Distribusi Beras dan Minyak Goreng di Bandung Tembus 146 Ribu Penerima. (Bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mempercepat distribusi bantuan pangan kepada masyarakat.
Program ini mencakup penyaluran beras dan minyak goreng yang bersumber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan didistribusikan melalui Perum Bulog.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan pada periode kali ini mengalami lonjakan cukup besar dibandingkan sebelumnya.
Jika pada akhir tahun 2025 jumlah penerima tercatat sekitar 80 ribu keluarga, kini meningkat menjadi lebih dari 146 ribu penerima.
Artinya, ada penambahan lebih dari 66 ribu keluarga yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung.
Menurutnya, data penerima bantuan mengacu pada basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, sehingga penyaluran dinilai lebih tepat sasaran.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa beras kualitas medium sebanyak 10 kilogram per bulan dan minyak goreng sebanyak 2 liter per bulan.
Penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, DKPP melakukan pengawasan ketat mulai dari proses penyimpanan hingga distribusi di lapangan. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.
Hingga awal Mei 2026, realisasi penyaluran telah menjangkau lebih dari 41 ribu penerima atau sekitar 28 persen dari total sasaran.
Distribusi sudah berlangsung di sejumlah kecamatan dan kelurahan, dan akan terus diperluas hingga seluruh penerima terlayani.
Pemkot Bandung menargetkan program ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta menjadi salah satu langkah strategis dalam mengendalikan inflasi daerah di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.***
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Ely Kurniawati