Sering Begadang Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

Sering Begadang Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

TERASBANDUNG.COM - Begadang sering dianggap sebagai kebiasaan biasa, terutama bagi orang yang memiliki banyak pekerjaan, belajar hingga larut malam, atau terlalu lama menggunakan gawai. Padahal, kebiasaan tidur terlalu larut yang membuat waktu tidur tidak mencukupi dapat memberikan dampak terhadap kesehatan.

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya. Jika berlangsung terus-menerus, kekurangan tidur dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, metabolisme, sistem kekebalan tubuh hingga kesehatan jantung.

Lantas, apa saja dampak buruk terlalu sering begadang?

1. Konsentrasi dan Daya Ingat Menurun

Salah satu dampak yang paling cepat terasa setelah kurang tidur adalah menurunnya kemampuan berkonsentrasi.

Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sulit fokus, memproses informasi, mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan mengingat sesuatu. Respons tubuh juga dapat menjadi lebih lambat sehingga aktivitas sehari-hari berpotensi terganggu.

Tidak mengherankan jika seseorang yang tidur terlalu sedikit sering merasa sulit berpikir jernih atau mudah melakukan kesalahan pada hari berikutnya.

2. Mudah Mengantuk dan Kurang Produktif

Begadang membuat tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup. Akibatnya, rasa kantuk pada siang hari dapat muncul dan membuat produktivitas menurun.

National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa kekurangan tidur dapat mengganggu pekerjaan, kegiatan belajar, kemampuan berkendara, serta interaksi sosial. Kurang tidur juga dapat meningkatkan waktu reaksi dan membuat seseorang lebih mudah melakukan kesalahan.

Kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya ketika seseorang tetap memaksakan diri mengemudi dalam keadaan mengantuk.

3. Suasana Hati Bisa terganggu

Kurang tidur juga dapat memengaruhi kondisi emosional.

Seseorang yang kurang tidur dapat menjadi lebih mudah marah, frustrasi, stres, atau mengalami perubahan suasana hati. Dalam jangka panjang, gangguan tidur juga berkaitan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Karena itu, tidur bukan hanya penting untuk memulihkan tenaga, tetapi juga membantu menjaga fungsi otak dan kestabilan emosi.

4. Berat Badan Lebih Sulit Dikontrol

Kebiasaan kurang tidur juga berkaitan dengan pengaturan nafsu makan dan metabolisme tubuh.

Menurut NHLBI, kekurangan tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang berhubungan dengan rasa lapar dan kenyang. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih lapar.

Penelitian NIH juga menemukan bahwa meningkatkan durasi tidur pada orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan dapat membantu menurunkan asupan kalori.

Artinya, menjaga waktu tidur dapat menjadi salah satu bagian dari pola hidup sehat, meski tentu bukan satu-satunya faktor yang menentukan berat badan.

5. Meningkatkan Risiko Gangguan Metabolisme

Kurang tidur yang berlangsung dalam waktu lama juga berkaitan dengan masalah metabolisme.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kurang tidur dengan obesitas dan diabetes tipe 2. Kekurangan tidur juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh merespons insulin dan mengatur kadar gula darah.

Karena itu, kebiasaan begadang yang membuat seseorang terus-menerus tidur kurang sebaiknya tidak dianggap sebagai pola hidup yang normal.

6. Kesehatan Jantung Ikut Terpengaruh

Tidur yang cukup juga penting bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Kekurangan tidur dalam jangka panjang dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke. Tinjauan ilmiah yang diterbitkan pada 2025 juga menemukan hubungan antara kurang tidur dengan sejumlah penyakit kardiovaskular.

Selain durasi tidur, pola tidur yang tidak teratur juga dapat berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular.

7. Daya Tahan Tubuh Bisa Menurun

Tidur turut berperan dalam menjaga sistem pertahanan tubuh.

NHLBI menyebut kekurangan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi respons alami tubuh dalam melawan kuman dan penyakit. Dengan kata lain, kualitas dan kecukupan tidur menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal?

Untuk kebanyakan orang dewasa, para ahli merekomendasikan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya jam mulai tidur, tetapi juga durasi, kualitas, dan keteraturan waktu tidur.

Tidur pukul 02.00 lalu bangun pukul 10.00 mungkin memberikan durasi yang berbeda dibandingkan tidur pukul 22.00 hingga 06.00 dari sisi rutinitas dan kesesuaian dengan aktivitas harian. Karena itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten juga penting.

Jangan Mengandalkan "Balas Tidur" di Akhir Pekan

Sebagian orang mencoba mengatasi kebiasaan begadang dengan tidur lebih lama pada akhir pekan.

Tidur tambahan memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk, tetapi tidak selalu mampu membalikkan seluruh dampak dari kekurangan tidur yang berlangsung terus-menerus. NIH juga mencatat bahwa kebiasaan “menebus” tidur yang hilang tidak sepenuhnya menggantikan manfaat tidur yang cukup secara rutin.

Karena itu, lebih baik membangun pola tidur yang cukup setiap hari daripada terus-menerus mengorbankan waktu tidur dan berharap bisa menggantinya di kemudian hari.

Mulai Kurangi Kebiasaan Begadang

Mengurangi begadang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menetapkan waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, mengurangi aktivitas yang membuat tetap terjaga menjelang tidur, serta memastikan lingkungan kamar nyaman untuk beristirahat.

Jika seseorang terus mengalami kesulitan tidur, mengantuk berlebihan pada siang hari, atau gangguan tidur berlangsung lama dan mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

Pada akhirnya, begadang sesekali tidak sama dengan kekurangan tidur kronis. Namun, jika tidur larut membuat seseorang terus-menerus hanya mendapatkan waktu tidur yang sedikit, dampaknya tidak boleh diremehkan.

Tidur bukan sekadar waktu berhenti beraktivitas. Tidur merupakan bagian penting dari proses tubuh menjaga fungsi otak, metabolisme, kesehatan jantung, sistem imun, serta keseimbangan emosi.

Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara

Berita Terkini