagai pusat kreativitas nasional. Sekarang bukan hanya fashion dan kuliner, tetapi juga konten digitalnya mulai melesat,” ujarnya.

Adi berharap, pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan para kreator muda Bandung dalam memanfaatkan teknologi digital secara maksimal baik dari sisi keterampilan maupun pengembangan usaha.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, penguasaan teknologi digital kini menjadi kunci utama memenangkan persaingan di era modern. Ia bahkan mencontohkan bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah strategi ekonomi hingga geopolitik dunia.

Menurutnya, saat ini kekuatan tidak lagi hanya ditentukan oleh sumber daya besar tetapi oleh efisiensi, strategi dan kualitas sumber daya manusia.

“Perang sekarang bukan kuat-kuatan senjata. Tapi kuat-kuatan strategi dan efisiensi. Sedikit tapi efektif itu jauh lebih menentukan,” ujar Farhan.

Ia mengatakan, konsep tersebut relevan dengan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Menurutnya, Bandung tidak harus memiliki teknologi tercanggih untuk menjadi pusat ekonomi digital, melainkan SDM kreatif yang mampu memanfaatkan teknologi secara efektif.

“Bandung tidak bikin chip tercanggih di dunia. Tapi saya percaya otak-otak terbaik untuk ekonomi digital di Indonesia banyak lahir dari Kota Bandung,” katanya.

Farhan juga mengingatkan para pelaku ekonomi kreatif agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial tetapi memahami sistem dan algoritma di balik platform digital.

“Jangan cuma jago bikin konten di media sosial tapi harus ngerti algoritma di belakangnya,” tutur Farhan.

Menurutnya, transformasi digital harus diterapkan di seluruh sektor, mulai dari desain, pemasaran, manajemen bisnis hingga pelayanan publik. Salah satu yang kini tengah didorong Pemkot Bandung adalah digitalisasi pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima (PKL).

Farhan mengungkapkan, Pemkot Bandung sedang menjajaki kerja sama dengan TikTok Shop untuk membantu para PKL beralih ke platform digital.

“PKL itu bisnisnya efisien dan fleksibel. Sekarang tantangannya bagaimana mereka masuk ke ekosistem digital supaya tetap bertahan dan berkembang,” katanya.

Selain itu, Farhan menekankan pentingnya tiga pola pikir utama dalam menghadapi era digital, yakni inovatif, kolaboratif dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

“Inovatif itu bukan cuma menciptakan hal baru, tapi memberi nilai tambah. Kemudian harus kolaboratif, karena tidak mungkin sukses sendirian dan yang paling penting, karya kita harus jadi solusi bagi orang lain,” katanya.

Farhan optimistis Kota Bandung akan terus menjadi pusat lahirnya talenta digital terbaik di Indonesia. “Selamat menikmati Bandung, kota yang melahirkan talenta digital terbaik di Indonesia,” tuturnya.



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/whatsapp-image-2026-05-13-at-133603-ea2a_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Bandung Jadi Daerah Percontohan Program Perintis Berdaya Connect untuk UMKM</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/13/bandung-jadi-daerah-percontohan-program-perintis-berdaya-connect-untuk-umkm</link>
      <pubDate>Wed, 13 May 2026 06:41:58 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/13/bandung-jadi-daerah-percontohan-program-perintis-berdaya-connect-untuk-umkm</guid>
      <category>umkm</category>
      <category>Perintis Berdaya Connect</category>
      <category>Kemenko Pemberdayaan Masyarakat</category>
      <category>program UMKM nasional</category>
      <category>pelaku usaha Bandung</category>
      <description>Kota Bandung dipilih menjadi percontohan Program Perintis Berdaya Connect untuk memperkuat kapasitas dan jejaring UMKM.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Bandung dipilih sebagai daerah percontohan Program Perintis Berdaya Connect (PBC) yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperluas jaringan bisnis mereka secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Usaha Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, M. Slamet Santoso, dalam kegiatan dialog peningkatan kapasitas UMKM yang diikuti 101 pelaku usaha di Bandung, Selasa (12/5/2026).

Menurut Slamet, Kota Bandung dipilih karena dinilai memiliki ekosistem usaha yang cukup matang dan potensial untuk dijadikan contoh pengembangan ekonomi masyarakat di daerah lain.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/13/farhan-tegaskan-tak-boleh-ada-anak-kehilangan-hak-sekolah-di-spmb-2026">Baca Juga : Farhan Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Kehilangan Hak Sekolah di SPMB 2026</a></b>

“Ekosistem di Kota Bandung ini bisa dijadikan percontohan bagaimana memajukan dan mengembangkan usaha masyarakat dari zero to hero,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Perintis Berdaya Connect tidak hanya berfokus pada pelatihan atau peningkatan kemampuan UMKM, tetapi juga diarahkan menjadi program jangka panjang yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.

Antusiasme peserta yang tinggi dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu indikator positif bahwa program pemberdayaan UMKM masih sangat dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga ingin mengidentifikasi berbagai hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha agar nantinya dapat dirumuskan menjadi regulasi maupun kebijakan yang lebih mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/05/13/pemkot-bandung-buka-layanan-psikologi-klinis-di-12-puskesmas">Baca Juga : Pemkot Bandung Buka Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas</a></b>

Dalam kesempatan tersebut, Bandung Convention Hall (BCH) juga didorong agar tidak sekadar menjadi lokasi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi UMKM.

Ke depan, BCH diharapkan dapat memiliki agenda pembinaan dan pengembangan usaha secara rutin sehingga pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas bisnis dan memperluas skala usahanya.

Pemerintah daerah pun diharapkan ikut mendukung pembiayaan program pemberdayaan UMKM melalui APBD agar pelaksanaannya tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah pusat.

“Kami berharap Program Perintis Berdaya Connect ini bisa menjadi program nasional yang dimulai dari Kota Bandung,” katanya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, program tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing.***



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/umkm-6f87_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kota Bandung Jadi Pilot Project Nasional Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/12/kota-bandung-jadi-pilot-project-nasional-pemberdayaan-umkm-dan-ekonomi-kreatif</link>
      <pubDate>Tue, 12 May 2026 18:05:10 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/12/kota-bandung-jadi-pilot-project-nasional-pemberdayaan-umkm-dan-ekonomi-kreatif</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <category>Industri Kreatif</category>
      <description>Kota Bandung dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program Perintis Berdaya Connect yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator PM</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kota Bandung dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program Perintis Berdaya Connect yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Program ini digagas sebagai solusi terpadu atau "one stop solution" untuk memperkuat pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi hingga pelaku usaha masyarakat agar lebih produktif dan mandiri.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison mengatakan, program tersebut hadir untuk membantu pelaku usaha masyarakat berkembang melalui berbagai dukungan terintegrasi.

“Perintis Berdaya Connect ini adalah one stop solution untuk pemerintah pusat maupun daerah dalam membantu memberdayakan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, dan usaha masyarakat lainnya supaya lebih produktif,” kata Leontinus, di Bandung Creative Hub, Selasa 12 Mei 2026.

Program tersebut memiliki sejumlah pilar utama, mulai dari capacity building, akses usaha, pembiayaan hingga perluasan pasar. Para pelaku usaha juga akan dibantu memperoleh akses bahan baku, teknologi produksi, pemasaran omnichannel, legalitas usaha hingga hak kekayaan intelektual (HAKI).

Selain itu, pelaku usaha yang mulai berkembang juga akan difasilitasi mendapatkan akses pembiayaan agar mampu meningkatkan kapasitas usahanya.

Leontinus mengatakan, program ini tidak hanya bertujuan mempertahankan usaha masyarakat, tetapi juga mendorong mereka naik kelas. Indikatornya tidak sekadar peningkatan omzet tetapi juga kemampuan menggunakan teknologi, memperluas tenaga kerja hingga memperkuat daya saing usaha.

“Harapannya mereka tidak hanya mempertahankan bisnisnya tapi juga bisa naik kelas. Bagi yang tadinya belum menggunakan teknologi bisa menggunakan teknologi yang lebih baik. Yang belum mendapatkan pembiayaan kita bantu mendapatkan akses pembiayaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Perintis Berdaya Connect merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan sesuai amanat Perpres Nomor 8. Pemerintah pusat menargetkan masyarakat tidak hanya menerima bantuan sosial tetapi juga menjadi produktif, berdaya dan mandiri secara ekonomi.

“Targetnya masyarakat Indonesia bukan hanya menerima bantuan sosial tapi setelah itu bisa produktif, bisa berdaya dan akhirnya mandiri,” ucapnya.

Bandung dipilih sebagai daerah pertama karena dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat kuat, terutama di sektor kuliner, fashion, kriya hingga pariwisata. Menurut Leontinus, pendekatan pemberdayaan harus disesuaikan dengan karakter dan potensi masing-masing daerah.

“Bandung itu kreatifnya kuat, wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri datang saat akhir pekan. Potensi itu yang harus kita dorong,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengapresiasi Kemenko PM karena telah menunjuk Bandung sebagai pilot project program Perintis Berdaya Connect.

Menurutnya, Kota Bandung memiliki kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner, fesyen, dan kriya. Namun ke depan, program ini juga diharapkan dapat menjangkau subsektor lain seperti digital media dan industri kreatif berbasis teknologi.

“Berbagai kemungkinan untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Bandung akan kita kolaborasikan, tentu nanti dibimbing dari Kemenko PM dan akan terus kita sebarkan informasinya kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung,” tuturnya. 

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/whatsapp-image-2026-05-12-at-150700-a137_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Kerahkan 184 Petugas, Pastikan Hewan Kurban Sehat hingga Hari Tasyrik</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/11/pemkot-kerahkan-184-petugas-pastikan-hewan-kurban-sehat-hingga-hari-tasyrik</link>
      <pubDate>Mon, 11 May 2026 17:24:11 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/11/pemkot-kerahkan-184-petugas-pastikan-hewan-kurban-sehat-hingga-hari-tasyrik</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <category>hewan kurban</category>
      <description>Pemkot Bandung resmi melepas tim pemeriksa hewan kurban di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 11 Mei 2026.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemkot Bandung resmi melepas tim pemeriksa hewan kurban di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 11 Mei 2026.

Sebanyak 184 petugas diterjunkan untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban, baik sebelum (antemortem) maupun setelah penyembelihan (postmortem).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengemukakan langkah ini merupakan upaya memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Bandung dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melepas tim antemortem dan postmortem untuk penanganan hewan-hewan kurban. Kita akan mengawasi semua tempat penjualan dan tempat penyembelihan, memastikan hewan kurban kita sehat dan layak,” kata Farhan.

Ia menjelaskan, sebanyak 184 petugas akan fokus pada pemeriksaan awal atau antemortem. Sedangkan untuk pemeriksaan postmortem, jumlah petugas akan lebih banyak karena dilakukan secara bersamaan saat proses penyembelihan berlangsung.

Tim tersebut akan bekerja tanpa henti mulai hari pelepasan hingga hari terakhir tasyrik. Mereka akan menyisir seluruh wilayah Kota Bandung, mencakup 30 kecamatan dan 151 kelurahan, termasuk menerima laporan masyarakat terkait kondisi hewan kurban.

