Petugas membersihkan Kerusuhan terjadi saat May Day Bandung 2026 di Dago Cikapayang. (Bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung pada Jumat, 1 Mei 2026, berlangsung tertib sejak pagi hingga sore hari. Aktivitas buruh yang terpusat di sekitar Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat berjalan damai tanpa gangguan berarti.
Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, serta instansi terkait. Kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan di Polrestabes Bandung sejak pukul 08.00 WIB.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan bahwa situasi sepanjang siang relatif kondusif. Petugas berjaga di sejumlah titik strategis hingga sore hari tanpa adanya lonjakan massa signifikan.
Menjelang petang, sekitar pukul 16.30 WIB, sekelompok massa sempat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan lampu merah Gedung Sate. Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban, namun berakhir dengan pembubaran secara tertib.
Ketegangan mulai meningkat pada malam hari sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Dago Cikapayang. Sekelompok orang yang diduga berasal dari kelompok anarko mulai melakukan tindakan anarkis seperti membakar fasilitas jalan dan merusak pembatas lalu lintas.
Situasi semakin memanas setelah massa dari arah Jalan Tamansari bergabung. Mereka diduga melakukan aksi sweeping serta membawa benda berbahaya seperti bom molotov.
Aparat kepolisian dari satuan Brimob segera turun tangan sekitar pukul 19.00 WIB untuk mengendalikan keadaan. Massa berhasil dipukul mundur, sementara petugas pemadam kebakaran dengan cepat mengatasi api yang sempat membesar.
Akibat kericuhan tersebut, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan serius. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyebut kerusakan terjadi pada lampu lalu lintas (APILL) serta perangkat jaringan fiber optik di simpang Balubur Tamansari.
Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta dengan tingkat kerusakan hingga 75 persen. Saat ini, pihak Dishub tengah melakukan langkah darurat agar sistem lalu lintas tetap berfungsi sambil menunggu proses perbaikan permanen.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan. Kapolda Jawa Barat menyatakan bahwa pelaku memiliki ciri khas tertentu yang mengarah pada kelompok anarko.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan resmi peringatan Hari Buruh dan tidak mencerminkan aspirasi pekerja secara umum, melainkan murni tindakan perusakan.
Pemerintah Kota Bandung pun mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas umum demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Kerusakan fasilitas publik dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas warga sehari-hari.***
Penulis: Dadi Mulyanto | Editor: Ely Kurniawati