Waspada, Kasus DBD di Kota Bandung Meningkat, 8 Orang Meninggal Dunia

Waspada, Kasus DBD di Kota Bandung Meningkat, 8 Orang Meninggal Dunia Ilustrasi nyamuk yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). (pixabay)

TERASBANDUNG.COM - Hingga Maret 2024 ini, sebanyak 8 orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bandung. Tahun lalu, 8 orang meninggal dunia sepanjang tahun 2023.

Dari statistik tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengimbau warga Kota Bandung untuk bisa mencegah DBD.

Salah satu upayanya yaitu mengoptimalkan lingkungan yang nyaman, dengan menerapakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pola tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Baca Juga : Lurah Cimincrang Tata 120 PKL di Kawasan Masjid Al Jabbar

"Banyak kasus DBD. Di rumah sakit banyak pasien DBD yang datang berobat. Saya mengimbau kepada masyarakat mari kita optimalkan kebersihan lingkungan hindari dari adanya genangan air," tutur Asep Saeful Gufron, dalam keterangan persnya.

"Kita masih masuk musim hujan. Tapi informasi BMKG bahwa musim hujan saat ini tidak panjang, karena yang cukup panjang itu musim kemarau. Ini perlu antisipasi juga. Masa transisi inilah banyak nyamuk yang menyebabkan DBD," ujar Asep.

Baca Juga : Jelang Idulfitri, Bank Indonesia Siapkan Kas Keliling Penukaran Uang, Cek Syaratnya di Sini

Kendati demikian, Kota Bandung tengah mengimplementasikan teknologi Wolbachia. Asep berharap, Walbachia mampu menekan penyebaran DBD.

"Ada dua wilayah yang melaksanakannya yaitu di Kecamatan Ujungberung dan Kecamatan Kiaracondong. Ini upaya pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan DBD," ungkapnya.***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Ginanjar

Berita Terkini