MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2: Persaingan Memanas, Juara Baru Bermunculan dari Kota Kembang

MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2: Persaingan Memanas, Juara Baru Bermunculan dari Kota Kembang Para juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 2025–2026. (Ely Kurniawati/Terasbandug.com)

TEARSBANDUNG.COM - Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 2025–2026 menegaskan geliat pesat sepak bola putri usia dini di Bandung.

Turnamen yang berlangsung pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Lapangan Chandradimuka Pusdikif dan Stadion Sidolig itu menjadi panggung lahirnya juara-juara baru di tengah atmosfer kompetisi yang kian ketat.

Pada kategori usia 10, SDN 035 Soka tampil meyakinkan dan sukses mengamankan gelar juara setelah menaklukkan SDN 091 Cibeureum Kota Bandung dengan skor 2-0.

Sementara di kategori usia 12, laga final berjalan dramatis dan harus ditentukan lewat adu penalti. SDN 036 Ujungberung akhirnya keluar sebagai pemenang atas SDN Citrasari dengan skor 0-0 (2-1).

Persaingan Meningkat, Kualitas Peserta Terlihat Nyata

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyebut munculnya juara baru sebagai cerminan dari peningkatan kualitas peserta yang berlangsung secara konsisten.

Intensitas latihan di sekolah maupun sekolah sepak bola (SSB), ditambah motivasi tinggi para pemain, dinilainya menjadi faktor utama di balik hasil tersebut.

“Kita bisa melihat hasil juara ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih, ada rasa tidak ingin kalah dan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya. Mereka sekarang juga sudah lebih paham posisi dan penguasaan bola. Tentu ini menjadi angin segar dari segi iklim kompetisi. Persaingan di setiap seri justru semakin sengit, juara tidak didominasi oleh satu tim saja,” ujar Timo.

Antusiasme peserta di Bandung pun mendapat sorotan khusus. Menurut Timo, kota ini memiliki karakter sepak bola yang kuat dan khas dibanding daerah lain.

"Bandung memang kelihatan antusiasmenya dari awal sekali luar biasa karena memang saya lihat Bandung ini kan spesial ya dari sisi sepak bolanya memang gila banget bola gitu. Jadi bukan hanya cowok-cowoknya yang gila bola, ceweknya juga gila bola gitu,"

"Jadi memang enggak heran bahwa di sini ketemu banyak talenta yang sudah main sama cowok sebelumnya dan sekarang sangat bersyukur bisa bertanding di antara mereka sendiri gitu, ada wadahnya itu. Itu saya enggak heran ngelihatnya gitu," terang Timo.

Fondasi Regenerasi Timnas Putri Masa Depan

Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, turut menilai MLSC sebagai ajang krusial dalam proses pembinaan dan pencarian bakat pesepakbola putri sejak usia dini, mulai dari KU 8 hingga KU 12.

“Dari turnamen ini bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan dan mereka adik-adik ini yang akan menjadi timnas putri Indonesia berikutnya. Jadi kompetisi ini sangat membantu para staf pelatih di timnas Indonesia untuk mencari potensi-potensi yang baru yang akan menjadi regenerasi pemain timnas selanjutnya. Kami melihat mereka sangat antusias dan cukup menguasai teknik dasar bermain bola,” ujar Dian.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap partisipasi 2.154 peserta MLSC Bandung Seri 2 2025–2026 yang dinilainya menunjukkan kualitas permainan menjanjikan.

“Di Bandung ini peserta sangat skillfull, kelihatan yang bisa bermain bola dan menjiwai bermain bolanya selama pertandingan. Perubahan yang cukup signifikan dari seri 1, pada seri 2 antusiasnya ya. Selain peningkatan jumlah peserta juga mereka semakin giat latihan di sekolah masing-masing,” imbuh Dian.

SDN 035 Soka Tutup Penantian dengan Gelar Juara

Gelar juara KU 10 menjadi pencapaian penting bagi SDN 035 Soka setelah melalui beberapa edisi dengan hasil kurang maksimal. Pada MLSC Bandung 2025, mereka harus puas sebagai runner-up, sementara di Seri 1 2025–2026 langkah mereka terhenti di perempat final.

Pada final Seri 2, SDN 035 Soka langsung tampil menekan sejak menit awal. Gol cepat tercipta pada menit ke-4 lewat aksi Mikhayla Putri Ferdiansyah yang memanfaatkan kesalahan antisipasi kiper lawan, Jasmine Nur Annisa.

Keunggulan bertambah pada menit ke-14 melalui tendangan jarak jauh Allya Khaira Rahman. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kapten tim SDN 035 Soka, Mikhayla Putri Ferdiansyah, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.

“Bersyukur bisa juara. Kita pernah mencapai final, tapi hasilnya kurang memuaskan. Jadi sekarang senang bisa menjadi juara. Saya berharap tim bisa berlanjut bermain di KU 12 turnamen seri berikutnya dan semakin kompak,” ucapnya.

Final KU 12 Ditentukan Lewat Adu Penalti

Partai puncak kategori usia 12 mempertemukan SDN 036 Ujungberung dan SDN Citrasari dalam laga yang berjalan ketat selama 2 x 15 menit. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan, namun tidak ada gol yang tercipta hingga waktu normal berakhir.

Adu penalti pun menjadi penentu. SDN 036 Ujungberung tampil lebih efektif dan memastikan kemenangan dengan skor 0-0 (2-1) berkat gol dari Nur Halimah Afriliyanti dan Yasmin Putri Suryadi.

Gelar ini menjadi yang pertama bagi SDN 036 Ujungberung setelah dua edisi sebelumnya selalu terhenti di perempat final.

Pelatih SDN 036 Ujungberung, Ikbar Helmi Athalah, menyebut kesiapan teknik dan mental pemain sebagai kunci keberhasilan timnya.

“Berkat latihan rutin yang kami tambah menjelang turnamen, mereka jadi lebih siap bertanding baik dari segi teknik maupun mental. Semoga capaian di seri ini tidak membuat kami cepat puas, tapi justru motivasi tersendiri untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas,” ujar Ikbar.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025–2026

Kategori Usia 10

Champion: SDN 035 Soka

Runner-up: SDN 091 Cibeureum Kota Bandung

Semifinalis: SDN 147 Citarip Barat & SDN 167 Mengger Girang

Top Scorer: Naurah Fahir Nadia Tuzahra – SDN 188 Bandung Baru (32 gol)

Best Player: Afiqa Putri Kania – SDN 091 Cibeureum Kota Bandung

Best Goalkeeper: Aretha Hayfa Faranisa – SDN 035 Soka

Fairplay Team: SDN 188 Bandung Baru

Kategori Usia 12

Champion: SDN 036 Ujungberung

Runner-up: SDN Citrasari

Semifinalis: SDN 004 Cisarenten Kulon

Top Scorer: Sandrina Rachelia Suprapto – SDN 043 Cimuncang (15 gol)

Best Player: Putri Anggraeni Rahayu – SDN 004 Cisaranten Kulon

Best Goalkeeper: Kayla Adiva Dwi Putri – SDN 027 Cicadas

Fairplay Team: SDN 021 Ciporeat

Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini