TERASBANDUNG.COM - Telkom Indonesia melalui tim Telkom Regional II menghadiri Kick-Off Program Tanggung Jawab Lingkungan Sosial (TJSL) berupa Pembangunan Sarana Air Bersih bagi Masyarakat Desa Kedungsari, Majalengka, yang dilaksanakan di Balai Desa Kedungsari.
Kegiatan yang digelar Sabtu 30 Januari 2026 ini berupa bantuan pembangunan Sarana Air Bersih di Desa Kedungsari, merupakan salah satu upaya peningkatan taraf hidup masyarakat yang selalu menjadi komitmen Telkom Indonesia.
Air bersih di Kawasan Majalengka menjadi salah satu bantuan yang diberikan Telkom pada kesempatan ini karena air bersih dinilai menjadi pembuka jalan bagi peluang peningkatan kualitas hidup pada skala yang lebih luas, yakni dari sektor kesehatan maupun dari segi pengembangan sektor ekonomi dan sosial.
Kick-off yang disaksikan oleh perwakilan karang taruna dan masyakarat sekitar Desa Kedungsari ini ditandai dengan penyerahan mock-up simbolisasi komitmen Telkom atas bantuan Sarana Air Bersih oleh Executive Vice President (EVP) Telkom Regional II Edie Kurniawan kepada Kardiman selaku Ketua Karang Taruna Desa Kedungsari.
“Melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Telkom Indonesia, bantuan pembangunan sarana dan prasarana air bersih ini kami harapkan dapat menjadi solusi yang berkelanjutan, tidak hanya menyediakan akses air layak konsumsi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup, kesehatan masyarakat, serta kemandirian desa dalam pengelolaannya,” ujar Edie Kurniawan pada sambutannya.
Turut hadir pada agenda kick-off tersebut Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, Bupati Majalengka Eman Suherman, Deputy Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Yopy A Prabowo, Camat Ligung Abdul Goni, Kepala Desa Kedungsari Eka Rasmika, Ketua Karang Taruna Desa Kedungsari Kadiman, beserta para undangan lainnya.
Upaya peremajaan Sarana Air Bersih yang diinisiasi Kelompok Masyarakat Kedungsari ini diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat sekitar yang kerap menghadapi keterbatasan akses air bersih yang berdampak langsung pada kesehatan, sanitasi, dan produktivitas. Adapun Sarana Air Bersih yang diupayakan bagi masyarakat Desa Kedungsari adalah sistem penyaringan air, bak penampung, hingga jaringan distribusi.
“Pengadaan Sarana Air Bersih bukanlah tujuan akhir, namun sebuah awal baru yang perlu dikelola dengan baik, dijaga dan dimanfaatkan bersama secara optimal oleh seluruh warga Desa Kedungsari,” tambah Edie Kurniawan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Majalengka Eman Suherman turut menegaskan penyediaan air bersih merupakan bentuk investasi kemanusiaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara berkelanjutan.
Hal senada juga disampaikan Edie Kurniawan yang menegaskan bahwa program TJSL meskipun tampak sederhana, memiliki dampak nyata bagi masyarakat Desa Kedungsari.
Dia juga menekankan pemanfaatan teknologi digital tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan, tetapi juga penting bagi masyarakat desa. Telkom, lanjutnya, siap berkolaborasi bersama Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital untuk mendorong percepatan digitalisasi UMKM dan masyarakat desa guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.
Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, menyampaikan perdamaian dan stabilitas merupakan aset utama sebuah bangsa, dan ketersediaan air bersih menjadi elemen penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas tersebut.
Menurutnya, sulit tercipta rasa aman dan kualitas hidup yang baik apabila masyarakat masih mengalami keterbatasan akses air bersih. Oleh karena itu, program pembangunan sarana air bersih bukan sekadar agenda kunjungan atau pembangunan infrastruktur semata, melainkan investasi nyata bagi kesehatan, keamanan, serta masa depan masyarakat.
Penulis: Sirojul Mutaqien | Editor: Sirojul Mutaqien