“Para petugas ini akan terus bergerak setiap hari sampai tasyrik. Tidak ada istirahat, semua untuk memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan layak,” katanya.

Farhan juga menuturkan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Bandung wajib telah divaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Upaya pencegahan telah dilakukan jauh hari melalui edukasi dan pemeriksaan terhadap peternak.

“PMK ini sudah pernah terjadi dua tahun lalu, jadi sekarang para peternak sudah paham. Semua hewan yang masuk harus divaksin dan dibuktikan dengan surat kesehatan,” jelasnya.

Terkait jumlah hewan kurban, Pemkot Bandung memperkirakan adanya peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat sekitar 18.640 ekor, sementara tahun ini disiapkan hingga 25.000 ekor sebagai langkah antisipasi.

Menurut Farhan, data tersebut juga menjadi indikator penting dalam melihat kondisi perekonomian masyarakat. 

“Ini kami laporkan juga ke BPS sebagai indikator sekunder kondisi ekonomi di Kota Bandung,” ujarnya.

Ia mengatakan, hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan langsung dikembalikan ke peternak dan tidak diperbolehkan dijual. Selain itu, penjualan hewan kurban juga harus mematuhi aturan lokasi, seperti tidak menggunakan trotoar dan berada di lahan yang layak.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, tim pemeriksa terdiri dari 145 personel DKPP yang didukung berbagai pihak, termasuk Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat, Universitas Padjadjaran, dan Telkom University.

“Tim ini akan bergerak mulai hari ini hingga H-1 Iduladha untuk antemortem, kemudian dilanjutkan postmortem pada hari H hingga hari tasyrik,” kata Gin Gin.

Selain pemeriksaan, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan pelatihan pemotongan halal bagi 400 perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh kecamatan. Program ini telah berjalan hampir 10 tahun untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat dan standar kesehatan.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan rumah potong hewan sebagai alternatif lokasi penyembelihan, serta memastikan pengawasan distribusi hewan kurban berjalan optimal.

Menariknya, tahun ini Kota Bandung kembali dipercaya menjadi lokasi pembelian sapi bantuan presiden. Tercatat dua ekor sapi dengan berat masing-masing sekitar 1,25 ton telah dipesan untuk disalurkan di wilayah Kota Bandung.

Gin Gin menambahkan, setiap hewan yang telah lolos pemeriksaan akan diberi penanda berupa “kalung sehat dan layak” yang terintegrasi dengan aplikasi e-Selamat.

“Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk mengecek kondisi hewan kurban. Di dalamnya terdapat identitas dan foto hewan, sehingga transparan dan bisa dipastikan kesehatannya,” ujarnya.

Ia menyebut, aplikasi tersebut telah dikembangkan selama hampir lima tahun dan menjadi salah satu terobosan Pemkot Bandung dalam menjamin keamanan pangan asal hewan.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/whatsapp-image-2026-05-11-at-101508-f581_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Targetkan 25 Ribu Kompos Pit Perkuat Pengolahan Sampah Organik</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/11/pemkot-targetkan-25-ribu-kompos-pit-perkuat-pengolahan-sampah-organik</link>
      <pubDate>Mon, 11 May 2026 16:17:31 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/11/pemkot-targetkan-25-ribu-kompos-pit-perkuat-pengolahan-sampah-organik</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <description>Pemkot Bandung mempercepat upaya pengolahan sampah di tingkat wilayah seiring menyusutnya kuota pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Pemerintah Kota Bandung mempercepat upaya pengolahan sampah di tingkat wilayah seiring menyusutnya kuota pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti kini terus berkurang secara bertahap setiap dua minggu.

Jika sebelumnya Kota Bandung dapat membuang sekitar 980 ton sampah per hari, ke depan jumlah tersebut akan ditekan hingga hanya sekitar 600 ton per hari.

“Kondisi sampah saat ini masih terkendali, tetapi harus diwaspadai karena kuota terus berkurang. Ini membutuhkan langkah antisipasi yang serius,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin 11 Mei 2026.

Sebagai respons, Pemkot Bandung mendorong penguatan pengelolaan sampah di tingkat RW dan kelurahan, terutama untuk sampah organik yang selama ini menjadi penyumbang terbesar volume harian.

Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah pembatasan operasional Tempat Penampungan Sementara (TPS), bahkan rencananya TPS akan ditutup setiap akhir pekan, yakni Jumat hingga Minggu. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat mulai terbiasa mengelola sampah secara mandiri.

“Warga harus mulai mencari solusi di wilayah masing-masing, khususnya untuk sampah organik. Tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada TPS,” katanya.

Selain itu, Pemkot juga akan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan untuk mencegah masuknya sampah dari luar Kota Bandung. Pembatasan kapasitas TPS juga akan dilakukan agar tidak terjadi penumpukan berlebihan di titik-titik tertentu.

Farhan menyatakan, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan warga dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengungkapkan, saat ini telah tersedia sekitar 1.510 unit kompos pit dengan kapasitas lebih dari 2.800 meter kubik.

Namun jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menangani sampah organik yang mencapai lebih dari 600 ton per hari. Untuk itu, Pemkot menargetkan pembangunan hingga 25.000 unit kompos pit yang akan ditempatkan di seluruh RW.

“Setiap RW minimal memiliki empat unit komposter agar sampah organik bisa dikelola di wilayah masing-masing selama kurang lebih tiga bulan sebelum dipanen,” jelas Darto.

Selain komposter, berbagai metode pengolahan lain juga terus dikembangkan, seperti budidaya maggot, loseda, hingga pemanfaatan sampah sebagai pakan ternak. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah yang harus dibuang ke TPA secara signifikan.

Tak hanya mengandalkan pengelolaan berbasis masyarakat, Pemkot Bandung juga akan mengaktifkan kembali 18 unit alat pengolah sampah dengan kapasitas total sekitar 18 ton per hari. Bahkan, dua unit tambahan dengan teknologi air pollution control (APC) akan segera dioperasikan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan.

Sementara itu, rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Sarimukti turut menjadi bagian dari solusi jangka panjang. Namun, seluruh proses harus tetap memperhatikan aspek hukum dan regulasi yang berlaku.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bandung berharap mampu menjaga kondisi tetap terkendali di tengah keterbatasan kuota TPA, sekaligus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah menuju sistem yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Kita harus bergerak bersama. Kalau tidak, kondisi ini bisa semakin berat,” pungkasnya. 



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/whatsapp-image-2026-05-11-at-104142-3591_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dinsos Perkuat Penanganan PMKS Lewat Rehabilitasi Sosial dan Rumah Singgah</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/09/dinsos-perkuat-penanganan-pmks-lewat-rehabilitasi-sosial-dan-rumah-singgah</link>
      <pubDate>Sat, 09 May 2026 14:31:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/09/dinsos-perkuat-penanganan-pmks-lewat-rehabilitasi-sosial-dan-rumah-singgah</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <category>kepedulian sosial</category>
      <description>Dinas Sosial Kota Bandung terus memperkuat penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) melalui berbagai program rehabilitasi sosial</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Dinas Sosial Kota Bandung terus memperkuat penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) melalui berbagai program rehabilitasi sosial yang terintegrasi.

Upaya tersebut disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, Irvan Alamsyah dalam Sonata Talkshow edisi Kamis, 7 Mei 2026. 

Irvan menjelaskan, penanganan PMKS dilakukan mulai dari proses asesmen, penjangkauan, hingga pemulihan sosial. Program yang dijalankan mencakup bimbingan sosial bagi keluarga, anak, serta penyandang disabilitas.

“Kalau di bidang rehabilitasi sosial, program utama kami tentu asesmen dan penyaluran sosial. Selain itu ada bimbingan sosial untuk keluarga, anak, hingga penyandang disabilitas,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Bidang Rehabilitasi Sosial juga didukung oleh UPTD Rumah Singgah. Tempat tersebut menjadi lokasi penanganan sementara bagi PMKS hasil penjangkauan gabungan bersama lintas OPD, Satpol PP, Damkar, aparat kewilayahan, dan unsur lainnya dalam rangka penataan dan beautifikasi Kota Bandung.

Di rumah singgah, PMKS mendapatkan layanan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, obat-obatan, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, pendidikan anak, hingga rujukan lanjutan.

Selain itu, Dinsos Kota Bandung juga sempat menjalankan program bimbingan fisik dan mental (Bintalsik) bekerja sama dengan Kodim. Program tersebut menyasar PMKS hasil penjangkauan untuk mendapatkan pembinaan selama 14 hari di rumah singgah.

Tak hanya itu, perhatian terhadap penyandang disabilitas juga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dinsos Kota Bandung saat ini tengah mengembangkan kajian terkait daycare inklusif bagi penyandang disabilitas, sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung.

Program tersebut turut melibatkan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat Kota Bandung (RBM), relawan sosial, PKK, Karang Taruna, TKSK, hingga aparat kewilayahan.

Menurut Irvan, tantangan terbesar saat ini adalah masih adanya keluarga yang menyembunyikan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas. Akibatnya, penanganan sering terlambat dilakukan.

“Masih ada yang di-hide oleh keluarga. Padahal deteksi dini itu penting supaya penanganannya tepat,” katanya.

Ia mencontohkan, terdapat sejumlah kasus warga yang selama ini dianggap mengalami gangguan jiwa, namun setelah diperiksa oleh tenaga kesehatan dan psikolog ternyata merupakan penyandang disabilitas mental dengan kebutuhan penanganan khusus.

Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari respons kasus, pemeriksaan medis, rujukan psikolog maupun layanan kesehatan jiwa, hingga pendampingan keluarga dan lingkungan sosial.

Dinsos Kota Bandung juga mengakui masih terdapat keterbatasan fasilitas rumah singgah yang belum sepenuhnya representatif untuk penanganan penyandang disabilitas karena membutuhkan treatment khusus.

Meski demikian, kolaborasi bersama komunitas, pemerintah provinsi, dan berbagai elemen masyarakat terus dilakukan agar layanan rehabilitasi sosial bagi PMKS dan penyandang disabilitas dapat semakin optimal di Kota Bandung.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/whatsapp-image-2026-05-07-at-173525-d9e8_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Luncurkan Lab Canggih, PMI Kota Bandung Perkuat Layanan Darah Berbasis Digital</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/04/luncurkan-lab-canggih-pmi-kota-bandung-perkuat-layanan-darah-berbasis-digital</link>
      <pubDate>Mon, 04 May 2026 16:20:47 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/04/luncurkan-lab-canggih-pmi-kota-bandung-perkuat-layanan-darah-berbasis-digital</guid>
      <category>PMI</category>
      <category>darah</category>
      <description>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA)</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) di Laboratorium Uji Saring dan Produksi UDD/UPD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Senin, 4 Mei 2026.

Fasilitas ini menjadi yang pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara.

Farhan menyampaikan apresiasi atas hadirnya teknologi mutakhir yang menandai langkah maju dalam digitalisasi pelayanan kesehatan di Kota Bandung.

“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan fasilitas terbaru di PMI Kota Bandung. Ini merupakan bentuk digitalisasi pengelolaan donor darah agar bisa betul-betul efisien dan optimal menggunakan teknologi terbaru,” katanya.

Menurut Farhan, kehadiran sistem GLP dan WBA menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya fasilitas canggih ini tersedia di Indonesia. Ia menilai, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kota Bandung, PMI Jawa Barat, PMI Pusat, serta dukungan pihak swasta.

“Ini yang pertama di Indonesia. Saya sangat mengapresiasi kerja keras PMI Kota Bandung dengan dukungan PMI Jawa Barat dan PMI Pusat, sehingga bisa bekerja sama dengan pihak swasta menghadirkan layanan terbaik,” katanya.

Farhan menjelaskan, keunggulan utama sistem ini terletak pada otomatisasi proses pengolahan darah yang jauh lebih efisien. Dengan teknologi tersebut, darah donor dapat diolah menjadi berbagai komponen seperti Packed Red Cells (PRC), plasma, trombosit, dan leukosit dengan waktu yang lebih cepat.

Selain itu, sistem pencatatan yang telah terdigitalisasi mengurangi risiko kesalahan manual, termasuk potensi tertukarnya data atau sampel darah.

“Dengan sistem ini, pencatatan tidak lagi manual sehingga risiko tertukar bisa dihindari. Ini membuat proses menjadi lebih akurat dan efisien,” tambahnya.

Dari sisi kapasitas, fasilitas ini mampu menangani lebih dari 1.000 sampel donor darah per hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan darah sekaligus mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat.

Farhan juga mengajak warga Kota Bandung untuk aktif mendonorkan darah di PMI. Menurutnya, selain membantu sesama, donor darah kini juga memberikan manfaat tambahan berupa skrining kesehatan.

“Dengan adanya alat ini, masyarakat juga bisa mendapatkan skrining kesehatan dari tes darahnya. Ini akan mendorong gaya hidup sehat di Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto dalam laporannya mengungkapkan, pelayanan darah merupakan bagian dari upaya kemanusiaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“PMI bertugas menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan sehat. Peresmian GLP dan Whole Blood Automation System ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Menurut Ade, penerapan sistem GLP ini merupakan implementasi teknologi terdepan yang diharapkan dapat menjadi standar baru bagi unit donor darah di Indonesia.

“Insyaallah PMI DKI dan PMI Surabaya akan segera menyusul, diikuti oleh UDD lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.

Ade juga menyampaikan apresiasi kepada mitra swasta, yakni PT Abbott dan PT Istama Ranoraya, atas kolaborasi dalam pengadaan dan pengembangan fasilitas tersebut.





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/whatsapp-image-2026-05-04-at-141802-44a5_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Bandung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Ini Rinciannya</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/03/pemkot-bandung-percepat-penyaluran-bantuan-pangan-ini-rinciannya</link>
      <pubDate>Sun, 03 May 2026 16:24:26 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ely Kurniawati]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/03/pemkot-bandung-percepat-penyaluran-bantuan-pangan-ini-rinciannya</guid>
      <category>bantuan pangan Bandung 2026</category>
      <category>beras dan minyak goreng gratis</category>
      <category>CPP Badan Pangan Nasional</category>
      <category>Perum Bulog Bandung</category>
      <description>Bantuan pangan Bandung 2026 meningkat tajam hingga 146 ribu penerima. Program beras dan minyak goreng ini bantu tekan inflasi dan jaga daya beli warga.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM</b> - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mempercepat distribusi bantuan pangan kepada masyarakat. 

Program ini mencakup penyaluran beras dan minyak goreng yang bersumber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan didistribusikan melalui Perum Bulog.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Februari hingga Maret 2026. 

Program ini dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan pada periode kali ini mengalami lonjakan cukup besar dibandingkan sebelumnya.

Jika pada akhir tahun 2025 jumlah penerima tercatat sekitar 80 ribu keluarga, kini meningkat menjadi lebih dari 146 ribu penerima. 

Artinya, ada penambahan lebih dari 66 ribu keluarga yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung.

Menurutnya, data penerima bantuan mengacu pada basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, sehingga penyaluran dinilai lebih tepat sasaran.

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa beras kualitas medium sebanyak 10 kilogram per bulan dan minyak goreng sebanyak 2 liter per bulan. 

Penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, DKPP melakukan pengawasan ketat mulai dari proses penyimpanan hingga distribusi di lapangan. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.

Hingga awal Mei 2026, realisasi penyaluran telah menjangkau lebih dari 41 ribu penerima atau sekitar 28 persen dari total sasaran. 

Distribusi sudah berlangsung di sejumlah kecamatan dan kelurahan, dan akan terus diperluas hingga seluruh penerima terlayani.

Pemkot Bandung menargetkan program ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta menjadi salah satu langkah strategis dalam mengendalikan inflasi daerah di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/177778731264-jangkau-146-232-penerima-pemkot-bandung-genjot-penyaluran-bantuan-pangan-5f5e_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kurangi Pelanggaran, Program Simpang Sejuta Selamat Digelar di Bandung</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/02/kurangi-pelanggaran-program-simpang-sejuta-selamat-digelar-di-bandung</link>
      <pubDate>Sat, 02 May 2026 16:02:04 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ely Kurniawati]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/02/kurangi-pelanggaran-program-simpang-sejuta-selamat-digelar-di-bandung</guid>
      <category>balai-kota-bandung</category>
      <category>lalu lintas Bandung</category>
      <category>edukasi lalu lintas Bandung</category>
      <description>Program Simpang Sejuta Selamat di Bandung tingkatkan disiplin lalu lintas di persimpangan rawan, sekaligus edukasi keselamatan dan penindakan pelanggaran.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM</b> - Upaya meningkatkan keselamatan berkendara di Kota Bandung terus digencarkan melalui kegiatan bertajuk Simpang Sejuta Selamat yang digelar di kawasan Simpang Lima, tepatnya di pertemuan Jalan Asia Afrika, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Sunda, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Program ini menjadi langkah lanjutan dari kampanye keselamatan yang sebelumnya lebih banyak difokuskan pada perlintasan kereta api sebidang. 

Kini, perhatian diperluas ke persimpangan jalan yang dinilai memiliki tingkat pelanggaran lalu lintas cukup tinggi.

Koordinator Daerah 2 Bandung Komunitas Edan Sepur, Abdullah Putra Gandhara, mengungkapkan bahwa banyak pengendara masih melakukan pelanggaran berisiko di lampu merah, seperti menerobos saat sinyal berhenti atau berhenti melewati garis zebra cross.

Menurutnya, pemilihan lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Simpang Lima Asia Afrika merupakan salah satu titik rawan kecelakaan karena padatnya arus kendaraan dan kedekatannya dengan perlintasan sebidang.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Bandung, kepolisian, Satpol PP, hingga layanan darurat seperti PSC 119 dan Bandung Siaga 112. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan.

Selain memberikan edukasi kepada pengendara, petugas juga melakukan penegakan hukum di lokasi. Pelanggaran yang ditemukan langsung ditindak oleh aparat kepolisian melalui sistem tilang elektronik menggunakan perangkat genggam.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan saat terjadi kecelakaan atau kondisi darurat, termasuk pemanfaatan layanan panggilan cepat 112 dan PSC 119.

Abdullah menambahkan, kegiatan ini merupakan pengembangan dari gerakan sebelumnya yang dikenal sebagai Budaya Disiplin. Melalui pendekatan baru ini, diharapkan pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak pengguna jalan.

Rencananya, program Simpang Sejuta Selamat akan digelar secara rutin setiap tiga pekan sekali di beberapa titik strategis, seperti kawasan Asia Afrika, Merdeka–Aceh, dan Dago.

Harapannya, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat sehingga dapat menekan angka kecelakaan, baik di persimpangan maupun perlintasan kereta api.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/177773119987-95fb_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kerusakan Capai Rp400 Juta, Ini Dampak Kericuhan Demo Buruh di Bandung</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/05/02/kerusakan-capai-rp400-juta-ini-dampak-kericuhan-demo-buruh-di-bandung</link>
      <pubDate>Sat, 02 May 2026 12:45:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ely Kurniawati]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/05/02/kerusakan-capai-rp400-juta-ini-dampak-kericuhan-demo-buruh-di-bandung</guid>
      <description>Kerusuhan terjadi saat May Day Bandung 2026 di Dago Cikapayang. Aksi awal damai berubah ricuh, sebabkan kerusakan fasilitas hingga ratusan juta rupiah.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung pada Jumat, 1 Mei 2026, berlangsung tertib sejak pagi hingga sore hari. Aktivitas buruh yang terpusat di sekitar Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat berjalan damai tanpa gangguan berarti.

Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, serta instansi terkait. Kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan di Polrestabes Bandung sejak pukul 08.00 WIB.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan bahwa situasi sepanjang siang relatif kondusif. Petugas berjaga di sejumlah titik strategis hingga sore hari tanpa adanya lonjakan massa signifikan.

Menjelang petang, sekitar pukul 16.30 WIB, sekelompok massa sempat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan lampu merah Gedung Sate. Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban, namun berakhir dengan pembubaran secara tertib.

Ketegangan mulai meningkat pada malam hari sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Dago Cikapayang. Sekelompok orang yang diduga berasal dari kelompok anarko mulai melakukan tindakan anarkis seperti membakar fasilitas jalan dan merusak pembatas lalu lintas.

Situasi semakin memanas setelah massa dari arah Jalan Tamansari bergabung. Mereka diduga melakukan aksi sweeping serta membawa benda berbahaya seperti bom molotov.

Aparat kepolisian dari satuan Brimob segera turun tangan sekitar pukul 19.00 WIB untuk mengendalikan keadaan. Massa berhasil dipukul mundur, sementara petugas pemadam kebakaran dengan cepat mengatasi api yang sempat membesar.

Akibat kericuhan tersebut, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan serius. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyebut kerusakan terjadi pada lampu lalu lintas (APILL) serta perangkat jaringan fiber optik di simpang Balubur Tamansari.

Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta dengan tingkat kerusakan hingga 75 persen. Saat ini, pihak Dishub tengah melakukan langkah darurat agar sistem lalu lintas tetap berfungsi sambil menunggu proses perbaikan permanen. 

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan. Kapolda Jawa Barat menyatakan bahwa pelaku memiliki ciri khas tertentu yang mengarah pada kelompok anarko.

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan resmi peringatan Hari Buruh dan tidak mencerminkan aspirasi pekerja secara umum, melainkan murni tindakan perusakan.

Pemerintah Kota Bandung pun mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas umum demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Kerusakan fasilitas publik dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas warga sehari-hari.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/177770762184-eb87_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Larangan Penebangan Pohon di Jalan Provinsi, Pemkot Bandung Dukung Kebijakan Pemprov Jabar</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/30/larangan-penebangan-pohon-di-jalan-provinsi-pemkot-bandung-dukung-kebijakan-pemprov-jabar</link>
      <pubDate>Thu, 30 Apr 2026 14:45:20 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/30/larangan-penebangan-pohon-di-jalan-provinsi-pemkot-bandung-dukung-kebijakan-pemprov-jabar</guid>
      <category>larangan penebangan pohon</category>
      <description>Pemkot Bandung dukung larangan penebangan pohon di jalan provinsi. Penebangan kini wajib izin gubernur, kecuali kondisi darurat.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung menyatakan dukungannya terhadap kebijakan terbaru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melarang aktivitas penebangan maupun pemangkasan pohon di sepanjang ruas jalan provinsi.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 46.KH.06.03/ASDA EKBANG yang diterbitkan pada 4 April 2026 melalui Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa seluruh kegiatan penebangan atau pemangkasan pohon di jalan provinsi tidak diperbolehkan tanpa izin resmi dari Gubernur Jawa Barat. Pengecualian hanya berlaku dalam kondisi darurat, dengan kewajiban pelaporan setelah tindakan dilakukan.

Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Pemkot Bandung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta mempertahankan kualitas ruang terbuka hijau di wilayah kota.

Sejumlah jalan provinsi yang melintasi Kota Bandung di antaranya Jalan Diponegoro, Jalan Pasteur, Jalan Cihampelas, Jalan Merdeka, Jalan Sudirman, Jalan HOS Cokroaminoto (Pasirkaliki), serta Jalan Gardujati.

Pepohonan di kawasan tersebut memiliki peran penting, tidak hanya memperindah kota, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas udara, menekan tingkat polusi, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus, menjelaskan bahwa Surat Edaran tersebut memuat tiga poin utama.

“Tidak boleh melakukan penebangan maupun pemangkasan pohon di ruas jalan provinsi. Jika akan dilakukan penebangan atau pemangkasan, harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Gubernur Jawa Barat. Dan apabila dalam kondisi darurat pohon harus ditebang dan tidak sempat melapor, maka setelah penanganan di lapangan dilakukan, hasilnya wajib dilaporkan kepada Gubernur,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat yang diteruskan ke DPKP Kota Bandung sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.

Sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan DBMPR Provinsi Jawa Barat dan unit pelaksana teknis terkait.

“Jika nanti ada usulan pemangkasan atau penebangan di ruas jalan provinsi, akan kami arahkan sesuai kewenangan ke Dinas Bina Marga Provinsi sebagaimana isi surat edaran,” tambahnya.

Pemkot Bandung juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan, khususnya keberadaan ruang hijau di perkotaan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan hidup warga.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2025/12/farhan-bandung-4aa9_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Ngabandungan Bandung: Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Lewat Video Mapping di Balai Kota</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/28/ngabandungan-bandung-edukasi-kesiapsiagaan-bencana-lewat-video-mapping-di-balai-kota</link>
      <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:37:50 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/28/ngabandungan-bandung-edukasi-kesiapsiagaan-bencana-lewat-video-mapping-di-balai-kota</guid>
      <category>bpbd kota bandung</category>
      <category>Ngabandungan Bandung</category>
      <category>video mapping Bandung</category>
      <category>kesiapsiagaan bencana</category>
      <category>Sesar Lembang&#13;
</category>
      <description>Ngabandungan Bandung hadirkan video mapping edukatif tentang kesiapsiagaan bencana, mengajak warga lebih sadar risiko dan mitigasi.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Pendekatan edukasi kebencanaan di Kota Bandung kini dikemas dengan cara yang lebih kreatif dan menarik. 

Melalui pertunjukan video mapping bertajuk “Ngabandungan Bandung”, masyarakat diajak memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana lewat perpaduan seni visual dan narasi budaya.

Acara yang digelar di Balai Kota Bandung pada Minggu malam, 26 April 2026 ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). 

Tidak sekadar pertunjukan, kegiatan ini dirancang sebagai media edukasi yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara interaktif.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/28/jelang-porprov-2026-1181-atlet-bandung-jalani-tes-sport-science">Baca Juga : Jelang Porprov 2026, 1.181 Atlet Bandung Jalani Tes Sport Science</a></b>

Kolaborasi antara komunitas Sesar Lembang Kalcer dan Sembilan Matahari menghadirkan visual mapping yang sarat pesan. Keduanya dikenal sebagai kreator visual berskala nasional yang kerap menghadirkan karya imersif dengan pendekatan teknologi.

Mengusung cerita “Dongeng Kelana: Oray Tapa”, pertunjukan ini mengajak penonton menyelami hubungan manusia dengan alam sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dalam menghadapi potensi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan bahwa konsep “Ngabandungan” bukan sekadar nama acara, tetapi juga ajakan untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

“Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap kesiapsiagaan Bencana. Kita ingin naik kelas tertinggi dengan Pengetahuan Bencana Sebagai lifestyle, Gaya Hidup atau Culture," ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis seni diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap mitigasi bencana, dari yang sebelumnya dianggap isu serius menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Dengan Kesiapsiagaan Bencana Menjadi culture kita Harapkan Masyarakat untuk sadar bencana bukan sekadar menunggu Tetapi Literasi tentang Kebencaan Aktif,” kata Didi.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/28/harga-sembako-bandung-april-2026-stabil-ini-daftar-lengkap-perubahan-harga-terbaru">Baca Juga : Harga Sembako Bandung April 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Perubahan Harga Terbaru</a></b>

Sebagai wilayah yang memiliki potensi bencana cukup beragam, Kota Bandung menghadapi ancaman mulai dari banjir dan longsor hingga risiko gempa akibat aktivitas Sesar Lembang.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terus meningkat, sehingga kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tumbuh dari lingkungan keluarga hingga komunitas.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/video-maping-bandung-2fe2_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Harga Sembako Bandung April 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Perubahan Harga Terbaru</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/28/harga-sembako-bandung-april-2026-stabil-ini-daftar-lengkap-perubahan-harga-terbaru</link>
      <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:33:03 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/28/harga-sembako-bandung-april-2026-stabil-ini-daftar-lengkap-perubahan-harga-terbaru</guid>
      <category>Harga sembako Bandung</category>
      <description>Harga sembako Bandung April 2026 relatif stabil. Simak daftar terbaru komoditas yang naik dan turun serta kondisi pasokan di pasar tradisional.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung memastikan kondisi harga bahan pokok di pasar tradisional masih berada dalam batas wajar. 

Meski terjadi pergerakan harga pada sejumlah komoditas, situasinya dinilai tetap terkendali dan belum mengganggu daya beli masyarakat.

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), pemantauan rutin terus dilakukan di berbagai pasar utama. Hasil perbandingan data pada 16 April dan 23 April 2026 menunjukkan adanya dinamika harga, namun tidak mengarah pada lonjakan signifikan.

Sejumlah pasar yang menjadi titik pemantauan antara lain Pasar Astanaanyar, Sederhana, Palasari, Kosambi, Ujungberung, Pasar Baru, hingga Cihaurgeulis. 

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/28/kai-daop-2-sampaikan-duka-cita-dan-permohonan-maaf-atas-insiden-di-bekasi-timur-beberapa-perjalanan-ka-parahyangan-terdampak">Baca Juga : KAI Daop 2 Sampaikan Duka Cita dan Permohonan Maaf atas Insiden di Bekasi Timur, Beberapa Perjalanan KA Parahyangan Terdampak</a></b>

Dari hasil tersebut, beberapa komoditas tercatat masih stabil, seperti beras medium di kisaran Rp13.500 per kilogram, bawang merah Rp42.000 per kilogram, bawang putih Rp39.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp28.500 per kilogram.

Untuk komoditas minyak goreng, harga MinyaKita tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Sementara itu, minyak goreng curah berada di kisaran Rp21.000 per liter dan minyak goreng premium berkisar antara Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter.

Di sisi lain, beberapa bahan pangan justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit merah turun menjadi Rp64.000 per kilogram, disusul daging ayam ras yang kini berada di angka Rp36.500 per kilogram.

Namun demikian, terdapat pula komoditas yang mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Cabai rawit hijau tercatat naik menjadi Rp58.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting dan cabai merah tanjung berada di kisaran Rp62.500 per kilogram.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Rony Ahmad Nurudin, menegaskan bahwa kondisi pasokan secara keseluruhan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/28/jelang-porprov-2026-1181-atlet-bandung-jalani-tes-sport-science">Baca Juga : Jelang Porprov 2026, 1.181 Atlet Bandung Jalani Tes Sport Science</a></b>

"Pemantauan juga mencakup kebutuhan energi rumah tangga dan transportasi, termasuk BBM dan BBG, guna memastikan distribusi tetap lancar dan tidak terjadi gangguan pasokan di masyarakat," katanya.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah kota juga terus memperkuat pengawasan distribusi barang penting seperti beras dan minyak goreng dengan melibatkan pelaku usaha serta distributor.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh kebutuhan pokok dapat diakses masyarakat secara merata dengan harga yang tetap terjangkau.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/bahan-pokok-pasar-0e97_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Ngabandungan Bandung, Bangun Kesiapsiagaan Bencana Lewat Video Mapping</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/27/ngabandungan-bandung-bangun-kesiapsiagaan-bencana-lewat-video-mapping</link>
      <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 11:42:50 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/27/ngabandungan-bandung-bangun-kesiapsiagaan-bencana-lewat-video-mapping</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <description>Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi seni pertunjukan melalui acara bertajuk “Ngabandungan Bandung”,</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi seni pertunjukan melalui acara bertajuk “Ngabandungan Bandung”, sebuah pertunjukan video mapping yang memadukan visual, budaya, dan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat di Balai Kota Bandung, Minggu, 26 April 2026 malam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat Kota Bandung, yang mengusung pendekatan kreatif dan interaktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Sesar Lembang Kalcer dan Sembilan Matahari, yang dikenal dengan karya visual mapping berskala nasional. Melalui teknologi visual yang menarik, pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami risiko bencana di Kota Bandung.

Mengangkat tema “Dongeng Kelana: Oray Tapa”, pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga sarana refleksi tentang hubungan manusia dengan alam serta penguatan nilai gotong royong dalam menghadapi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi menyampaikan, “Ngabandungan” memiliki makna mendalam, yakni mengajak masyarakat untuk mendengar, mengenali diri, dan memahami lingkungan tempat tinggalnya sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana.

“Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap kesiapsiagaan Bencana. Kita ingin naik kelas tertinggi dengan Pengetahuan Bencana Sebagai lifestyle, Gaya Hidup atau Culture," ujarnya.

Pendekatan kreatif seperti video mapping diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap mitigasi bencana.

“Dengan Kesiapsiagaan Bencana Menjadi culture kita Harapkan Masyarakat untuk sadar bencana bukan sekadar menunggu Tetapi Literasi tentang Kebencaan Aktif,” kata Didi

Perlu diketahui, Kota Bandung memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, hingga ancaman gempa dari Sesar Lembang yang berpotensi menimbulkan dampak besar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas. 

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/whatsapp-image-2026-04-27-at-082938-b979_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Program Sasapu Bandung Diperluas, Sasar 181 Titik Aparat Kewilayahan Wajib Turun Lapangan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/26/program-sasapu-bandung-diperluas-sasar-181-titik-aparat-kewilayahan-wajib-turun-lapangan</link>
      <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 17:35:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/26/program-sasapu-bandung-diperluas-sasar-181-titik-aparat-kewilayahan-wajib-turun-lapangan</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <description>Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya penanganan kebersihan kota melalui program “Sasapu Bandung” yang kini diperluas cakupannya secara signifikan</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya penanganan kebersihan kota melalui program “Sasapu Bandung” yang kini diperluas cakupannya secara signifikan. 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi langkah konkret untuk memastikan kebersihan kota ditangani secara langsung dan terukur.

Program Sasapu merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang juga mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi percepatan penanganan persoalan kebersihan di Kota Bandung yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural.

“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Ini adalah gerakan perubahan pola kerja dan pola pikir. Aparat kewilayahan harus turun langsung, melihat kondisi nyata di lapangan,” ujar Farhan di Teras Sunda Cibiru, Kota Bandung, Sabtu, 25 April 2026.

Program yang sebelumnya hanya dilaksanakan di 46 titik kini diperluas menjadi 181 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. 

Perluasan ini dilakukan setelah evaluasi awal menunjukkan masih banyak titik yang membutuhkan penanganan intensif.

Farhan mengakui, pada tahap awal pelaksanaan, dirinya belum sepenuhnya puas terhadap hasil yang dicapai. 

Oleh karena itu, cakupan program ditingkatkan agar dampaknya lebih terasa di masyarakat.

Salah satu ciri utama program Sasapu adalah keterlibatan langsung aparat kewilayahan. Camat dan lurah diwajibkan turun langsung ke lapangan setiap hari Minggu, mulai pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.

Langkah ini bertujuan agar para pemimpin wilayah tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi benar-benar memahami kondisi riil di lapangan, termasuk titik-titik rawan sampah, saluran tersumbat, hingga area yang membutuhkan intervensi cepat.

“Tidak bisa hanya duduk di kantor. Harus lihat langsung. Dengan begitu, solusi yang diambil juga lebih tepat,” ucap Farhan.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi langsung terhadap kinerja aparat kewilayahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, program Sasapu diperkuat dengan tambahan sekitar 130 personel kebersihan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Kehadiran tenaga tambahan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan di titik-titik prioritas serta meningkatkan efektivitas kerja di lapangan.

Kolaborasi lintas pemerintahan ini dinilai menjadi langkah strategis, mengingat persoalan kebersihan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antarlevel pemerintahan.

Menurutnya, keberhasilan program Sasapu sangat bergantung pada kedisiplinan aparat kewilayahan. 

Oleh karena itu, Pemkot Bandung tidak segan memberikan sanksi bagi aparatur yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Ia bahkan menyebutkan, mekanisme evaluasi dan pengawasan akan dilakukan secara ketat, termasuk pemberian sanksi bagi yang tidak hadir atau tidak menjalankan tugas dengan baik.

“Kedisiplinan itu wajib. Kalau tidak turun, akan ada evaluasi dan sanksi. Ini bukan kegiatan seremonial,” tutur Farhan.

Program Sasapu tidak hanya fokus pada kegiatan pembersihan, tetapi juga menjadi sarana identifikasi berbagai persoalan lingkungan secara langsung, mulai dari titik penumpukan sampah, kondisi drainase, hingga potensi masalah kebersihan lainnya.

Hasil identifikasi ini kemudian menjadi dasar bagi tindak lanjut kebijakan, baik dalam bentuk penanganan cepat maupun perencanaan jangka menengah.

Dengan pendekatan ini, Pemkot Bandung berharap penanganan kebersihan tidak lagi bersifat reaktif, tetapi lebih sistematis dan berkelanjutan.

Melalui perluasan program Sasapu, Pemkot Bandung menargetkan terjadinya perubahan nyata di tingkat lapangan, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun kinerja aparat kewilayahan

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/whatsapp-image-2026-04-26-at-094800-8bc9_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Mudzakarah ANNAS III Tegaskan Pentingnya Jaga Akidah dan Persatuan Bangsa</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/26/mudzakarah-annas-iii-tegaskan-pentingnya-jaga-akidah-dan-persatuan-bangsa</link>
      <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:47:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginanjar]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/26/mudzakarah-annas-iii-tegaskan-pentingnya-jaga-akidah-dan-persatuan-bangsa</guid>
      <category>Mudzakarah</category>
      <category>Syiah</category>
      <category>Athian Ali</category>
      <description>Mudzakarah Nasional III Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) digelar di Grand Asrilia Hotel, Bandung, Minggu (26/4/2026). &#13;
</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Mudzakarah Nasional III Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) digelar di Grand Asrilia Hotel, Bandung, Minggu (26/4/2026). 

Pertemuan tersebut dihadiri ratusan ulama, akademisi, tokoh masyarakat, hingga aktivis organisasi Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini mengangkat tema “Antisipasi terhadap Gerakan Syiah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” dan menjadi ajang konsolidasi umat dalam menghadapi tantangan ideologis yang kian kompleks.

Sejak beberapa hari sebelum acara, peserta dari luar daerah mulai berdatangan. Total lebih dari 400 peserta hadir, termasuk sekitar 140 perwakilan cabang dan badan otonom ANNAS dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Forum ini menegaskan keterkaitan erat antara isu akidah dan kebangsaan sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Umum ANNAS, KH Athian Ali M Da’i, membuka acara dengan menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara komitmen keagamaan dan tanggung jawab kebangsaan. 

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jawa Barat turut menyampaikan paparan mengenai peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional.

Dalam sesi utama, pembahasan mudzakarah difokuskan pada dua hal strategis, yakni upaya penanggulangan ancaman terhadap akidah serta langkah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Sejumlah narasumber nasional turut memberikan pandangan dari berbagai perspektif, mulai dari aspek hukum, sosial, hingga strategi dakwah.

Tak sekadar menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sidang komisi yang membahas konsolidasi organisasi dan penyusunan program kerja ke depan. 

Hasilnya kemudian dirumuskan dalam sidang paripurna sebagai rekomendasi resmi Mudzakarah Nasional ANNAS III.

Rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat luas sebagai kontribusi pemikiran dalam menjaga stabilitas nasional dan keutuhan bangsa.

Dalam wawancara terpisah, KH Athian Ali menekankan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi konflik akibat perbedaan pemahaman keagamaan. Dia menyinggung peristiwa konflik Sampang 2012 sebagai contoh yang tidak diharapkan terulang.

“Kita tidak ingin peristiwa berdarah seperti di Sampang terjadi kembali. Karena itu, ANNAS terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Menurut Athian, setiap individu memiliki kebebasan dalam meyakini ajaran tertentu. Namun, penyampaian keyakinan di ruang publik perlu dilakukan secara bijak agar tidak memicu gesekan sosial.

Dia juga mengingatkan adanya dinamika di sejumlah negara yang mengalami konflik akibat perbedaan mazhab. “Itu yang kita coba antisipasi, jangan sampai terjadi di Indonesia. Kita ingin menjaga kesatuan bangsa dan mencegah potensi perpecahan,” katanya.

Athian menegaskan, ANNAS berperan dalam berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat guna menjaga stabilitas. Menanggapi tudingan intoleransi, dia menyatakan, penegakan hukum terhadap pelanggaran tidak bisa disamakan dengan sikap intoleran.

“Kalau ada pelanggaran hukum, tentu harus ditindak. Itu bukan soal toleransi atau tidak, tapi penegakan aturan,” tegasnya.

Selain menghasilkan rekomendasi, ANNAS juga telah menyusun dan menyebarluaskan buku yang memuat pandangan organisasi terkait potensi dampak ajaran Syiah terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara kepada berbagai pejabat, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Melalui Mudzakarah Nasional ANNAS III ini, ANNAS kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga akidah sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah dinamika yang terus berkembang. ***



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/annas-2-04df_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Mengenal Oneng Nani Hadian, Sosok Kartini yang Menyapa Warga</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/23/mengenal-oneng-nani-hadian-sosok-kartini-yang-menyapa-warga</link>
      <pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:59:42 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginanjar]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/23/mengenal-oneng-nani-hadian-sosok-kartini-yang-menyapa-warga</guid>
      <category>Kartini</category>
      <category>Oneng Nani Hadian Supriatna</category>
      <category>Cibiru Wetan</category>
      <description>Kartini mungkin merangkai kata tentang harapan, tetapi Oneng Nani Hadian Supriatna 'menuliskannya' lewat tindakan. </description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kartini mungkin merangkai kata tentang harapan, tetapi Oneng Nani Hadian Supriatna 'menuliskannya' lewat tindakan. Dia datang sebagai penggerak senyap yang menjaga denyut pelayanan masyarakat tetap hidup. 

Dari posyandu, kelompok wanita tani, hingga ruang-ruang kecil tempat warga menggantungkan kebutuhan dasarnya, Oneng Nani hadir tanpa sorotan. Tak selalu muncul di barisan depan, di tengah geliat pembangunan Desa Cibiru Wetan. 

Pegiat Perempuan dan Ketua Pemuda Kolaborasi Audinie Notohadinegoro menyebut Oneng Nani sebagai sosok yang tidak mencari cahaya, tapi menjadi cahaya itu sendiri. Bagi Audinie, kekuatan Oneng Nani terletak pada kesunyian kerja yang dijalani setiap hari. 

“Beliau ini seperti Kartini dalam bentuk yang berbeda. Tidak banyak bicara, tapi memastikan semua program benar-benar sampai ke warga,” ujar Audinie dalam sebuah percakapan. 

Oneng Nani Hadian Supriatna adalah ibu rumah tangga yang memilih hadir penuh dalam kerja-kerja desa. Dia mendampingi Kepala Desa Cibiru Wetan melalui perannya sebagai Ketua TP-PKK, sekaligus menggerakkan berbagai layanan sosial yang menjadi nadi kehidupan masyarakat.

Setiap hari, dia berinteraksi dengan kader PKK, mendampingi posyandu, menyambangi kelompok wanita tani, hingga memastikan layanan PAUD, Kampung KB, dan kelompok disabilitas berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas itu ia jalani tanpa banyak sorotan, tetapi dengan konsistensi yang terus terjaga.

“Saya bersyukur tidak menjadi wanita karier. Waktu dan tenaga saya bisa saya dedikasikan untuk desa,” kata Oneng dalam sebuah obrolan ringan.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di lapangan, menjelma menjadi rangkaian kerja yang tidak pernah berhenti. Kehadirannya menjadi penghubung antara program dan warga, antara kebijakan dan kebutuhan yang nyata.

Desa Cibiru Wetan pun mencatat berbagai capaian. Di antaranya Juara 2 Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2022, Juara 2 Hatinya PKK tahun 2025, serta sejumlah penghargaan di tingkat PKK Kabupaten Bandung. Sebelumnya, dia juga pernah masuk dalam 10 Kader Keamanan Pangan Terbaik Tingkat Nasional tahun 2021.

Namun bagi Oneng Nani, semua itu bukan tujuan akhir. “Ini kerja bersama,” ujarnya merendah. “Saya hanya bagian kecil dari banyak orang yang bergerak.”

Audinie menyebutnya sebagai sosok yang menghidupkan kerja-kerja desa dari sisi yang kerap tak terlihat. “Kalau Kartini memperjuangkan gagasan lewat tulisan, Bu Oneng memperjuangkannya lewat kehadiran,” katanya.

Di Cibiru Wetan, pengabdian itu tidak selalu terdengar. Dia terasa, dalam aktivitas posyandu, gerak kader, dan layanan dasar yang sampai ke warga tanpa putus.

Seperti Kartini yang menyalakan cahaya dari ruang sunyi, Oneng Nani Hadian Supriatna menyalakan kehidupan desa dengan langkah-langkah kecil yang konsisten. Tanpa banyak gema, tetapi cukup untuk menjaga nyala itu tetap ada.



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/oneng-fbfb_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Jelang Iduladha 2026, Pemkot Bandung Siapkan Sistem Canggih Cek Hewan Kurban</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/20/jelang-iduladha-2026-pemkot-bandung-siapkan-sistem-canggih-cek-hewan-kurban</link>
      <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 16:30:23 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/20/jelang-iduladha-2026-pemkot-bandung-siapkan-sistem-canggih-cek-hewan-kurban</guid>
      <category>hewan kurban sehat Bandung</category>
      <category>Iduladha 2026 Bandung</category>
      <category>aplikasi E Selamat kurban</category>
      <category>cara cek hewan kurban</category>
      <category>pelatihan juru sembelih halal</category>
      <description>DKPP Bandung pastikan hewan kurban sehat jelang Iduladha 2026 lewat aplikasi E-Selamat dan pemeriksaan ketat di 30 kecamatan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Menjelang Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung memperkuat berbagai langkah pengawasan untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan sesuai syariat.

Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang sekaligus terjamin dari sisi kesehatan dan keamanan pangan.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menegaskan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban.

“Dengan sistem ini, warga tidak perlu ragu saat memilih hewan kurban. Semua hasil pemeriksaan bisa diakses langsung melalui ponsel,” ujar Gin Gin, Minggu 19 April 2026.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, pemeriksaan ante mortem untuk memastikan kondisi hewan saat masih hidup. Kedua, post mortem guna memeriksa organ dalam setelah penyembelihan.

Langkah ini dinilai penting karena risiko penyakit dari hewan ke manusia cukup tinggi dan perlu diantisipasi sejak awal.

<b>Inovasi Digital E-Selamat</b>

Untuk memudahkan masyarakat, DKPP menghadirkan aplikasi E-Selamat (Sehat Layak Makin Tenang). Melalui sistem ini, warga cukup memindai barcode pada hewan kurban untuk mengetahui riwayat kesehatannya.

Informasi yang ditampilkan meliputi foto hewan hingga hasil pemeriksaan kelayakan, sehingga proses pemilihan menjadi lebih transparan.

Sebanyak 184 petugas diterjunkan ke 30 kecamatan guna memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan optimal.

Pengawasan ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti Persatuan Dokter Hewan Indonesia wilayah Jawa Barat, Fakultas Kedokteran Hewan Unpad, hingga Telkom University.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sistem pengawasan secara menyeluruh.

Tak hanya pengawasan, DKPP juga menggelar pelatihan pemotongan hewan kurban secara halal bagi masyarakat dan pengurus DKM.

Materi yang diberikan mencakup aspek syariat, teknik penyembelihan, higiene, hingga kesejahteraan hewan. Program ini melibatkan narasumber dari Majelis Ulama Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Salman ITB.

Pelatihan ini diharapkan melahirkan juru sembelih halal (Juleha) yang kompeten.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan proses kurban tidak hanya sah secara agama, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih hewan kurban yang telah melalui pemeriksaan resmi, sehingga ibadah dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan berkualitas.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/hewan-kurban-iduladha-bandung-30cf_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dishub Bandung Tertibkan Parkir Liar, Puluhan Kendaraan Ditilang dan Diderek</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/20/dishub-bandung-tertibkan-parkir-liar-puluhan-kendaraan-ditilang-dan-diderek</link>
      <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 14:17:05 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/20/dishub-bandung-tertibkan-parkir-liar-puluhan-kendaraan-ditilang-dan-diderek</guid>
      <description>Dishub Bandung tertibkan parkir liar di sejumlah ruas jalan. Puluhan kendaraan ditilang dan diderek, sanksi hingga Rp525 ribu.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Dinas Perhubungan Kota Bandung kembali menggelar operasi penertiban parkir liar di sejumlah ruas jalan sibuk. 

Aksi ini difokuskan pada kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Jalan Otista, Panjunan, Gardujati, hingga wilayah Dago dan Braga.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan serta melindungi hak pejalan kaki yang kerap terganggu oleh kendaraan parkir sembarangan.

Kepala Seksi Ketertiban Transportasi Dishub Kota Bandung, Ulloh Abdulloh, mengakui bahwa pelanggaran parkir di atas trotoar masih menjadi persoalan yang sulit ditangani.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/20/dukungan-bertambah-rd-iman-firmansyah-semakin-percaya-diri-maju-sebagai-calon-ketua-dpd-perbasi-jabar">Baca Juga : Dukungan Bertambah, Rd. Iman Firmansyah Semakin Percaya Diri Maju Sebagai Calon Ketua DPD Perbasi Jabar</a></b>

“Hal yang paling sulit memang penertiban di trotoar, seperti di Jalan Otista, Panjunan, Gardujati hingga sepanjang Djuanda dan Braga. Tapi alhamdulillah operasi tetap bisa dilaksanakan,” kata Ulloh saat dikonfirmasi, Minggu 19 April 2026.

<b>Puluhan Kendaraan Ditindak</b>

Dalam operasi tersebut, petugas menindak puluhan kendaraan yang terbukti melanggar aturan parkir.

Sebanyak 5 sepeda motor langsung diangkut, sementara 14 mobil dikenai sanksi melalui sistem tilang elektronik mobile (ETLE). Selain itu, 10 kendaraan roda empat lainnya ditilang langsung di lokasi oleh petugas.

“Untuk ETLE mobile itu kebanyakan roda empat, begitu juga yang ditilang manual oleh kepolisian,” ujarnya.

Dishub memastikan sanksi yang diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Besaran denda mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/19/perkuat-eksistensi-log-in-megastore-hadirkan-inovasi-dan-harga-kompetitif">Baca Juga : Perkuat Eksistensi, Log In Megastore Hadirkan Inovasi dan Harga Kompetitif</a></b>

Untuk pelanggaran kendaraan roda dua, denda sekitar Rp245 ribu. Sementara kendaraan roda empat yang diderek dikenai denda sekitar Rp525 ribu.

Ulloh menjelaskan, metode penindakan bergantung pada kondisi di lapangan. Jika pemilik kendaraan berada di tempat, maka akan langsung dikenai tilang manual. Namun, jika kendaraan ditinggalkan, maka penindakan dilakukan melalui ETLE mobile.

“Kalau ada orangnya kita tilang manual kalau tidak ada kita gunakan ETLE mobile. Proses selanjutnya nanti ditangani oleh kepolisian,” tuturnya.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/dishub-parkir-liar-bandung-0774_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Stok MinyakKita Aman, Harga Pangan Bandung Masih Terkendali</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/20/stok-minyakkita-aman-harga-pangan-bandung-masih-terkendali</link>
      <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 13:11:40 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/20/stok-minyakkita-aman-harga-pangan-bandung-masih-terkendali</guid>
      <category>harga MinyakKita Bandung</category>
      <category>stok minyak goreng subsidi</category>
      <category>harga pangan Bandung terbaru</category>
      <category>harga cabai hari ini</category>
      <category>Pasar Sederhana Bandung</category>
      <description>Stok MinyakKita di Bandung aman dan sesuai HET. Harga pangan di Pasar Sederhana relatif stabil, meski cabai alami fluktuasi.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Ketersediaan minyak goreng subsidi MinyakKita di Kota Bandung dipastikan tetap aman dan dijual sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, usai melakukan pemantauan langsung di Pasar Sederhana, Senin (20/4/2026).

Menurut Ronny, suplai minyak goreng dari Perum Bulog berjalan konsisten setiap pekan ke para pedagang pasar tradisional.

“Dropping dari Bulog itu setiap minggu, satu pedagang mendapat sekitar 50 dus, dengan satu dus berisi 12 kemasan. Dan harga yang dijual sesuai HET,” ujarnya.

Ia menambahkan, pedagang yang ingin mendapatkan pasokan tersebut diwajibkan mendaftar melalui aplikasi Simira dengan melengkapi persyaratan administratif.

“Semua sebenarnya sudah disasar, tinggal apakah pedagang mau memenuhi persyaratan atau tidak. Pemerintah juga membantu, termasuk dalam pengurusan perizinan seperti NIB,” jelasnya.

Selain minyak goreng, pemantauan juga dilakukan terhadap berbagai bahan pokok lainnya. Secara umum, harga pangan di Pasar Sederhana masih relatif stabil.

Komoditas seperti beras, telur, daging ayam, hingga daging sapi masih berada dalam kisaran harga normal.

<b>Cabai Alami Fluktuasi</b>

Perubahan harga justru terjadi pada komoditas sayuran, terutama cabai. Beberapa jenis cabai mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit merah yang kini berada di kisaran Rp73.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai hijau keriting dan bawang putih juga tercatat turun masing-masing sekitar Rp4.000 dan Rp2.000 per kilogram.

Di sisi lain, kenaikan harga terjadi pada cabai rawit hijau yang naik menjadi Rp53.000 per kilogram, serta cabai merah keriting yang menyentuh Rp48.000 per kilogram.

Meski terdapat dinamika harga, pemerintah memastikan situasi pasar masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Secara keseluruhan masih aman dan terkendali. Kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga,” pungkasnya.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/harga-pangan-bandung-c1e5_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Banjir Tak Kunjung Usai, Ternyata Ini Masalah Besar di Hulu Bandung</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/19/banjir-tak-kunjung-usai-ternyata-ini-masalah-besar-di-hulu-bandung</link>
      <pubDate>Sun, 19 Apr 2026 16:20:49 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/19/banjir-tak-kunjung-usai-ternyata-ini-masalah-besar-di-hulu-bandung</guid>
      <category>banjir Derwati Bandung</category>
      <description>Walhi ungkap penyebab banjir Derwati Bandung akibat kerusakan lingkungan dan tata ruang. Dedi Mulyadi dorong solusi tegas.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Banjir yang merendam kawasan Derwati, Gedebage, Kota Bandung, dinilai tidak hanya dipicu oleh meluapnya sungai. 

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menyebut bencana ini merupakan dampak dari persoalan lingkungan yang lebih kompleks.

Tim Disaster Walhi Jabar, Aldi Maulana, menilai kegagalan tata ruang serta rusaknya ekosistem di wilayah hulu menjadi faktor utama yang memperparah kondisi banjir.

"Pemerintah tidak becus memitigasi alih fungsi lahan yang masif terjadi di kawasan hulu, sehingga hujan deras tidak tertampung baik oleh alam. Daerah aliran sungai mengalami over capacity dan timbul banjir," ungkap Aldi.

<b>Kerusakan Ekologis Jadi Akar Masalah</b>

Walhi mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab, mulai dari alih fungsi lahan resapan menjadi kawasan permukiman hingga rusaknya ekosistem sungai seperti Sungai Citarik, Sungai Cipamulihan, dan Sungai Cinambo.

"Lemahnya konsistensi penegakan hukum tata ruang serta pelaksanaan pembangunan di kawasan budidaya dan konservasi untuk kepentingan komersial," lanjut Aldi.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai">Baca Juga : 13 Kecamatan Terdampak, Dadang Supriatna Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai</a></b>

Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang tidak optimal, serta kiriman air dari wilayah Sapan, Kabupaten Bandung, yang tidak tertampung dengan baik.

<b>Mitigasi Dinilai Belum Maksimal</b>

Walhi menilai respons pemerintah masih belum menyentuh akar persoalan. Banjir yang bertahan hingga lebih dari enam hari disebut sebagai indikator lemahnya sistem mitigasi.

"Dia [Farhan] mengakui bahwa kawasan permukiman lebih rendah dari tinggi muka sungai persoalan mendasar yang belum terpecahkan," sambungnya.

Aldi juga mengkritik pendekatan yang terlalu berfokus pada infrastruktur hilir seperti drainase dan pompa air, tanpa memperbaiki kondisi hulu.

"Anggaran infrastruktur terus mengalir, tapi akar persoalan ekologis, alih fungsi lahan hulu, rusaknya DAS, penyempitan sungai belum ditangani secara serius dan sistematis," tegas Aldi.

<b>Rencana Pemkot Bandung dan Kondisi Terkini</b>

Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan solusi berupa pembangunan saluran air baru serta rumah pompa untuk mengurangi genangan di kawasan terdampak.

Wali Kota Muhammad Farhan menyebut proyek tersebut akan masuk dalam perencanaan anggaran mendatang.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/dedi-mulyadi-dorong-perubahan-tata-ruang-untuk-atasi-banjir-di-kabupaten-bandung">Baca Juga : Dedi Mulyadi Dorong Perubahan Tata Ruang untuk Atasi Banjir di Kabupaten Bandung</a></b>

“Perencanaan akan kita matangkan dalam beberapa minggu ke depan. Ini menjadi solusi jangka panjang agar genangan tidak terus berulang,” kata Farhan.

Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, sebanyak 248 kepala keluarga terdampak banjir dengan puncak kejadian terjadi pada 13 April 2026 akibat hujan deras berkepanjangan.

<b>Dedi Mulyadi Soroti Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan</b>

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan perlunya langkah tegas untuk menghentikan alih fungsi lahan yang dinilai menjadi penyebab utama banjir di wilayah Bandung Raya.

"Satu, tata ruang Kabupaten Bandung diubah. Yang kedua, sungai-sungainya harus segera dinormalisasi. Yang ketiga, hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau," ujarnya.

Ia juga menyoroti pembangunan masif di lahan produktif yang merusak keseimbangan lingkungan.

"Yang keempat, perubahan lahannya jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam," katanya.

<b>Solusi Jangka Panjang: Relokasi dan Pemulihan Hulu</b>

Selain pembenahan tata ruang, Dedi menilai relokasi permukiman di bantaran sungai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

"Kalau tidak dilakukan, itu tidak bersifat jangka panjang, tidak akan berhasil. Soalnya, berikutnya adalah rumah-rumah di bantaran sungainya harus dialihkan," ucap Dedi.

Ia mengingatkan, tanpa langkah tegas dan menyeluruh, banjir akan terus menjadi ancaman rutin di kawasan Bandung Raya setiap musim hujan.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/banjir-darwati-bandung-1990_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Program Sapu-Sapu Bandung: 4.600 Personel Bersihkan Kota Setiap Minggu Pagi</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/19/program-sapu-sapu-bandung-4600-personel-bersihkan-kota-setiap-minggu-pagi</link>
      <pubDate>Sun, 19 Apr 2026 14:37:03 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/19/program-sapu-sapu-bandung-4600-personel-bersihkan-kota-setiap-minggu-pagi</guid>
      <category> Wali Kota Muhammad Farhan</category>
      <description>Program Sapu-Sapu Bandung libatkan 4.600 personel bersihkan kota tiap Minggu pagi. Upaya Pemkot bangun budaya bersih dan nyaman bagi wisatawan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung mulai menggulirkan kebiasaan baru melalui program Sapu-Sapu Bandung, sebuah gerakan bersih-bersih yang dilaksanakan rutin setiap Minggu dini hari. 

Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 04.00 hingga 07.00 WIB dengan melibatkan ribuan personel.

Pada tahap awal pelaksanaan, sekitar 4.600 aparatur kewilayahan dikerahkan untuk turun langsung ke berbagai titik di kota. 

Langkah ini diambil untuk menjaga kebersihan Bandung, terutama di akhir pekan ketika jumlah wisatawan meningkat.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai">Baca Juga : 13 Kecamatan Terdampak, Dadang Supriatna Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai</a></b>

Dalam siaran pers Humas Kota Bandung, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bagian dari upaya membangun budaya baru di lingkungan pemerintahan.

“Tujuannya membangkitkan kebiasaan baru, setiap Minggu subuh wali kota, camat, lurah, dan jajaran kewilayahan turun langsung membersihkan jalan,” ujar Farhan di Taman Cikapayang, Minggu 19 April 2026.

Ia menjelaskan, pemilihan hari Minggu didasarkan pada tingginya aktivitas wisata di Bandung pada hari tersebut. Oleh karena itu, kebersihan kota menjadi prioritas agar memberikan kesan positif bagi para pengunjung.

Saat ini, program masih dalam tahap uji coba. Dari rencana awal 30 titik, pelaksanaannya diperluas menjadi 47 lokasi di berbagai kawasan kota. 

Beberapa titik seperti Lengkong Kecil dan Jalan L.L.R.E. Martadinata menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan ke depan.

Kegiatan ini melibatkan seluruh wilayah administratif, mencakup 151 kelurahan dan 30 kecamatan. Selain aparatur wilayah, dukungan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup serta petugas Gober.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyebutkan bahwa pihaknya menurunkan ratusan personel yang disebar di sejumlah ruas jalan utama.

“Untuk 10 minggu pertama, sudah kami agendakan kegiatan ini rutin setiap Minggu mulai pukul empat pagi,” kata Darto.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/pemetaan-kompetensi-matematika-siswa-sd-dan-smp-di-cekungan-bandung-tahun-2026">Baca Juga : Pemetaan Kompetensi Matematika, Siswa SD dan SMP di Cekungan Bandung Tahun 2026</a></b>

Sementara itu, Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Abriwiansyah Fitri, mengungkapkan bahwa jumlah personel yang terlibat sangat besar, termasuk ribuan petugas Gober dan ASN dari tiap kecamatan.

“Kalau dirata-ratakan, total personel yang bergerak sekitar 4.000 orang lebih,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung masih membuka ruang evaluasi terhadap program ini. Harapannya, gerakan Sapu-Sapu Bandung dapat berkembang menjadi budaya bersih yang tidak hanya dijalankan aparatur, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan wisatawan.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/farhan-bersih2-kota-8227_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dari Bandung untuk Dunia: Momen Bersejarah yang Ubah Peta Global</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/18/dari-bandung-untuk-dunia-momen-bersejarah-yang-ubah-peta-global</link>
      <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 14:57:50 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/18/dari-bandung-untuk-dunia-momen-bersejarah-yang-ubah-peta-global</guid>
      <category>Konferensi Asia Afrika 1955</category>
      <category>sejarah Bandung dunia</category>
      <category>Dasasila Bandung</category>
      <category>Perang Dingin Asia Afrika</category>
      <category>Soekarno KAA Bandung</category>
      <description>Kilas balik Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung yang menyatukan negara Asia-Afrika dan melahirkan Dasasila Bandung.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kota Bandung pernah menjadi panggung penting dunia saat menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika 1955 yang berlangsung pada 18–24 April 1955. 

Peristiwa ini menandai kebangkitan solidaritas negara-negara Asia dan Afrika di tengah tekanan geopolitik global.

Pasca Perang Dunia II, banyak negara di Asia dan Afrika masih berjuang keluar dari bayang-bayang kolonialisme. 

Di sisi lain, dunia terjebak dalam ketegangan Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur yang memicu konflik di berbagai kawasan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/plaza-haji-al-qosbah-bandung-tawarkan-manasik-umrah-dan-wisata-religi-murah">Baca Juga : Plaza Haji Al Qosbah Bandung Tawarkan Manasik Umrah dan Wisata Religi Murah</a></b>

Gagasan untuk menyatukan negara-negara berkembang mulai menguat dalam pertemuan di Kolombo pada 1954. 

Usulan tersebut kemudian diperluas oleh Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo, dengan dukungan penuh dari Presiden Soekarno yang mendorong terbentuknya forum lintas benua.

Kesepakatan penting dicapai dalam pertemuan di Bogor yang menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah. Bandung pun dipilih sebagai lokasi utama, dengan total 29 negara diundang untuk ambil bagian dalam konferensi bersejarah ini.

Menjelang pelaksanaan, berbagai persiapan dilakukan secara intensif. Gedung Merdeka disiapkan sebagai pusat konferensi, sementara fasilitas pendukung seperti penginapan dan transportasi juga dibenahi demi menyambut delegasi internasional.

Pada 18 April 1955, suasana Bandung dipenuhi antusiasme masyarakat. Para delegasi berjalan kaki menuju lokasi konferensi dalam momen ikonik yang dikenal sebagai “Langkah Bersejarah”, disambut hangat oleh warga di sepanjang jalan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai">Baca Juga : 13 Kecamatan Terdampak, Dadang Supriatna Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai</a></b>

Konferensi dibuka langsung oleh Soekarno melalui pidato monumental berjudul “Let a New Asia and a New Africa be Born”. 

Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya persatuan negara-negara yang memiliki latar belakang berbeda namun memiliki pengalaman serupa dalam penjajahan.

Selama satu pekan, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari kerja sama ekonomi hingga stabilitas politik global. 

Perbedaan pandangan sempat muncul, tetapi dapat diselesaikan melalui dialog dan semangat saling menghormati.

Konferensi ditutup pada 24 April 1955 dengan menghasilkan Dasasila Bandung yang menjadi pedoman hubungan internasional berbasis perdamaian, kesetaraan, dan kedaulatan.

Hasil tersebut kemudian menginspirasi lahirnya Gerakan Non-Blok serta memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam percaturan global. 

Hingga kini, kawasan Asia Afrika di Bandung tetap menjadi simbol sejarah yang mengingatkan peran penting Indonesia di dunia internasional.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/asia-afrika-d751_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Survei Kepuasan Warga Bandung Meningkat, Muhammad Farhan Soroti Pengangguran dan Ekonomi</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/17/survei-kepuasan-warga-bandung-meningkat-muhammad-farhan-soroti-pengangguran-dan-ekonomi</link>
      <pubDate>Fri, 17 Apr 2026 15:48:06 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/17/survei-kepuasan-warga-bandung-meningkat-muhammad-farhan-soroti-pengangguran-dan-ekonomi</guid>
      <category> Wali Kota Bandung Muhammad Farhan</category>
      <category>kepuasan masyarakat Bandung</category>
      <category>ekonomi Kota Bandung</category>
      <category>pengangguran Bandung</category>
      <category>survei Litbang Kompas</category>
      <description>Kepuasan warga Bandung naik di atas 80 persen. Muhammad Farhan soroti tantangan ekonomi, pengangguran, dan daya beli masyarakat.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Wali Kota Kota Bandung, Muhammad Farhan, menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap berbagai layanan publik. 

Meski demikian, ia menegaskan masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan, terutama di sektor ekonomi.

Farhan menyebut layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi publik kini mencatat tingkat kepuasan di atas 80 persen. 

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/program-bedah-rumah-dimulai-warga-jabar-dapat-bantuan-hingga-rp40-juta">Baca Juga : Program Bedah Rumah Dimulai, Warga Jabar Dapat Bantuan hingga Rp40 Juta</a></b>

Ia mengapresiasi capaian tersebut, namun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada angka tersebut.

“Ini capaian yang patut disyukuri, tetapi kita belum puas. Target kita tetap 100 persen,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Di sisi lain, sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama. Tingkat kepuasan masyarakat di bidang ini belum menembus angka 80 persen, seiring masih tingginya angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 7,44 persen.

“Ada ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja. Ini yang harus kita selesaikan,” katanya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Bandung yang berada di angka 5,29 persen dinilai belum maksimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh lemahnya sektor industri pengolahan serta terbatasnya aktivitas transportasi udara yang berdampak pada sektor perdagangan.

Farhan juga menyoroti daya beli masyarakat yang belum pulih, meski inflasi berhasil ditekan di bawah 1 persen. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara data ekonomi dan kondisi riil di lapangan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/plaza-haji-al-qosbah-bandung-tawarkan-manasik-umrah-dan-wisata-religi-murah">Baca Juga : Plaza Haji Al Qosbah Bandung Tawarkan Manasik Umrah dan Wisata Religi Murah</a></b>

“Secara angka inflasi rendah, tetapi masyarakat masih merasa harga mahal. Artinya daya beli belum pulih,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Bandung akan memprioritaskan penguatan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi publik.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2025/12/farhan-operasi-pasar-632a_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Bandung Perketat Pengawasan WFH ASN, Muhammad Farhan Siapkan Sanksi Lebih Berat</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/17/pemkot-bandung-perketat-pengawasan-wfh-asn-muhammad-farhan-siapkan-sanksi-lebih-berat</link>
      <pubDate>Fri, 17 Apr 2026 13:03:28 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/17/pemkot-bandung-perketat-pengawasan-wfh-asn-muhammad-farhan-siapkan-sanksi-lebih-berat</guid>
      <category> Wali Kota Bandung Muhammad Farhan</category>
      <category>WFH ASN Bandung</category>
      <category>anksi ASN WFH</category>
      <description>Pemkot Bandung perketat pengawasan WFH ASN setelah temukan pelanggaran. Farhan tegaskan sanksi berat menanti bagi pelanggar.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung meningkatkan pengawasan terhadap penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini diambil setelah evaluasi internal menemukan adanya pelanggaran disiplin oleh sejumlah pegawai.

Wali Kota Muhammad Farhan mengungkapkan, terdapat ASN yang tidak menjalankan kewajiban selama WFH sesuai aturan. Bahkan, beberapa di antaranya diketahui tidak berada di tempat tugas.

“Minggu lalu ada tiga ASN yang seharusnya WFH, tetapi justru bepergian ke luar kota. Saat ini masih diberikan peringatan tertulis,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Jumat, 17 April 2026.

Farhan menegaskan, pemerintah tidak akan ragu memperketat sanksi apabila pelanggaran kembali terjadi. Menurutnya, kedisiplinan ASN tetap menjadi prioritas meskipun sistem kerja bersifat fleksibel.

“Kalau pelanggaran terulang, sanksinya bisa lebih serius. Tidak hanya teguran, tetapi bisa masuk ke sanksi yang lebih berat,” tegasnya.

Untuk mencegah pelanggaran serupa, pengawasan akan diperkuat melalui sistem digital yang memungkinkan pemantauan kinerja secara langsung. Selain itu, pemeriksaan lapangan juga akan dilakukan oleh instansi terkait guna memastikan kebijakan berjalan sesuai ketentuan.

Farhan menekankan, WFH bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengurangi tanggung jawab pegawai.

“WFH tetap harus terukur. Kita kontrol melalui perangkat digital untuk memastikan ASN tetap bekerja sesuai tugasnya,” katanya.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/01/pemkot-bandung-a8de_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>13 Kecamatan Terdampak, Dadang Supriatna Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai</link>
      <pubDate>Thu, 16 Apr 2026 15:15:53 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai</guid>
      <category>Cuaca ekstrem Bandung</category>
      <category>Bupati Bandung Dadang Supriatna</category>
      <category>banjir Bandung 2026</category>
      <description>Banjir dan puting beliung melanda 13 kecamatan di Bandung. Sebanyak 65 rumah rusak, warga diminta waspada cuaca ekstrem.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Bandung dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah titik. 

Kondisi ini mendorong Dadang Supriatna turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Rabu (15/4/2026) malam.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek. Di lokasi ini, Dadang memastikan kondisi warga sekaligus mengecek kesiapan dapur umum yang disiapkan untuk kebutuhan pengungsi.

Dalam kunjungannya, ia juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/plaza-haji-al-qosbah-bandung-tawarkan-manasik-umrah-dan-wisata-religi-murah">Baca Juga : Plaza Haji Al Qosbah Bandung Tawarkan Manasik Umrah dan Wisata Religi Murah</a></b>

"Saya sudah mengingatkan ASN saat apel pagi bulan April bahwa kondisi ekstrem belum berakhir. BMKG juga memprediksi situasi ini berlangsung hingga akhir April," ujar Dadang sesuai peninjauan, seperti diktip dari Tribun News.

Berdasarkan laporan sementara, banjir tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sedikitnya 13 kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak genangan air akibat curah hujan tinggi. Selain banjir, bencana lain seperti angin puting beliung juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi.

Dampak dari puting beliung tersebut cukup signifikan. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.

"Kami mencatat sekitar 65 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung, sehingga perlu segera diperbaik," katanya.

Untuk mempercepat penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana membentuk tim terpadu dengan melibatkan berbagai unsur melalui skema pentahelix. Rapat koordinasi pun akan digelar bersama tujuh kecamatan terdampak.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/pemetaan-kompetensi-matematika-siswa-sd-dan-smp-di-cekungan-bandung-tahun-2026">Baca Juga : Pemetaan Kompetensi Matematika, Siswa SD dan SMP di Cekungan Bandung Tahun 2026</a></b>

Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna memastikan langkah penanganan berjalan efektif.

"Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar penanganan berjalan maksimal dan tepat sasaran," ucapnya.

Di tingkat desa, upaya penanganan darurat juga terus dilakukan. Kepala Desa Sukamanah, Dede Rahim, menyampaikan bahwa bantuan dari berbagai pihak sangat membantu warga yang terdampak.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Bandung yang sudah meninjau lokasi banjir di wilayah kami, juga kepada para relawan, pemerintah kabupaten, dan provinsi yang sudah memberikan bantuan. Kami juga terus menyiapkan dapur umum untuk warga," ujarnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem hingga akhir bulan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/dadang-supriatna-a793_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Proyek BRT Bandung Mulai Disosialisasikan di 22 Kecamatan Terdampak</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/04/15/proyek-brt-bandung-mulai-disosialisasikan-di-22-kecamatan-terdampak</link>
      <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 18:46:20 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/04/15/proyek-brt-bandung-mulai-disosialisasikan-di-22-kecamatan-terdampak</guid>
      <category>BRT Bandung</category>
      <category>proyek transportasi Bandung</category>
      <description>Pemkot Bandung mulai sosialisasi proyek BRT di 22 kecamatan. Warga dilibatkan untuk memahami dampak dan perubahan jalur transportasi.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung mulai menggerakkan tahap awal pembangunan sistem transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) dengan mengedepankan pendekatan komunikasi kepada masyarakat. 

Langkah ini dilakukan sebelum proyek fisik benar-benar dimulai di sejumlah titik strategis kota.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa proses sosialisasi kini difokuskan pada wilayah-wilayah yang akan terdampak langsung oleh pembangunan jalur utama BRT.

“Sosialisasi ini akan dilakukan secara menyeluruh di 22 kecamatan yang terdampak. Kita libatkan masyarakat, mulai dari kelurahan, RT/RW, hingga perwakilan pedagang kaki lima dan pihak lain yang terdampak,” ujarnya usai rapat koordinasi di Balai Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/dedi-mulyadi-dorong-perubahan-tata-ruang-untuk-atasi-banjir-di-kabupaten-bandung">Baca Juga : Dedi Mulyadi Dorong Perubahan Tata Ruang untuk Atasi Banjir di Kabupaten Bandung</a></b>

Program ini tidak hanya menyasar aparat kewilayahan, tetapi juga pelaku usaha kecil hingga warga yang beraktivitas di sekitar jalur yang akan dibangun. 

Tujuannya, agar seluruh pihak memahami perubahan yang akan terjadi sekaligus meminimalkan potensi gejolak di lapangan.

Rasdian menegaskan, Pemkot Bandung mengedepankan transparansi informasi dalam setiap tahapan proyek. Seluruh aspek, baik jalur utama (on-corridor) maupun jalur penunjang, akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Jadi bukan hanya membahas off-corridor atau on-corridor saja, tapi seluruhnya kita sampaikan. Termasuk dampak yang mungkin timbul dan bagaimana penanganannya, agar masyarakat memahami secara menyeluruh,” jelasnya.

Dari hasil kajian teknis, dampak paling signifikan diperkirakan terjadi di jalur utama sepanjang 21 kilometer. Sejumlah kawasan padat seperti Andir, Regol, dan Sumur Bandung menjadi fokus utama pembangunan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/tak-sekadar-mulus-jalan-di-bandung-kini-dibuat-lebih-estetis">Baca Juga : Tak Sekadar Mulus, Jalan di Bandung Kini Dibuat Lebih Estetis</a></b>

Di wilayah tersebut, pemerintah berencana menghadirkan jalur khusus BRT yang dilengkapi pembatas atau separator untuk menjaga kelancaran operasional angkutan massal.

“Sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui sejak awal rencana pembangunan, termasuk perubahan yang akan terjadi di lapangan,” tambah Rasdian.

Pemkot Bandung menargetkan seluruh proses sosialisasi rampung pada akhir April hingga awal Mei 2026. 

Dengan demikian, masyarakat diharapkan sudah siap menghadapi perubahan, termasuk penyesuaian aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/tak-sekadar-mulus-jalan-di-bandung-kini-dibuat-lebih-estetis">Baca Juga : Tak Sekadar Mulus, Jalan di Bandung Kini Dibuat Lebih Estetis</a></b>

Kolaborasi dengan World Bank dan Kementerian Perhubungan menjadi bagian penting dalam proyek ini. Keterlibatan pihak eksternal tersebut menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem transportasi publik yang modern dan terintegrasi.

Melalui pendekatan partisipatif sejak awal, pembangunan BRT diharapkan berjalan lancar serta mampu meningkatkan kualitas mobilitas warga di Kota Bandung secara signifikan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/ilustrasi-bus-c92d_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
  </channel>
</rss>
