Banjir Dayeuhkolot Belum Surut, Puluhan Ribu Warga Masih Terdampak

Banjir Dayeuhkolot Belum Surut, Puluhan Ribu Warga Masih Terdampak Ilustrasi banjir Dayeuhkolot, Baleendah. (net)

TERASBANDUNG.COM - Genangan banjir masih terlihat di sejumlah titik di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungainya.

Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu malam.

Meski kondisi air mulai berangsur surut, dampaknya masih dirasakan ribuan warga. Data terbaru mencatat sebanyak 6.877 kepala keluarga atau 19.408 jiwa terdampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah.

“Hingga kini masih merendam tetapi ketinggiannya berkurang. Total terdampak ada 6.877 KK atau 19.408 jiwa di beberapa wilayah,” kata Asep Suryadi di Bandung seperti dilansir Antara, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga : Banjir Rendam Bandung Selatan, Ribuan Warga Terdampak dan Akses Jalan Lumpuh

Wilayah yang mengalami dampak cukup parah meliputi beberapa desa dan kelurahan, di antaranya Kelurahan Pasawahan, Desa Dayeuhkolot, serta Citeureup.

"Wilayah terdampak meliputi tiga desa dan satu kelurahan, diantaranya Dayeuhkolot dan Citeureup," jelasnya.

Sejumlah warga yang rumahnya terendam telah mengungsi ke beberapa titik aman. Lokasi pengungsian tersebar di belakang Kantor Desa Dayeuhkolot serta dua masjid di wilayah Citeureup.

"Pengungsi tersebar di empat titik, terpusat di shelter (pengungsian) PMI kantor desa dan dua masjid di Citeureup," kata Asep.

Pemerintah setempat memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Bantuan berupa makanan siap saji, layanan kesehatan, hingga perlengkapan darurat terus disalurkan selama masa tanggap bencana berlangsung.

Upaya Penanganan dan Ancaman Cuaca Ekstrem

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air.

Langkah lain yang dilakukan adalah peninggian jembatan di titik rawan serta penerapan pendekatan kolaboratif (pentahelix) dengan melibatkan berbagai pihak dalam mitigasi bencana ke depan.

Baca Juga : Transaksi SPKLU Naik 4 Kali Lipat, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bandung mencatat dampak cuaca ekstrem tidak hanya berupa banjir, tetapi juga angin kencang yang merusak sejumlah bangunan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya, mengungkapkan kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah.

“Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang,” katanya.

Data BPBD menunjukkan sedikitnya sembilan kecamatan terdampak, antara lain Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek, Majalaya, Arjasari, Katapang, Cangkuang, hingga Cimaung.***

Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini