Kenapa Tingkat Kecelakaan di Bulan Puasa Lebih Tinggi, Cek di Sini Penyebabnya

Kenapa Tingkat Kecelakaan di Bulan Puasa Lebih Tinggi, Cek di Sini Penyebabnya Pengendara motor di Jalan Raya. (Dadi Mulyanto)

TERASBANDUNG.COM - Potensi terjadinya kecelakaan di bulan Puasa lebih besar di banding hari-hari lainnya. Kenapa itu bisa terjadi? Cek disini ulasannya.

Disadur melalui laman Federal Oil, menurut pemilik sekaligus Instruktur Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, ini terjadi karena adanya perubahan pola istirahat dari pengendara.

“Berbicara pada aspek pola istirahat, ada beberapa orang yang malah punya jadi siklus istirahat-makan yang kurang dan tak teratur, membuat tingkat kebugaran turun. Bila begitu maka kemampuan persepsi dan motorik lemah. Dampaknya orang akan sering melakukan hal-hal yang salah,” kata Jusri lagi.

Hal lainnya yang mempengaruhi adalah kondisi stamina dan kebugaran turun, Jusri menyebutkan pengendara juga bisa rentan terbawa emosi, dan tak sabar ketika di jalan.

Baca Juga : Dishub Kota Bandung Gelar Ramp Check dan Tes Kesehatan Sopir Menjelang Musim Mudik Lebaran

“Iya kemudian karena emosi itu menimbulkan pelanggaran lalu lintas, dan korelasinya dari situ adalah kecelakaan yang terjadi. Sebenarnya ini wajar,” kata Jusri.

“Karena itu, para pengendara baik roda dua maupun roda empat yang menjalankan ibadah puasa, harus bisa menyikapi dengan bijak. Termasuk jangan terburu-buru ketika pulang, dan jangan kekurangan stamina saat berangkat pagi,” ucap Jusri.

Pria ramah ini merekomendasikan, agar di pagi hari kondisi tubuh tetap prima, sahurlah saat sudah mendekati imsak.

Setelah salat subuh, lakukan power nap sekitar 30 menit bila sempat, baru kemudian lakukan perjalanan.

Lalu ketika pulang, sebaiknya jangan terlalu terburu-buru di jalan dan carilah rute baru buat menghindari kemacetan.

Baca Juga : Ini Daftar 10 Posko PMI Siaga Idulfitri di Kota Bandung

Jangan lupa juga untuk menyiapkan bekal buka puasa di jalan jika memang terpaksa, sehingga secara psikologis kita tak dituntut untuk terburu-buru sampai.

“Karena tingkat kemacetan tinggi, membuat para pengendara berpotensi melakukan kesalahan. Pilih rute untuk menghindari macet, dan tidak perlu terburu-buru buka di rumah. Sehingga secara psikologis tak terganggu pikiran buat terburu-buru, serta siapkan air mineral dan kurma buat jaga-jaga bila harus buka di perjalanan,” tutupnya.***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini