TERASBANDUNG.COM - Alami tumit pecah-pecah, jangan anggap sepela. Sebab, dalam kasus lain, tumit pecah-pecah dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu.
Seperti diabetes, infeksi jamur, eksim, kaki atlet, dan banyak lagi. Tumit pecah-pecah juga bisa tanda dari proses penuaan alami.
Tumit pecah-pecah juga dapat mengindikasikan kekurangan vitamin. Orang-orang di negara yang mengalami malnutrisi mungkin rentan dengan kondisi kekurangan vitamin.
Baca Juga : Penting Diketahui, Manfaat Berhubungan Seks Rutin dengan Pasangan
"Tumit pecah-pecah terkait kekurangan vitamin itu tidak biasa seperti yang terkait dengan kondisi medis," ujar dokter kulit, Anna Guanche Dikutip dari PMJNes, yang melansir dari laman Health Digest.
Jika tumit pecah-pecah dikaitkan dengan kekurangan vitamin, para ahli menjelaskan orang mungkin mengalami kekurangan vitamin C, B3, dan E.
Mereka yang kekurangan vitamin C mungkin berisiko terkena penyakit kudis, atau suatu kondisi yang ditandai dengan kulit kering, gusi berdarah, dan pendarahan folikel rambut, seringkali pada kaki bagian bawah.
Untuk membantu melindungi dari kekurangan vitamin C, Anda harus makan makanan kaya vitamin C, seperti jeruk, kubis Brussel, dan kangkung.
Kekurangan vitamin B3 dapat menimbulkan gejala, termasuk kulit kering, teriritasi, diare, atau kehilangan memori. Mereka yang kekurangan vitamin B3 mungkin lebih rentan terhadap kondisi yang dikenal sebagai pellagra.
Selain kulit bersisik, pellagra juga bisa menyebabkan lemas, sakit perut, dan kehilangan nafsu makan. Dada ayam, kalkun, lentil, alpukat, dan salmon adalah sumber vitamin B3 yang bagus.
Baca Juga : Hentikan dari Sekarang, Air Sirih Tidak Bisa Mengobati Mata!
Tanpa vitamin E yang cukup, Byrdie melaporkan bahwa seseorang dapat mengalami masalah penglihatan, kelemahan otot, penuaan dini, dan kulit kering.
Vitamin E bisa didapatkan dari sumber seperti mangga, biji bunga matahari, dan almond. Konsultasikan dengan dokter tentang suplementasi jika menduga tumit pecah-pecah mungkin terkait dengan kekurangan vitamin.
"Penting untuk mengonsumsi suplemen secara keseluruhan jika Anda tidak bisa mendapatkan keseimbangan vitamin yang baik dalam makanan," ujar dokter kulit bersertifikat, Orit Markowitz.***
Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto