<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
  <channel>
    <title>Teras Bandung - umum</title>
    <link>https://terasbandung.com/</link>
    <description>News And Service</description>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml"/>
    <language>id-ID</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <copyright>Copyright 2026, Teras Bandung</copyright>
    <pubDate>Sun, 08 Nov 2026 04:03:55 +0700</pubDate>
    <lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2026 04:03:55 +0700</lastBuildDate>
    <ttl>60</ttl>
    <item>
      <title>22,12 Ton Ikan Mas Mati Massal di Waduk Saguling, Upwelling Diduga Jadi Penyebab</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/11/06/2212-ton-ikan-mas-mati-massal-di-waduk-saguling-upwelling-diduga-jadi-penyebab</link>
      <pubDate>Fri, 06 Nov 2026 09:00:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/11/06/2212-ton-ikan-mas-mati-massal-di-waduk-saguling-upwelling-diduga-jadi-penyebab</guid>
      <category>ikan mati massal Waduk Saguling</category>
      <category> 22 ton ikan mati</category>
      <category> Waduk Saguling Bandung Barat</category>
      <category> fenomena upwelling</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Kematian massal ikan kembali terjadi di Waduk Saguling Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat. Sebanyak 22 12 ton ikan mas milik pembudidaya Keramba Ja</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kematian massal ikan kembali terjadi di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Sebanyak 22,12 ton ikan mas milik pembudidaya Keramba Jaring Apung (KJA) dilaporkan mati dalam kurun waktu 31 Oktober hingga 2 November 2026.

Peristiwa tersebut tersebar di tujuh titik keramba. Kematian ikan diduga dipicu penurunan kualitas air akibat perubahan cuaca ekstrem dan fenomena <em>upwelling</em> atau umbalan.

Dampak paling parah terjadi di Blok Ugrem, Kecamatan Cililin. Di lokasi tersebut, jumlah ikan mas yang mati mencapai sekitar 15 ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti, menjelaskan bahwa hujan yang turun terus-menerus diduga menyebabkan limpasan air sungai membawa material limbah menuju badan Waduk Saguling.

Kondisi tersebut membuat air waduk menjadi keruh dan kualitas perairan menurun. Akibatnya, kadar oksigen terlarut yang dibutuhkan ikan untuk bertahan hidup ikut berkurang.

<b>Kematian Ikan Tersebar di Tujuh Titik KJA</b>

Berdasarkan pendataan dari pengepul dan pembudidaya, kematian ikan terjadi di sejumlah kawasan keramba jaring apung di Waduk Saguling.

Berikut rincian jumlah ikan yang dilaporkan mati:



<ul data-spread="false"><li>Blok Ugrem, Cililin: 15 ton.

</li><li>Blok Cikadu, Cililin: 3 ton.

</li><li>Blok Bongas, Cililin: 2 ton.

</li><li>Blok Balong, Cililin: 2 ton.

</li><li>Blok Pakuwon, Desa Jati: 50 kilogram.

</li><li>Blok Cijati, Desa Saguling: 30 kilogram.

</li><li>Blok Mariuk, Desa Girimukti: 40 kilogram.

</li></ul>Total ikan yang mati mencapai 22,12 ton. Jumlah tersebut menjadi pukulan berat bagi pembudidaya yang menggantungkan penghasilan dari usaha perikanan di Waduk Saguling.

<b>Mengenal Fenomena Upwelling yang Memicu Ikan Mati Massal</b>

Fenomena <em>upwelling</em> atau umbalan merupakan pergerakan massa air dari lapisan bawah menuju permukaan. Dalam kondisi tertentu, pergerakan ini dapat membawa endapan lumpur, sisa pakan, bahan organik, dan material lain yang berada di dasar perairan.

Perubahan kondisi air tersebut dapat memengaruhi suhu, kualitas air, serta kadar oksigen terlarut. Jika oksigen turun drastis, ikan yang dibudidayakan di dalam keramba bisa mengalami stres hingga mati.

Fenomena ini menjadi salah satu ancaman bagi pembudidaya ikan di waduk, terutama ketika terjadi perubahan cuaca ekstrem atau peralihan musim.

<b>Dispernakan Minta Bangkai Ikan Segera DIangkat</b>

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, Dispernakan KBB meminta para pembudidaya segera melakukan penanganan terhadap ikan yang mati maupun yang masih bertahan hidup.

Ikan yang masih hidup disarankan dipisahkan dari ikan mati. Selanjutnya, ikan tersebut dapat dipindahkan ke wadah pemeliharaan terpisah untuk dibesarkan kembali atau segera dipanen.

Sementara itu, bangkai ikan harus segera diangkat dari area keramba agar tidak membusuk dan memperburuk pencemaran perairan.

Ikan yang sudah tidak layak konsumsi juga perlu dikubur di lokasi yang jauh dari sumber air dan permukiman warga. Adapun ikan yang masih memenuhi standar keamanan pangan dapat dimanfaatkan untuk konsumsi dengan penanganan yang tepat.

<b>Pembudidaya Diimbau Kurangi Kepadatan Ikan</b>

Dispernakan KBB turut mengingatkan pembudidaya agar meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi perubahan cuaca dan kondisi perairan.

Beberapa langkah antisipasi yang dianjurkan di antaranya mengurangi kepadatan ikan melalui panen sebagian, membatasi pemberian pakan menjelang potensi umbalan, serta menghentikan pemberian pakan sementara ketika fenomena tersebut berlangsung.

Jika memungkinkan, pembudidaya juga dapat menggunakan aerasi tambahan untuk membantu menjaga ketersediaan oksigen di wadah pemeliharaan.

Pemantauan kualitas air dan kondisi ikan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kematian massal berikutnya.

Peristiwa di Waduk Saguling ini kembali menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dan penurunan kualitas air dapat berdampak besar terhadap sektor perikanan. Bagi para pembudidaya, kondisi tersebut bukan hanya mengancam hasil panen, tetapi juga keberlangsungan mata pencaharian mereka.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/11/ikan-mati-f440_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Program SMK Go Global Buka Peluang Kerja ke Jepang, Disnaker Bandung Latih 130 Peserta Bahasa Jepang</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/11/04/program-smk-go-global-buka-peluang-kerja-ke-jepang-disnaker-bandung-latih-130-peserta-bahasa-jepang</link>
      <pubDate>Wed, 04 Nov 2026 14:26:16 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/11/04/program-smk-go-global-buka-peluang-kerja-ke-jepang-disnaker-bandung-latih-130-peserta-bahasa-jepang</guid>
      <category>Lowongan kerja Jepang</category>
      <category>SMK Go Global</category>
      <category>Kerja ke luar negeri</category>
      <description>Program SMK Go Global membuka peluang kerja luar negeri. Disnaker Bandung telah melatih 130 peserta bahasa Jepang sepanjang 2026.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kesempatan meniti karier di luar negeri kini semakin terbuka bagi masyarakat Indonesia. 

Salah satu program yang bisa dimanfaatkan adalah SMK Go Global, sebuah inisiatif Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk memperluas akses pekerjaan di pasar internasional.

Program tersebut tidak hanya menjadi sarana membuka peluang kerja bagi lulusan pendidikan vokasi, tetapi juga mendorong masyarakat memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di negara tujuan.

Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Erwin, menyebut SMK Go Global menawarkan kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan karier di luar negeri.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/11/04/48-bangunan-liar-di-jalan-soekarno-hatta-bandung-dibongkar-ini-alasan-pemkot-bertindak">Baca Juga : 48 Bangunan Liar di Jalan Soekarno-Hatta Bandung Dibongkar, Ini Alasan Pemkot Bertindak</a></b>

Namun, peluang tersebut harus dibarengi persiapan yang memadai. Penguasaan bahasa asing, keterampilan teknis, serta kompetensi sesuai bidang pekerjaan menjadi sejumlah bekal penting agar calon pekerja mampu memenuhi standar yang ditetapkan negara tujuan.

Melihat kebutuhan tersebut, Disnaker Kota Bandung turut mengambil peran dalam mempersiapkan sumber daya manusia melalui program peningkatan keterampilan, termasuk pelatihan bahasa asing.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan bahasa Jepang. Berdasarkan keterangan resmi Disnaker Kota Bandung, sepanjang 2026 sebanyak 130 peserta telah mengikuti program pelatihan tersebut.

Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja Sending Organization (LPK SO). Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal awal bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan peluang bekerja di Jepang.

Selain kemampuan berbahasa, calon pekerja migran juga perlu memahami berbagai aspek sebelum berangkat ke negara tujuan. Mulai dari persyaratan administrasi, karakteristik budaya, lingkungan kerja, hingga mekanisme penempatan tenaga kerja.

Persiapan tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak hanya memiliki peluang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dapat menjalani proses penempatan secara aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/11/04/gapeka-baru-mulai-1-desember-2026-sejumlah-jadwal-perjalanan-kereta-berubah">Baca Juga : Gapeka Baru Mulai 1 Desember 2026, Sejumlah Jadwal Perjalanan Kereta Berubah</a></b>

Program SMK Go Global sendiri dirancang untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi persaingan internasional. Pembekalan keterampilan, kemampuan bahasa asing, serta peningkatan kompetensi menjadi bagian dari upaya menciptakan calon pekerja yang lebih siap memasuki pasar kerja global.

Menariknya, meskipun menggunakan nama SMK, program ini tidak membatasi pesertanya hanya untuk lulusan sekolah menengah kejuruan. Masyarakat umum yang memenuhi persyaratan juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program tersebut.

Bagi masyarakat yang tertarik, informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat dipantau melalui media sosial resmi Kementerian P2MI maupun Instagram BP3MI Jawa Barat di akun @bp3mi_jabar.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/11/smk-go-jepang-c05b_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Rokok Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar Dimusnahkan di Bandung, Bupati Dadang Supriatna Ungkap Dampaknya</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/11/04/rokok-ilegal-senilai-rp17-miliar-dimusnahkan-di-bandung-bupati-dadang-supriatna-ungkap-dampaknya</link>
      <pubDate>Wed, 04 Nov 2026 14:00:26 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/11/04/rokok-ilegal-senilai-rp17-miliar-dimusnahkan-di-bandung-bupati-dadang-supriatna-ungkap-dampaknya</guid>
      <category>Rokok ilegal Bandung</category>
      <description>Bupati Bandung Dadang Supriatna musnahkan lebih dari 1 juta batang rokok ilegal senilai Rp1,7 miliar. Potensi kerugian negara mencapai Rp891 juta.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Bandung menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. 

Sebagai bentuk keseriusan memberantas praktik tersebut, lebih dari satu juta batang rokok tanpa ketentuan cukai resmi dimusnahkan dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Markas Komando (Mako) Satpol PP Kabupaten Bandung, Selasa (3/11/2026).

Pemusnahan barang kena cukai ilegal tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Madya Pabean A Bandung. Nilai keseluruhan barang yang dimusnahkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,7 miliar.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Kantor Bea Cukai Bandung, Sutikno, dan Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung, Uwais Qorni.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/11/04/48-bangunan-liar-di-jalan-soekarno-hatta-bandung-dibongkar-ini-alasan-pemkot-bertindak">Baca Juga : 48 Bangunan Liar di Jalan Soekarno-Hatta Bandung Dibongkar, Ini Alasan Pemkot Bertindak</a></b>

Sejumlah unsur penegak hukum dan instansi pemerintahan turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Satpol PP Jawa Barat, Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Barat Ludi Awaludin, perwakilan Polresta Bandung, Kejaksaan Negeri Bandung, serta jajaran instansi terkait.

Dalam kesempatan itu, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS memberikan apresiasi kepada petugas Satpol PP dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penindakan. Menurutnya, keberhasilan mengamankan barang bukti dalam jumlah besar tidak terlepas dari kerja keras petugas yang harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

"Saya mengapresiasi Kepala Satpol PP beserta jajaran yang sudah melakukan penindakan dan pemusnahan rokok ilegal ini. Lebih dari 1 juta batang rokok berhasil diamankan berkat kesigapan petugas yang bahkan harus bermalam dan tidur di lapangan," ujar KDS.

KDS menegaskan, peredaran rokok ilegal bukan sekadar persoalan pelanggaran aturan perdagangan, melainkan juga berkaitan dengan perlindungan penerimaan negara dan pendapatan daerah.

Pasalnya, sektor hasil tembakau memberikan kontribusi besar terhadap keuangan Kabupaten Bandung melalui penerimaan pajak dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Nilai kontribusi tersebut bahkan mencapai ratusan miliar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dana yang diterima pemerintah daerah selanjutnya dimanfaatkan untuk berbagai program kesejahteraan masyarakat. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah petani tembakau, yang mendapatkan prioritas dalam pemberian stimulus bantuan guna menjaga keberlangsungan usaha mereka.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/11/04/pemkot-bandung-siapkan-strategi-pengendalian-inflasi-jelang-nataru-ramadan-dan-lebaran-2027">Baca Juga : Pemkot Bandung Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Jelang Nataru, Ramadan dan Lebaran 2027</a></b>

Meski demikian, upaya pengawasan di Kabupaten Bandung bukan perkara mudah. Luas wilayah serta kondisi geografis yang berbatasan dengan sejumlah daerah, seperti Garut, Sumedang, Cianjur, Kota Bandung, dan Cimahi, membuat jalur peredaran barang ilegal perlu diawasi secara lebih ketat.

Kondisi tersebut menuntut petugas untuk meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, dalam menjalankan operasi, personel di lapangan terkadang harus berjaga hingga bermalam demi mencegah masuk dan beredarnya rokok ilegal.

Untuk memperkuat pemberantasan, Pemkab Bandung akan mengembangkan pola pengawasan yang tidak hanya mengandalkan penindakan. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga akan diperluas melalui pendekatan persuasif yang melibatkan Satpol PP.

KDS mengingatkan agar seluruh petugas tetap mengutamakan cara-cara humanis ketika berhadapan dengan pedagang maupun pemasok. Penegakan aturan diharapkan berjalan tegas, tetapi tidak dilakukan dengan sikap arogan yang berpotensi memicu persoalan baru.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Bandung, Sutikno, mengungkapkan bahwa barang yang dimusnahkan merupakan hasil serangkaian penindakan selama 2026 melalui kerja sama berbagai instansi.

Jumlah rokok ilegal yang diamankan mencapai lebih dari satu juta batang. Dari hasil penghitungan, nilai barang tersebut mencapai lebih dari Rp1,7 miliar dengan potensi kerugian atau penerimaan negara sebesar Rp891 juta sekian.

"Barang kena cukai hasil tembakau yang dimusnahkan sejumlah lebih dari satu juta batang dengan nilai barang mencapai Rp1,7 miliar lebih serta memiliki potensi kerugian atau penerimaan negara sebesar Rp891 juta sekian," jelas Sutikno.

Ia menambahkan, pemusnahan yang dilakukan secara simbolis di Kabupaten Bandung akan dilanjutkan dengan proses pemusnahan keseluruhan menggunakan fasilitas insinerator ramah lingkungan milik PT Jasa Medivest di Dawuan, Kabupaten Karawang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga persaingan usaha agar produk rokok legal tidak dirugikan oleh peredaran barang tanpa cukai.

Sutikno juga memaparkan besarnya penerimaan cukai yang menjadi target Jawa Barat. Dari target Rp30 triliun, sekitar Rp29 triliun di antaranya berasal dari cukai rokok. Hingga saat ini, realisasi penerimaan telah mencapai Rp27,5 triliun.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/11/04/gapeka-baru-mulai-1-desember-2026-sejumlah-jadwal-perjalanan-kereta-berubah">Baca Juga : Gapeka Baru Mulai 1 Desember 2026, Sejumlah Jadwal Perjalanan Kereta Berubah</a></b>

"Target penerimaan cukai untuk Jawa Barat sendiri mencapai Rp30 triliun, di mana Rp29 triliun berasal dari cukai rokok. Hingga saat ini sudah terealisasi Rp27,5 triliun. Pemusnahan ini penting agar tidak terjadi distorsi pasar dan penerimaan negara terlindungi," tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung, Uwais Qorni, menyebut pemberantasan rokok ilegal membutuhkan langkah berkelanjutan. Penindakan terhadap pelanggaran harus dibarengi peningkatan kapasitas personel serta pemahaman masyarakat mengenai aturan barang kena cukai.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pelatihan teknis bagi anggota, penguatan koordinasi lintas instansi, operasi penertiban, hingga edukasi secara berkesinambungan.

"Upaya pemberantasan barang kena cukai ilegal ini dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari bimbingan teknis peningkatan kapasitas anggota, kolaborasi antarinstansi, penindakan di lapangan, hingga sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat," paparnya.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/11/pemusnahan-rokok-ilegal-ba45_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Menuju HPN 2027 Lampung, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/11/02/menuju-hpn-2027-lampung-pwi-half-marathon-2026-siap-menggebrak-bandar-lampung</link>
      <pubDate>Mon, 02 Nov 2026 19:57:42 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/11/02/menuju-hpn-2027-lampung-pwi-half-marathon-2026-siap-menggebrak-bandar-lampung</guid>
      <category>PWI</category>
      <category> Persatuan Wartawan Indonesia</category>
      <category>PWI Half Marathon 2026</category>
      <description>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ajang olahraga PWI Half Marathon 2026</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ajang olahraga PWI Half Marathon 2026 sebagai rangkaian Kick Off Hari Pers Nasional (HPN) Lampung. 

Dukungan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Laporan Ketua Panitia bersama PWI Lampung yang berlangsung di Ruang Rapat PWI Pusat pada Senin, 2 November 2026.

Ajang lari bergengsi ini rencananya akan diselenggarakan di Lapangan Saburai Enggal, Bandar Lampung, pada hari Minggu, 29 November 2026, mulai pukul 05.00 WIB. 

Acara ini turut didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia serta berbagai sponsor terkemuka.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam rapat tersebut menyatakan apresiasi dan dukungan penuh Pengurus Pusat terhadap inisiatif PWI Lampung dan panitia pelaksana.

"Kami di PWI Pusat mendukung penuh inisiatif dan kesiapan PWI Lampung serta Panitia Pelaksana dalam menggelar PWI Half Marathon 2026. Ini merupakan langkah konkret insan pers dalam membangkitkan semangat berolahraga sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat luas," ujar Akhmad Munir.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal PWI Pusat sekaligus Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN), M. Selamet Susanto, menegaskan bahwa PWI Half Marathon 2026 ini adalah pemanasan dan momentum konsolidasi penting menjelang gelaran HPN dan Porwanas 2027 di Lampung.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/11/02/tim-prabu-1-amankan-3-orang-bawa-sajam-di-bojongloa-kidul-bandung-diduga-hendak-serang-warga">Baca Juga : Tim Prabu 1 Amankan 3 Orang Bawa Sajam di Bojongloa Kidul Bandung, Diduga Hendak Serang Warga</a></b>

"PWI Half Marathon 2026 bukan sekadar ajang olahraga biasa, melainkan juga bagian dari gelora semangat dan rangkaian Kick Off menuju Hari Pers Nasional (HPN) dan Porwanas 2027 yang akan datang di Lampung," jelas M. Selamet Susanto.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah — yang didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Kerjasama PWI Lampung Segan Petrus Simanjuntak serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah PWI Lampung Lukmansyah — menyampaikan rasa bangga dan kesiapan penuh jajaran PWI Lampung.

"PWI Lampung sangat siap menyukseskan PWI Half Marathon 2026 sebagai rangkaian Kick Off HPN Lampung. Kepercayaan dan dukungan penuh dari PWI Pusat menjadi penambah semangat bagi kami untuk menyajikan event lari yang aman, nyaman, dan berkesan," tegas Wirahadikusumah.

Panitia menyediakan tiga kategori jarak lari, yaitu:
Kategori 5K – Rp150.000
Kategori 10K – Rp170.000
Kategori 21K (Half Marathon) – Rp300.000

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/11/whatsapp-image-2026-11-02-at-195409-c508_mid.jpg">

Setiap peserta akan mendapatkan BIB with Chip Timing, Jersey eksklusif, Medals Finisher, Refreshment, serta hiburan. Khusus untuk kategori 21K, peserta juga akan mendapatkan Jersey Finisher tambahan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/11/02/jangan-tunggu-tumbler-berbau-ini-batas-waktu-mencuci-botol-minum-agar-terhindar-dari-bakteri">Baca Juga : Jangan Tunggu Tumbler Berbau! Ini Batas Waktu Mencuci Botol Minum agar Terhindar dari Bakteri</a></b>

Selain itu, ajang ini juga bertabur hadiah fantastis dengan doorprize dan hadiah podium mencapai ratusan juta rupiah, termasuk sepeda motor dan berbagai perangkat elektronik.

Pendaftaran dibuka online melalui <a href="https://bit.ly/PWI-RUN">https://bit.ly/PWI-RUN</a> atau scan QR code pada poster resmi.

Info lebih lanjut: Instagram @eventlari_lampung, @kawanlari_lampung, @pwi_lampung, atau HP/WA 0895-2308-1523.

*HUMAS PWI PUSAT

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/11/img-20261102-215027-08f1_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>PWI Jabar Dibidik Kembali Rebut Juara Umum Porwanas 2027, Dukungan DPRD Jadi Suntikan Semangat</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/30/pwi-jabar-dibidik-kembali-rebut-juara-umum-porwanas-2027-dukungan-dprd-jadi-suntikan-semangat</link>
      <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 18:14:25 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/30/pwi-jabar-dibidik-kembali-rebut-juara-umum-porwanas-2027-dukungan-dprd-jadi-suntikan-semangat</guid>
      <description>DPRD Jabar mendukung PWI Jabar merebut juara umum Porwanas 2027 di Lampung sekaligus memperkuat kolaborasi melalui program diskusi publik bersama.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Ambisi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat untuk kembali menguasai Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 mendapat dukungan dari DPRD Jawa Barat.

Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara pengurus PWI Jabar dengan jajaran Komisi V DPRD Jabar di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (30/10/2026).

Dalam audiensi itu, kedua pihak membahas kesiapan kontingen Jawa Barat menghadapi Porwanas 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Lampung pada 5-10 April 2027. PWI Jabar memiliki target mengembalikan gelar juara umum setelah pada penyelenggaraan sebelumnya harus puas membawa pulang medali perak.

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung upaya PWI Jabar untuk kembali mengukir prestasi dalam ajang olahraga wartawan tingkat nasional tersebut.

Ia berharap kontingen Jawa Barat dapat memaksimalkan persiapan sehingga mampu kembali menempati posisi tertinggi dalam klasemen akhir Porwanas.

"Secara prinsip DPRD Jawa Barat mendukung kesuksesan Porwanas 2027 yang akan digelar di Lampung. Berharap kontingen Jawa Barat bisa kembali meraih gelar juara dalam pekan olahraga wartawan ini," ujar Yomanius.

Dukungan serupa disampaikan Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad. Ia memastikan dukungan terhadap keikutsertaan kontingen PWI Jabar akan diperjuangkan melalui mekanisme kelembagaan DPRD.

Menurutnya, keberangkatan para atlet wartawan Jawa Barat menuju Lampung menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian agar kontingen bisa mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

"Kami secara kelembagaan mendukung program kawan-kawan untuk ikut memberangkatkan kontingen Jawa Barat di Lampung. Secara kelembagaan akan kita perjuangkan agar kawan-kawan bisa berangkat," kata Hasbullah.

Anggota Komisi V lainnya, Zaini Shofari, juga menyatakan dukungannya terhadap rencana PWI Jabar mengikuti Porwanas mendatang. Ia berharap Jawa Barat mampu kembali menunjukkan prestasi terbaiknya.

"Secara komitmen kita mendukung penuh Pekan Olahraga Wartawan ini. Jabar harus kembali meraih prestasi yang membanggakan," tegasnya.

<b>PWI Jabar Punya Modal Empat Kali Juara Umum</b>

Ketua PWI Jabar, Tantan Sulthon Bukhawan, menjelaskan bahwa Porwanas 2027 akan diselenggarakan beriringan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Penggabungan kedua agenda tersebut merupakan keputusan PWI Pusat. Pelaksanaannya yang semula berkaitan dengan jadwal sebelumnya disesuaikan ke April 2027 karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

Tantan menyebut Jawa Barat memiliki catatan prestasi yang cukup kuat dalam sejarah Porwanas. Kontingen PWI Jabar tercatat sudah empat kali meraih gelar juara umum.

Salah satu prestasi tersebut diraih pada 1996. Sementara tiga gelar juara umum lainnya berhasil diperoleh secara beruntun sehingga Piala Presiden saat ini berada dalam penguasaan PWI Jawa Barat.

"Jawa Barat insyaallah akan menjadi peserta HPN dan Porwanas. Secara prestasi kita itu sudah empat kali juara. Satu kali tahun '96, yang terakhir tiga kali kita sudah bisa berhasil tiap tahun berturut-turut menjuarai, mendapat Piala Presiden karena juara umum berturut-turut selama tiga tahun," ungkap Tantan.

Meski memiliki rekam jejak prestasi membanggakan, Tantan mengakui hasil yang diperoleh pada penyelenggaraan terakhir belum sesuai harapan. Saat itu, kontingen Jawa Barat hanya berhasil meraih medali perak.

Hasil tersebut justru menjadi dorongan bagi PWI Jabar untuk mempersiapkan diri lebih baik demi mengembalikan gelar juara umum pada Porwanas 2027 di Lampung.

"Di Lampung ini kita punya cita-cita ingin mengembalikan kemenangan Porwanas yang sudah menjadi kebiasaan mungkin ya di Jawa Barat," katanya.

Tantan juga berharap semangat memburu prestasi di kalangan wartawan tersebut dapat berjalan seiring dengan ambisi Jawa Barat meningkatkan pencapaian olahraga pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

<b>PWI Jabar dan DPRD Siapkan Kolaborasi Diskusi Publik</b>

Selain membicarakan target prestasi olahraga, pertemuan tersebut turut membuka peluang kerja sama antara PWI Jabar dan DPRD Jabar dalam bidang komunikasi serta edukasi masyarakat.

PWI Jabar berencana membangun ruang diskusi yang menghadirkan anggota DPRD sebagai narasumber untuk membahas berbagai persoalan dan perkembangan kebijakan di Jawa Barat.

Tantan mengatakan, kolaborasi dengan lembaga legislatif diperlukan agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang lebih luas mengenai berbagai gagasan maupun program yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

Menurutnya, peran pers tidak sebatas menyampaikan berita, tetapi juga memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat melalui informasi yang berkualitas.

"Salah satu upaya kami untuk sinergitas dengan legislatif, kita tuh ada beberapa program yang nanti akan kita sinergikan dengan teman-teman di DPRD. Salah satunya kita ingin membuka ruang diskusi," ujar Tantan.

Forum tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala, baik setiap pekan maupun berdasarkan jadwal yang nantinya disepakati kedua belah pihak.

Melalui kegiatan itu, PWI Jabar ingin mendapatkan penjelasan langsung mengenai pemikiran, kebijakan, serta perkembangan pekerjaan para anggota legislatif. Informasi tersebut selanjutnya dapat disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai produk jurnalistik.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Hasbullah Rahmad. Ia menilai diskusi yang menghadirkan langsung pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan akan menghasilkan informasi yang lebih jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Saya menyambut baik ada program hari Jumat, mengundang mitra, baik dalam hal berolahraga maupun diskusi. Saya kira memang lebih afdol kawan-kawan menggelar diskusi mengundang pelaku, ya. Jadi narasumber ini kan pelaku, pengambil kebijakan langsung," tutur Hasbullah.

Hasbullah bahkan mengusulkan agar pelaksanaan diskusi dapat melibatkan lima komisi yang ada di DPRD Jabar secara bergantian. Dengan begitu, pembahasan bisa disesuaikan dengan bidang tugas dan ruang lingkup masing-masing komisi.

"Saya kira itu juga baik, kita untuk melakukan diskursus, ya, agar Jawa Barat ini benar-benar bisa lebih istimewa," tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Jabar, M Lillah Sahrul Mubarok, menyoroti pentingnya peningkatan literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi pada era disrupsi.

Ia berharap PWI Jabar dapat mengambil peran lebih besar dalam membantu masyarakat memahami informasi secara utuh dan berimbang.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, pers dinilai mempunyai posisi strategis dalam menjembatani komunikasi antara lembaga pemerintahan dan masyarakat.

Kolaborasi antara PWI Jabar dan DPRD Jabar pun diharapkan tidak hanya berhenti pada dukungan terhadap keikutsertaan Porwanas 2027, tetapi juga berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan melalui forum diskusi, kegiatan edukasi, serta publikasi mengenai kinerja legislatif.

Dengan sinergi tersebut, PWI Jabar diharapkan mampu menjalankan dua agenda sekaligus, yakni memperjuangkan prestasi di bidang olahraga wartawan dan memperkuat kontribusi pers dalam meningkatkan kualitas informasi publik di Jawa Barat.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/dprd-jabar-pwi-4f0c_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>80 Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan MBG, Alami Mual hingga Muntah</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/21/80-siswa-smpn-2-cisarua-bogor-diduga-keracunan-mbg-alami-mual-hingga-muntah</link>
      <pubDate>Wed, 21 Oct 2026 13:00:10 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/21/80-siswa-smpn-2-cisarua-bogor-diduga-keracunan-mbg-alami-mual-hingga-muntah</guid>
      <category>siswa SMPN 2 Cisarua diduga keracunan MBG</category>
      <category> keracunan MBG Bogor</category>
      <category> SMPN 2 Cisarua</category>
      <category> Makan Bergizi Gratis</category>
      <category> siswa keracunan</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Puluhan siswa SMPN 2 Cisarua Kabupaten Bogor Jawa Barat diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rab</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Puluhan siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21 Oktober 2026). Sekitar 80 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan sejumlah di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.



<p class="isSelectedEnd">Para siswa mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, muntah, pusing, hingga sakit perut. Mereka dilaporkan mengalami keluhan tersebut setelah mengonsumsi makanan dari program MBG, dengan dugaan gejala muncul setelah meminum susu yang dibagikan.



<p class="isSelectedEnd">Sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan kemudian mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Paru Goenawan (RSPG) Cisarua.



<p class="isSelectedEnd"><b>Sekitar 80 Siswa Dilaporkan Mengalami Gejala Keracunan</b>



<p class="isSelectedEnd">Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman membenarkan adanya peristiwa yang dialami para siswa SMPN 2 Cisarua tersebut.



<p class="isSelectedEnd">Menurut keterangannya, jumlah siswa yang mengalami gejala diduga keracunan mencapai sekitar 80 orang. Kejadian itu dilaporkan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB.



<p class="isSelectedEnd">Keluhan kesehatan muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan informasi awal, gejala dilaporkan muncul setelah siswa meminum susu.



<p class="isSelectedEnd">Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Belum dapat disimpulkan bahwa susu atau makanan tertentu menjadi penyebab utama sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan terkait tersedia.



<p class="isSelectedEnd"><b>Siswa Mendapatkan Perawatan Medis</b>



<p class="isSelectedEnd">Munculnya gejala mual, muntah, pusing, dan sakit perut membuat sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis. Para siswa yang dibawa ke IGD RSPG Cisarua menjalani pemeriksaan sesuai kondisi masing-masing.



<p class="isSelectedEnd">Penanganan medis diperlukan untuk menilai tingkat keparahan gejala, mencegah dehidrasi akibat muntah, serta memastikan kondisi para siswa tetap terpantau.



<p class="isSelectedEnd">Dalam kejadian yang melibatkan banyak siswa seperti ini, pendataan jumlah korban, pemeriksaan kondisi kesehatan, dan penelusuran makanan yang dikonsumsi menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebabnya.



<p class="isSelectedEnd"><b>Evaluasi Program MBG Perlu Dilakukan</b>



<p class="isSelectedEnd">Dugaan keracunan yang melibatkan puluhan siswa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.



<p class="isSelectedEnd">Penyediaan makanan bagi siswa tidak hanya harus memperhatikan kandungan gizi, tetapi juga kebersihan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan dan minuman.



<p class="isSelectedEnd">Jika ditemukan dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan bersama, pemeriksaan terhadap sampel makanan atau minuman, apabila tersedia, serta evaluasi proses penyajian dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab.



<p class="isSelectedEnd">Hasil pemeriksaan yang menyeluruh diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan kejadian serupa dapat dicegah.



<p class="isSelectedEnd"><b>Penyebab Dugaan Keracunan Masih Perlu Dipastikan</b>



<p class="isSelectedEnd">Hingga informasi awal ini disampaikan, dugaan keracunan terhadap sekitar 80 siswa SMPN 2 Cisarua menjadi perhatian karena melibatkan banyak pelajar dalam satu lingkungan sekolah.



<p class="isSelectedEnd">Prioritas utama adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan yang sesuai dan kondisi mereka terus dipantau. Penyelidikan lebih lanjut juga diperlukan untuk memastikan apakah keluhan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Masyarakat diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum bukti pendukung tersedia.



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/keracunan-bogor-bd31_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Penyerangan Bus Persib U-18 di Tol Batang, 3 Orang Jadi Tersangka, Ini Peran Masing-Masing</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/20/penyerangan-bus-persib-u-18-di-tol-batang-3-orang-jadi-tersangka-ini-peran-masing-masing</link>
      <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 18:27:50 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/20/penyerangan-bus-persib-u-18-di-tol-batang-3-orang-jadi-tersangka-ini-peran-masing-masing</guid>
      <category>penyerangan bus Persib U-18</category>
      <category> tiga tersangka bus Persib</category>
      <category> Polresta Batang</category>
      <category> penyerangan Persib di Tol Batang</category>
      <category> penjarahan koper Persib</category>
      <category> EPA Persib Bandung</category>
      <category> Rest Area KM 360 Batang</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Polresta Batang menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan dan penjarahan bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U 18 </description>
      <content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Polresta Batang menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan dan penjarahan bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang-Pemalang, Jawa Tengah. Insiden tersebut terjadi pada Minggu malam, 11 Oktober 2026.

Penetapan tersangka diumumkan Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono dalam konferensi pers di Mapolresta Batang, Senin (19/10/2026). Ketiga tersangka masing-masing berinisial BPA (33), HH (26), dan MF alias T (26).

Berdasarkan laporan ANTARA dan detikJateng, ketiganya diduga memiliki peran berbeda dalam insiden yang mengakibatkan kerusakan bus, kekerasan terhadap anggota rombongan, serta hilangnya barang milik pemain dan ofisial Persib U-18.

Polisi menetapkan ketiganya setelah melakukan penyelidikan, memeriksa saksi, menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV, serta mengumpulkan barang bukti lainnya.

<b>Ini Peran Tiga Tersangka Penyerangan Bus Persib U-18</b>

Kapolresta Batang mengungkapkan, masing-masing tersangka diduga terlibat dalam tindakan berbeda saat insiden berlangsung.

1. BPA Diduga Melempar Batu hingga Kaca Bus Pecah

Tersangka BPA, berusia 33 tahun, diduga melakukan pelemparan batu ke arah bus rombongan Persib U-18. Ia juga diduga terlibat dalam pemukulan terhadap salah satu anggota rombongan.

Akibat aksi tersebut, kaca bus mengalami kerusakan. BPA diamankan polisi pada 12 Oktober 2026 di wilayah Pondokgede, Jatibening, Bekasi.

Dalam perkembangan pemeriksaan, polisi juga menyampaikan bahwa hasil tes urine BPA positif mengandung indikasi penggunaan sabu dan ganja. Temuan tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepolisian dalam penanganan kasus.

2. HH Diduga Melempar Batu dan Melakukan Penganiayaan

Tersangka kedua berinisial HH (26). Ia diduga melempar batu ke arah kaca bus serta menggunakan kerucut lalu lintas dan tongkat kerucut untuk menyerang kendaraan.

HH juga diduga terlibat dalam rangkaian aksi kekerasan yang terjadi di lokasi. Ia ditangkap polisi di wilayah Bogor pada 15 Oktober 2026.

3. MF alias T Diduga Menjarah Dua Koper

Sementara itu, tersangka MF alias T (26) diduga mengambil dua koper milik pemain dan ofisial Persib U-18 dari bagasi bus yang terbuka.

MF alias T ditangkap pada 15 Oktober 2026 di wilayah Jakarta Barat. Polisi masih mendalami keseluruhan rangkaian kejadian dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Seluruh peran tersebut merupakan dugaan berdasarkan hasil penyidikan kepolisian dan masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

<b>Kronologis Penyerangan Bus Persib U-18 di Rest Area KM 360</b>

Peristiwa bermula ketika rombongan Persib Bandung U-18 sedang dalam perjalanan pulang menuju Bandung setelah menjalani pertandingan Elite Pro Academy melawan Persis Solo di Surakarta.

Pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, bus rombongan berhenti di Rest Area KM 360 Tol Batang-Pemalang untuk beristirahat. Di lokasi yang sama, terdapat rombongan suporter klub lain yang juga sedang melakukan perjalanan pulang.

Berdasarkan keterangan kepolisian yang diberitakan ANTARA, perselisihan diduga bermula ketika sejumlah anggota rombongan Persib turun menuju toilet dan salah satu ofisial terlihat mengenakan pakaian bertuliskan Persib Bandung.

Situasi kemudian memanas hingga berujung pada dugaan aksi kekerasan, pelemparan batu ke bus, serta pengambilan barang dari bagasi kendaraan.

Insiden tersebut menjadi perhatian karena rombongan yang menjadi sasaran merupakan tim sepak bola usia muda, termasuk pemain dan ofisial yang sedang menjalani perjalanan setelah pertandingan.

<b>Polisi Masih Dalami Kemungkinan Tersangka Baru</b>

Meski tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, Polresta Batang masih melanjutkan penyidikan. Polisi mendalami keterangan saksi, rekaman CCTV, dan bukti lain untuk mengungkap apakah terdapat pihak tambahan yang ikut terlibat.

Penyidik juga menelusuri peran masing-masing orang dalam rangkaian dugaan perusakan, penganiayaan, dan pencurian tersebut.

Dengan demikian, penetapan tiga tersangka belum tentu menjadi akhir dari proses penyidikan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan bukti yang diperoleh kepolisian.

<b>Persib Kawal Proses Hukum Kasus Penyerangan</b>

Manajemen Persib Bandung sebelumnya mengecam keras dugaan penyerangan terhadap rombongan EPA U-18. Pihak klub menyatakan akan berkoordinasi dengan Polresta Batang untuk mengawal proses hukum hingga tuntas.

Persib menegaskan bahwa keselamatan pemain muda, ofisial, dan seluruh anggota rombongan menjadi perhatian utama. Insiden tersebut juga kembali mengingatkan bahwa rivalitas sepak bola tidak seharusnya berujung pada kekerasan atau tindakan kriminal.

Kasus penyerangan bus Persib U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang kini memasuki tahap penyidikan dengan tiga tersangka yang telah ditetapkan. Publik masih menantikan perkembangan lanjutan, termasuk kemungkinan penambahan tersangka dan proses hukum terhadap para terduga pelaku.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/bus-persib-18-cd7f_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kecelakaan di Tol Cipularang KM 75 Arah Jakarta, Truk Pengangkut Cat Tumpah Tutupi Ruas Jalan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/20/kecelakaan-di-tol-cipularang-km-75-arah-jakarta-truk-pengangkut-cat-tumpah-tutupi-ruas-jalan</link>
      <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 11:28:30 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/20/kecelakaan-di-tol-cipularang-km-75-arah-jakarta-truk-pengangkut-cat-tumpah-tutupi-ruas-jalan</guid>
      <category>kecelakaan Tol Cipularang hari ini</category>
      <category> kecelakaan Tol Cipularang KM 75</category>
      <category> truk pengangkut cat tumpah</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang arah Jakarta tepatnya di KM 75 200 pada Selasa (20 10 2026) sekitar pukul 10.00 W</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang arah Jakarta, tepatnya di KM 75+200, pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan muatan cat dari salah satu truk tumpah dan menutupi sebagian ruas jalan.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, petugas saat ini melakukan penanganan kecelakaan sekaligus membersihkan tumpahan cat di lokasi kejadian. Proses pembersihan dilakukan untuk mengembalikan kondisi jalan agar dapat dilalui pengguna tol dengan aman.

Tumpahan cat di permukaan jalan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Pengendara yang melintas di sekitar lokasi pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

<b>Kecelakaan Melibatkan Dua Kendaraan</b>

Insiden kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan, salah satunya truk yang sedang mengangkut cat. Akibat kejadian itu, muatan cat dilaporkan tumpah hingga menutupi ruas jalan Tol Cipularang arah Jakarta.

Hingga informasi awal ini disusun, belum terdapat keterangan terverifikasi mengenai kronologi lengkap kecelakaan, penyebab insiden, maupun ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tersebut.

Informasi mengenai kondisi kendaraan yang terlibat serta dampak kecelakaan terhadap arus lalu lintas masih perlu dikonfirmasi melalui petugas berwenang dan pengelola jalan tol.

<b>Petugas Bersihkan Tumpahan Cat di Tol Cipularang</b>

Setelah kecelakaan terjadi, petugas melakukan penanganan di lokasi, termasuk membersihkan cat yang tumpah dari truk. Pembersihan menjadi bagian penting untuk memastikan permukaan jalan kembali aman dilintasi kendaraan.

Pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan ketika mendekati lokasi penanganan, tidak melakukan pengereman mendadak, serta menghindari manuver yang dapat membahayakan kendaraan lain.

Pengendara juga disarankan memantau informasi lalu lintas terbaru dari pengelola jalan tol sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

<b>Pengendara Diminta Waspada Saat Melintas</b>

Kecelakaan di jalan tol dapat menimbulkan risiko tambahan ketika terdapat muatan kendaraan yang tercecer di badan jalan. Karena itu, pengguna Tol Cipularang perlu menjaga konsentrasi dan mematuhi rambu serta petunjuk petugas.

Masyarakat diharapkan tidak memperlambat kendaraan hanya untuk melihat kejadian atau mengambil gambar karena dapat mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan lanjutan.

Perkembangan mengenai kondisi lalu lintas, proses pembersihan, serta penyebab kecelakaan di KM 75+200 Tol Cipularang arah Jakarta masih menunggu informasi resmi lebih lanjut.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/laka-cipularang-ac68_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH Unpas Libatkan Oknum Dosen, Mahasiswa Tuntut Pengusutan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/14/viral-dugaan-pelecehan-seksual-di-fh-unpas-libatkan-oknum-dosen-mahasiswa-tuntut-pengusutan</link>
      <pubDate>Wed, 14 Oct 2026 15:30:45 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/14/viral-dugaan-pelecehan-seksual-di-fh-unpas-libatkan-oknum-dosen-mahasiswa-tuntut-pengusutan</guid>
      <category>Dugaan pelecehan seksual Unpas</category>
      <category>Universitas Pasundan Bandung</category>
      <category>BEM FH Unpas</category>
      <category>Aksi mahasiswa Unpas</category>
      <category>Kekerasan seksual di kampus</category>
      <description>Dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di FH Unpas viral. Mahasiswa menggelar mimbar bebas dan mendesak pengusutan transparan serta perlindungan korban.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang melibatkan oknum dosen di Fakultas Hukum Universitas Pasundan (FH Unpas) ramai diperbincangkan di media sosial. 

Menanggapi persoalan tersebut, organisasi mahasiswa mendesak pengusutan menyeluruh dan perlindungan bagi korban atau pelapor.

Ketua Umum BEM FH Unpas, Dhean Salvez, bersama Ketua Umum BPM FH Unpas, Sigit Washul, menilai kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.

"BEM FH dan BPM FH Unpas menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual serta berkomitmen untuk berdiri di garda terdepan bersama mahasiswa guna memperjuangkan keadilan serta rasa aman bagi mahasiswa," tulisnya, dikutip Rabu (14/10/2026).

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/trotoar-dan-drainase-kiaracondong-dibersihkan-farhan-soroti-aturan-pkl-dan-parkir">Baca Juga : Trotoar dan Drainase Kiaracondong Dibersihkan, Farhan Soroti Aturan PKL dan Parkir</a></b>

Sebagai bentuk respons, BEM FH dan BPM FH Unpas menjadwalkan aksi bertajuk Mimbar Bebas: Usut Tuntas Isu Kekerasan dan Pelecehan Seksual di FH Unpas. 

Kegiatan ini ditujukan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak transparansi pihak fakultas dan universitas.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10/2026) pukul 13.00 WIB di lapangan parkir depan FH Unpas.

Mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan, mulai dari jaminan keamanan, pemenuhan hak, hingga pendampingan psikologis dan hukum bagi korban atau pelapor tanpa intimidasi.

Mereka juga meminta dugaan kasus diperiksa secara adil, objektif, dan transparan melalui mekanisme satuan tugas serta kode etik dosen. 

Sanksi administratif hingga pemecatan atau proses hukum turut dituntut bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Sementara itu, Universitas Pasundan memberikan tanggapan melalui keterangan resmi. Pihak kampus menyatakan setiap dugaan kekerasan dan tindakan yang melanggar ketentuan akan ditindaklanjuti secara serius sesuai prosedur serta peraturan yang berlaku.

Universitas juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum proses pemeriksaan dilakukan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/kdm-ungkap-strategi-baru-atasi-banjir-bandung-raya-ada-proyek-yang-disiapkan-hingga-2027">Baca Juga : KDM Ungkap Strategi Baru Atasi Banjir Bandung Raya, Ada Proyek yang Disiapkan hingga 2027</a></b>

"Sehubungan dengan adanya publikasi di media sosial yang menyebut nama Universitas Pasundan, universitas mengimbau seluruh pihak untuk menyikapi informasi yang beredar secara bijaksana dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan kesimpulan ke publik. Kami mengimbau ke mahasiswa/i yang pernah mengalami atau merasa dirugikan oleh perkataan maupun tindakan tak pantas dari oknum dosen agar tak takut melapor. Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara serius, dengan menjunjung tinggi kerahasiaan, keamanan, dan perlindungan privasi pelapor maupun korban," tulis tanggapan resmi atasnama pimpinan Unpas.

Kampus turut mendorong mahasiswa yang merasa mengalami atau dirugikan oleh perkataan maupun tindakan tidak pantas agar berani melapor. Kerahasiaan identitas, keamanan, dan privasi pelapor maupun korban disebut menjadi perhatian dalam penanganan laporan.

Dugaan yang beredar saat ini perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi. Pemeriksaan objektif, transparansi penanganan, dan perlindungan terhadap pelapor menjadi aspek penting untuk memastikan persoalan tersebut ditangani secara adil.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/ilustrasi-kekerasan-seksual-istockphoto-ratio-16x9-1-2c16_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Ditjenpas Jabar Gandeng PWI, Ada Misi Penting di Balik Penguatan Komunikasi Publik</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/13/ditjenpas-jabar-gandeng-pwi-ada-misi-penting-di-balik-penguatan-komunikasi-publik</link>
      <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 16:13:21 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/13/ditjenpas-jabar-gandeng-pwi-ada-misi-penting-di-balik-penguatan-komunikasi-publik</guid>
      <category>Ditjenpas Jawa Barat</category>
      <description>Ditjenpas Jabar menggandeng PWI Jawa Barat untuk memperkuat komunikasi publik, keterbukaan informasi, dan penyampaian berita pemasyarakatan yang akurat.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Upaya memperluas keterbukaan informasi mengenai dunia pemasyarakatan di Jawa Barat menjadi fokus pertemuan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, dengan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat.

Kunjungan tersebut menjadi langkah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara institusi pemasyarakatan dan insan pers. 

Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat, lengkap, dan berimbang mengenai berbagai aktivitas serta dinamika di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Yudi Suseno menilai media memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi dari institusi pemerintah kepada masyarakat. 

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/13/kasus-keracunan-di-paskal-23-wakil-ketua-ii-dprd-toni-wijaya-desak-pemkot-bandung-perketat-pengawasan-rumah-makan">Baca Juga : Kasus Keracunan di Paskal 23, Wakil Ketua II DPRD Toni Wijaya Desak Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Rumah Makan</a></b>

Karena itu, hubungan yang baik dengan organisasi kewartawanan diperlukan agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat dipahami publik berdasarkan fakta.

Selain mendorong penyampaian informasi yang lebih terbuka, kerja sama dengan PWI juga dinilai dapat membantu petugas mengenali wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. 

Hal ini menjadi salah satu aspek penting ketika petugas menerima kunjungan peliputan di kantor maupun lingkungan lapas.

Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, PWI memiliki jaringan wartawan yang tersebar di berbagai wilayah sehingga dapat menjadi mitra dalam memperkuat komunikasi antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat.

"Kita memiliki kurang lebih 1.000 wartawan yang tersebar di kota dan kabupaten. Kami siap bersinergi," ujar Tantan.

Menurut Tantan, komunikasi yang terbangun dengan baik dapat membantu memperluas jangkauan informasi sekaligus mendukung penyampaian berita mengenai pemasyarakatan secara proporsional. Sinergi tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan kerja antara jajaran Ditjenpas dan wartawan di tingkat daerah.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/12/pemkot-bandung-bangun-1300-sumur-imbuhan-penghijauan-lahan-kritis-jadi-strategi-cegah-banjir">Baca Juga : Pemkot Bandung Bangun 1.300 Sumur Imbuhan, Penghijauan Lahan Kritis Jadi Strategi Cegah Banjir</a></b>

Sementara itu, Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Sandy Ferdiana, menekankan pentingnya kelengkapan informasi dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap suatu peristiwa.

Ia berpandangan, informasi yang disajikan secara menyeluruh dan berimbang dapat membantu publik memahami situasi sebenarnya, termasuk berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pemasyarakatan.

PWI Jawa Barat, lanjut Sandy, siap mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat melalui praktik jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.

Ia juga berharap komunikasi antara PWI Jabar dan Ditjenpas Jabar dapat dikembangkan sebagai sarana koordinasi, baik untuk menyampaikan informasi maupun memberikan klarifikasi terhadap persoalan yang berkembang di ruang publik.

Melalui hubungan yang semakin erat antara kedua pihak, akses masyarakat terhadap informasi mengenai pemasyarakatan di Jawa Barat diharapkan semakin baik. 

Keterbukaan komunikasi dan penyampaian informasi berbasis fakta menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pwi-pajak-65ae_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang KM 92 Arah Jakarta, Lebih dari 10 Kendaraan Terlibat</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/07/kecelakaan-beruntun-tol-cipularang-km-92-arah-jakarta-lebih-dari-10-kendaraan-terlibat</link>
      <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 16:53:07 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/07/kecelakaan-beruntun-tol-cipularang-km-92-arah-jakarta-lebih-dari-10-kendaraan-terlibat</guid>
      <category>kecelakaan Tol Cipularang KM 92</category>
      <category> kecelakaan beruntun Cipularang hari ini</category>
      <category> kecelakaan Cipularang 7 Oktober 2026</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Cipularang KM 92 arah Jakarta Rabu (7 10 2026) siang. Insiden tersebut melibatkan lebih dari 10 kendaraan dari b</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Cipularang KM 92 arah Jakarta, Rabu (7/10/2026) siang. Insiden tersebut melibatkan lebih dari 10 kendaraan dari berbagai jenis, mulai dari kendaraan pribadi, travel, pikap hingga truk.

<p class="isSelectedEnd">Informasi mengenai kecelakaan beruntun Tol Cipularang KM 92 ini langsung menjadi perhatian karena terjadi di salah satu ruas tol dengan kontur jalan menurun dan volume kendaraan yang cukup tinggi.

<p class="isSelectedEnd">Petugas gabungan telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan sekaligus membersihkan area kejadian.

<p class="isSelectedEnd">Hingga berita ini ditulis, penanganan di lokasi masih berlangsung dan informasi mengenai penyebab pasti kecelakaan serta jumlah korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

<p class="isSelectedEnd"><b>Lebih dari 10 Kendaraan Terlibat</b>

<p class="isSelectedEnd">Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 arah Jakarta dilaporkan melibatkan lebih dari 10 kendaraan.

<p class="isSelectedEnd">Jenis kendaraan yang terlibat cukup beragam. Selain mobil pribadi, terdapat kendaraan travel, pikap hingga truk.

<p class="isSelectedEnd">Banyaknya kendaraan yang terlibat membuat proses evakuasi membutuhkan waktu. Petugas harus mengevakuasi kendaraan satu per satu agar kondisi jalur dapat kembali aman untuk dilalui pengguna jalan.

<p class="isSelectedEnd">Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

<p class="isSelectedEnd"><b>Petugas Langsung Lakukan Evakuasi</b>

<p class="isSelectedEnd">Setelah kecelakaan terjadi, petugas langsung dikerahkan ke lokasi.

<p class="isSelectedEnd">Selain mengevakuasi kendaraan, petugas juga melakukan pembersihan badan jalan dari berbagai material maupun bagian kendaraan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

<p class="isSelectedEnd">Langkah tersebut penting dilakukan sebelum seluruh lajur dapat kembali digunakan secara normal.

<p class="isSelectedEnd">Dalam penanganan kecelakaan di ruas Cipularang sebelumnya, Jasa Marga dan kepolisian juga mengerahkan kendaraan derek, ambulans serta petugas pengamanan untuk melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas.

<p class="isSelectedEnd"><b>Penyebab Kecelakaan Masih Didalami</b>

<p class="isSelectedEnd">Penyebab kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 pada Rabu, 7 Oktober 2026 belum dapat dipastikan.

<p class="isSelectedEnd">Petugas masih melakukan penanganan di lokasi dan pendataan terhadap kendaraan yang terlibat.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, informasi mengenai dugaan rem blong, kelalaian pengemudi, kondisi kendaraan maupun faktor jalan sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai penyebab sebelum ada keterangan resmi dari kepolisian atau pihak terkait.

<p class="isSelectedEnd">Ruas KM 92 Cipularang memang pernah menjadi lokasi kecelakaan beruntun besar. Dalam kecelakaan pada November 2024, KNKT mencatat tabrakan melibatkan truk trailer dan 17 kendaraan lainnya. Investigasi KNKT kala itu menemukan sejumlah faktor seperti kondisi jalan menurun, hujan dan genangan yang berkontribusi terhadap kecelakaan. Namun, temuan tersebut merupakan hasil investigasi kejadian 2024 dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan pada 7 Oktober 2026.

<p class="isSelectedEnd"><b>Pengendara Diminta Waspada</b>

<p class="isSelectedEnd">Pengguna jalan yang melintas di Tol Cipularang arah Jakarta diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

<p class="isSelectedEnd">Pengendara juga sebaiknya menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mengurangi kecepatan ketika mendekati lokasi kepadatan serta tidak berhenti sembarangan untuk melihat kecelakaan.

<p class="isSelectedEnd">Situasi lalu lintas dapat berubah selama proses evakuasi dan pembersihan berlangsung.

<p class="isSelectedEnd">Pengguna jalan dapat memantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi pengelola jalan tol. BPJT juga menyediakan informasi kondisi jalan tol dan CCTV sebagai salah satu fasilitas pemantauan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Kecelakaan Cipularang KM 92 Masih Ditangani</b>

<p class="isSelectedEnd">Kecelakaan beruntun Tol Cipularang KM 92 arah Jakarta pada Rabu siang melibatkan lebih dari 10 kendaraan, termasuk mobil pribadi, travel, pikap dan truk.

<p class="isSelectedEnd">Petugas saat ini masih melakukan evakuasi kendaraan dan pembersihan lokasi kejadian.

<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan serta informasi lengkap mengenai korban masih menunggu hasil pendataan dan keterangan resmi dari petugas di lapangan.

<p class="isSelectedEnd">Pengguna Tol Cipularang arah Jakarta yang akan melintas di sekitar KM 92 diharapkan mengantisipasi perjalanan dan mengikuti perkembangan informasi lalu lintas selama proses penanganan berlangsung.



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/laka-beruntun-0efc_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Viral Pekerja Asal Majalengka Diduga Disiksa di Batam, 2 Terduga Pelaku Diamankan Polisi</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/07/viral-pekerja-asal-majalengka-diduga-disiksa-di-batam-2-terduga-pelaku-diamankan-polisi</link>
      <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 14:02:16 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/07/viral-pekerja-asal-majalengka-diduga-disiksa-di-batam-2-terduga-pelaku-diamankan-polisi</guid>
      <category>pekerja Majalengka disiksa di Batam</category>
      <category> pekerja asal Jawa Barat Batam</category>
      <category> pekerja proyek Sekupang</category>
      <category> dugaan kekerasan pekerja Batam</category>
      <category> buruh Majalengka Batam</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Video sejumlah pekerja asal Jawa Barat yang mengaku menjadi korban dugaan kekerasan di sebuah proyek pembangunan di kawasan Sekupang Batam Kepulauan Riau</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Video sejumlah pekerja asal Jawa Barat yang mengaku menjadi korban dugaan kekerasan di sebuah proyek pembangunan di kawasan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, viral di media sosial.

<p class="isSelectedEnd">Dalam video tersebut, seorang pekerja memperlihatkan luka pada bagian punggung dan tubuhnya. Pekerja lainnya juga mengaku mengalami luka pada bagian wajah akibat dugaan pemukulan.

<p class="isSelectedEnd">Para pekerja yang disebut berasal dari Majalengka dan Kertajati, Jawa Barat, kemudian meminta bantuan dan perlindungan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

<p class="isSelectedEnd">Kasus tersebut kini telah ditangani kepolisian. Bahkan, perkembangan terbaru menyebut dua orang terduga pelaku telah diamankan, sementara pihak kepolisian masih memburu terduga pelaku lainnya.

<p class="isSelectedEnd"><b>Video Pekerja Asal Majalengka Minta Tolong Viral</b>

<p class="isSelectedEnd">Dalam video yang beredar, seorang pekerja bernama Carlim (52) terlihat mengalami sejumlah luka dan lebam pada tubuhnya.

<p class="isSelectedEnd">Carlim yang disebut sebagai buruh harian asal Majalengka mengaku dirinya bersama kakaknya menjadi korban pemukulan.

<p class="isSelectedEnd">Para pekerja tersebut juga menyampaikan bahwa mereka bekerja di kawasan Sekupang, Batam, dan mengalami persoalan terkait pembayaran upah.

<p class="isSelectedEnd">Dalam rekaman itu, mereka meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat agar mendapat perlindungan dan dapat kembali ke daerah asal.

<p class="isSelectedEnd">Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan mendapat perhatian publik.

<p class="isSelectedEnd"><b>Dugaan Kekerasan Bermula dari Persoalan Upah</b>

<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan informasi kepolisian yang dikutip sejumlah media, peristiwa dugaan kekerasan tersebut terjadi pada 31 Juli 2026.

<p class="isSelectedEnd">Korban bersama sejumlah rekannya disebut berencana meninggalkan proyek karena mengaku tidak mendapatkan kejelasan mengenai pembayaran upah selama bekerja.

<p class="isSelectedEnd">Dalam perkembangan kasus yang disampaikan polisi, korban kemudian diduga dijemput dan dibawa ke sebuah kantor di kawasan Kavling Flamboyan, Kecamatan Sagulung.

<p class="isSelectedEnd">Di lokasi tersebut, korban disebut diinterogasi dan telepon genggamnya diperiksa. Setelah ditemukan informasi mengenai tiket pesawat yang telah dipesan, korban diduga mengalami kekerasan.

<p class="isSelectedEnd">Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa tersebut serta keterangan dari para pihak.

<p class="isSelectedEnd"><b>Korban Mengaku Dipukul hingga Mengalami Luka</b>

<p class="isSelectedEnd">Dalam video yang viral, terlihat luka pada bagian punggung dan tubuh korban.

<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, korban mengaku mengalami pemukulan pada bagian wajah serta tubuh. Ia juga disebut mengalami kekerasan menggunakan benda berupa selang.

<p class="isSelectedEnd">Selain dugaan kekerasan fisik, polisi juga tengah mendalami persoalan lain yang dilaporkan korban, termasuk dugaan pengambilan uang kasbon dan persoalan pembayaran upah.

<p class="isSelectedEnd">Namun, seluruh keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum final sebelum proses pembuktian selesai.

<p class="isSelectedEnd"><b>Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku</b>

<p class="isSelectedEnd">Perkembangan terbaru menunjukkan polisi telah mengamankan dua orang terduga pelaku.

<p class="isSelectedEnd">Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Riyanto, membenarkan bahwa terdapat beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Salah satu laporan menyebut polisi mengamankan dua dari tiga terduga pelaku yang sebelumnya telah teridentifikasi. Sementara itu, informasi lain dari media lokal menyebut penyidik masih mengejar dua orang lainnya.

<p class="isSelectedEnd">Karena terdapat perbedaan informasi mengenai jumlah terduga pelaku, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan peran masing-masing orang yang terlibat.

<p class="isSelectedEnd">Dua orang yang diamankan disebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Sagulung.

<p class="isSelectedEnd">Polisi juga masih mencari pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

<p class="isSelectedEnd"><b>Polisi Sebelumnya Periksa Sejumlah Saksi</b>

<p class="isSelectedEnd">Sebelum perkembangan penangkapan tersebut muncul, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan kekerasan yang dialami para pekerja.

<p class="isSelectedEnd">Polsek Sagulung menyebut pemeriksaan sejumlah saksi telah dilakukan untuk mengungkap kronologi serta memastikan dugaan tindak pidana yang terjadi.

<p class="isSelectedEnd">Polisi juga mengatakan laporan baru dibuat pada awal Oktober 2026, meski peristiwa yang dilaporkan terjadi pada akhir Juli.

<p class="isSelectedEnd">Menurut keterangan polisi, korban mengaku terlambat membuat laporan karena tidak mengetahui prosedur pelaporan ke kepolisian.

<p class="isSelectedEnd"><b>Pekerja Ingin Pulang ke Jawa Barat</b>

<p class="isSelectedEnd">Selain memperlihatkan kondisi luka, para pekerja dalam video juga menyampaikan keinginan untuk meninggalkan lokasi proyek dan kembali ke Jawa Barat.

<p class="isSelectedEnd">Persoalan tersebut membuat kasus ini semakin mendapat perhatian karena menyangkut dugaan kekerasan sekaligus persoalan ketenagakerjaan.

<p class="isSelectedEnd">Saat ini kepolisian masih mendalami seluruh laporan dan keterangan korban untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi proyek.

<p class="isSelectedEnd">Masyarakat juga diminta tidak langsung menyimpulkan seluruh informasi yang beredar di media sosial sebelum hasil penyidikan kepolisian diumumkan secara resmi.

<p class="isSelectedEnd"><b>Kasus Masih Dalam Proses Penyidikan</b>

<p class="isSelectedEnd">Kasus dugaan kekerasan terhadap pekerja asal Jawa Barat di Batam kini memasuki tahap penyidikan.

<p class="isSelectedEnd">Dua terduga pelaku telah diamankan, sedangkan polisi masih melakukan pencarian dan pendalaman terhadap pihak lain yang diduga terlibat.

<p class="isSelectedEnd">Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk menentukan konstruksi perkara serta pertanggungjawaban hukum masing-masing pihak.

<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian, dugaan kekerasan terhadap pekerja asal Majalengka di proyek Sekupang Batam masih belum sepenuhnya terungkap. Perkembangan penyidikan kepolisian akan menjadi penentu untuk mengetahui kronologi sebenarnya, motif, serta siapa saja yang nantinya dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

<h3>
</h3>

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/kekerasan-da41_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dugaan Keracunan di 88 Seoul Paskal Bandung, Dinkes Temukan Masalah Higiene dan Sanitasi</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/07/dugaan-keracunan-di-88-seoul-paskal-bandung-dinkes-temukan-masalah-higiene-dan-sanitasi</link>
      <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 13:54:27 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/07/dugaan-keracunan-di-88-seoul-paskal-bandung-dinkes-temukan-masalah-higiene-dan-sanitasi</guid>
      <category>keracunan 88 Seoul Paskal Bandung</category>
      <category> 88 Seoul Bandung keracunan</category>
      <category> dugaan keracunan Paskal 23</category>
      <category> keracunan makanan Bandung</category>
      <category> 88 Seoul Paskal tutup</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Dugaan keracunan makanan di restoran Korea 88 Seoul Paskal 23 Bandung menjadi perhatian setelah sejumlah pelanggan mengaku mengalami gangguan kesehatan u</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Dugaan keracunan makanan di restoran Korea 88 Seoul Paskal 23 Bandung menjadi perhatian setelah sejumlah pelanggan mengaku mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan di restoran tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Keluhan para pelanggan ramai diperbincangkan di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Gejala yang dilaporkan antara lain diare, mual, muntah, sakit perut, demam hingga menggigil.

<p class="isSelectedEnd">Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung kemudian melakukan pemeriksaan dan investigasi ke lokasi. Dari pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah aspek higiene dan sanitasi yang masih perlu diperbaiki oleh pihak restoran.

<p class="isSelectedEnd"><b>Dugaan Keracunan Terjadi Usai Pelanggan Makan di Seoul</b>

<p class="isSelectedEnd">Keluhan kesehatan bermula dari sejumlah konsumen yang mengaku mengalami gangguan kesehatan setelah makan di 88 Seoul Paskal Bandung, terutama pelanggan yang berkunjung pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

<p class="isSelectedEnd">Cerita tersebut kemudian menyebar melalui platform Threads. Beberapa pengguna mengaku mengalami diare, demam tinggi, menggigil, mual hingga muntah setelah menyantap makanan di restoran tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Ada pula pelanggan yang mengaku harus mendapatkan perawatan medis karena kondisi yang dialaminya cukup berat. Namun, hingga kini penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam proses penyelidikan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Berapa Jumlah Korban Dugaan Keracunan 88 Seoul?</b>

<p class="isSelectedEnd">Di media sosial sempat beredar angka 284 orang yang disebut mengalami keracunan setelah makan di restoran tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Namun, angka tersebut belum dapat disebut sebagai jumlah korban yang telah dikonfirmasi secara resmi.

<p class="isSelectedEnd">Dinkes Kota Bandung justru menyampaikan bahwa hingga Selasa, 6 Oktober 2026 sore, terdapat 24 kasus yang telah dilaporkan melalui berbagai jalur, termasuk puskesmas dan kanal pelaporan masyarakat.

<p class="isSelectedEnd">Jumlah tersebut masih dapat berubah karena Dinkes masih membuka laporan dan melakukan penelusuran terhadap warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan di 88 Seoul.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, informasi mengenai 284 orang sebaiknya dipahami sebagai angka yang beredar di media sosial, bukan angka final korban yang telah dikonfirmasi pemerintah.

<p class="isSelectedEnd"><b>Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene dan Sanitasi</b>

<p class="isSelectedEnd">Hasil pemeriksaan awal Dinkes Kota Bandung menemukan beberapa hal yang perlu segera diperbaiki di restoran tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Dewi Primasari, mengatakan pemeriksaan mencakup penataan lokasi, peralatan, bahan makanan hingga penerapan standar operasional prosedur atau SOP.

<p class="isSelectedEnd">Salah satu perhatian Dinkes adalah pemisahan bahan makanan segar dan kering dengan bahan kimia seperti cairan pembersih dan sabun pencuci piring.

<p class="isSelectedEnd">Selain itu, penerapan sistem first in first out (FIFO) dan first expired first out (FEFO) dalam penyimpanan bahan makanan juga menjadi perhatian.

<p class="isSelectedEnd">Dinkes juga menyoroti perilaku para penjamah makanan, termasuk penggunaan alat pelindung seperti masker dan penutup rambut atau <em>hair net</em>.

<p class="isSelectedEnd">Rekomendasi perbaikan telah disampaikan kepada pihak restoran. Dinkes selanjutnya akan melakukan pemantauan untuk memastikan rekomendasi tersebut dijalankan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Sampel Makanan Tidak Tersedia</b>

<p class="isSelectedEnd">Dalam proses investigasi, Dinkes juga menghadapi kendala karena restoran disebut tidak memiliki sampel makanan yang disimpan.

<p class="isSelectedEnd">Padahal, keberadaan sampel makanan dapat membantu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan penyebab gangguan kesehatan yang dialami pelanggan.

<p class="isSelectedEnd">Karena sampel tidak tersedia, pemeriksaan pada tahap awal masih difokuskan pada penelusuran laporan konsumen, kondisi kesehatan warga yang melapor serta pemeriksaan terhadap operasional restoran.

<p class="isSelectedEnd"><b>88 Seoul Paskal Tutup Sementara 7-8 Oktober</b>

<p class="isSelectedEnd">Sebagai tindak lanjut atas laporan pelanggan, pihak 88 Seoul Paskal 23 Bandung memutuskan menghentikan sementara operasional gerai selama dua hari, yakni 7-8 Oktober 2026.

<p class="isSelectedEnd">Penutupan tersebut dilakukan untuk pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh sekaligus mengevaluasi proses serta standar operasional di gerai.

<p class="isSelectedEnd">Pihak manajemen menyatakan keamanan, kualitas dan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas. Manajemen juga menyampaikan akan memberikan perhatian dan pendampingan kepada pelanggan yang mengalami keluhan.

<p class="isSelectedEnd">Sebelumnya, Corporate Communication 88 Seoul, Hana, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah pelanggan dan masih melakukan proses klarifikasi.

<p class="isSelectedEnd">Manajemen juga belum memastikan jumlah pelanggan yang terdampak karena angka yang beredar di media sosial masih harus diverifikasi lebih lanjut.

<p class="isSelectedEnd"><b>Kemenkes dan BPOM Ikut Pantau Dugaan Keracunan</b>

<p class="isSelectedEnd">Kasus dugaan keracunan di 88 Seoul Paskal Bandung juga mendapat perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

<p class="isSelectedEnd">Kemenkes menyebut kasus lokal seperti ini akan ditangani dan diinvestigasi oleh otoritas kesehatan setempat, dengan melibatkan puskesmas, Dinkes dan Balai POM.

<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan pelanggan masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

<p class="isSelectedEnd"><b>Belum Ada Kesimpulan Makanan Penyebab Keracunan</b>

<p class="isSelectedEnd">Meski sejumlah pelanggan mengaku mengalami gejala kesehatan setelah makan di 88 Seoul Paskal, sampai saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai makanan atau bahan tertentu yang menjadi penyebabnya.

<p class="isSelectedEnd">Temuan Dinkes terkait sejumlah masalah higiene dan sanitasi juga tidak serta-merta membuktikan bahwa hal tersebut menjadi penyebab keracunan.

<p class="isSelectedEnd">Investigasi masih berlangsung untuk mencocokkan laporan konsumen, kondisi kesehatan, proses pengolahan makanan serta kondisi sanitasi di restoran.

<p class="isSelectedEnd">Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan di restoran tersebut diimbau melapor kepada puskesmas terdekat atau kanal resmi Dinkes Kota Bandung agar dapat masuk dalam proses penelusuran.

<p class="isSelectedEnd">Kasus dugaan keracunan di 88 Seoul Paskal Bandung kini masih menjadi perhatian. Penutupan sementara gerai pada 7-8 Oktober diharapkan dapat digunakan untuk melakukan sanitasi dan evaluasi menyeluruh, sementara hasil investigasi Dinkes dan instansi terkait akan menentukan perkembangan kasus selanjutnya.



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/838650276-18080479556514974-4103122736577987657-n-ae5d_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kebakaran di Jalan Setra Dago Antapani, Petugas Damkar Bandung Langsung Bergerak</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/06/kebakaran-di-jalan-setra-dago-antapani-petugas-damkar-bandung-langsung-bergerak</link>
      <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 09:54:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/06/kebakaran-di-jalan-setra-dago-antapani-petugas-damkar-bandung-langsung-bergerak</guid>
      <category>kebakaran Antapani</category>
      <category> kebakaran Bandung hari ini</category>
      <category> kebakaran Setra Dago</category>
      <category> Jalan Setra Dago kebakaran</category>
      <category> Antapani Kulon</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Kebakaran dilaporkan terjadi pada sebuah bangunan perumahan di kawasan Jalan Setra Dago Kelurahan Antapani Kulon Kecamatan Antapani Kota Bandung Selasa 6</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kebakaran dilaporkan terjadi pada sebuah bangunan perumahan di kawasan Jalan Setra Dago, Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Selasa, 6 Oktober 2026 pagi.

<p class="isSelectedEnd">Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung pada pukul 06.36 WIB.

<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan laporan awal, petugas Damkarmatan Kota Bandung langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan menjalankan prosedur operasional standar (SOP) penerimaan laporan.

<p class="isSelectedEnd">Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan bidang terkait, termasuk Bidang Pemadaman, Bidang Penyelamatan, serta Markas Komando (Mako) untuk penanganan kebakaran di lokasi.

<p class="isSelectedEnd">Hingga laporan awal ini disampaikan, informasi mengenai penyebab kebakaran, luas bangunan yang terdampak, jumlah armada yang dikerahkan, maupun ada tidaknya korban masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.

<p class="isSelectedEnd"><b>Kebakaran Terjadi di Kawasan Perumahan Antapani</b>

<p class="isSelectedEnd">Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Setra Dago, Antapani Kulon, Kota Bandung.

<p class="isSelectedEnd">Kawasan Setra Dago sendiri merupakan salah satu kawasan perumahan yang berada di wilayah Antapani. Data perumahan pemerintah juga mencatat keberadaan kawasan Setra Dago di Kecamatan Antapani, termasuk akses Jalan Setra Dago Raya di wilayah Antapani Kulon.

<p class="isSelectedEnd">Petugas Damkarmatan Kota Bandung memiliki tugas untuk melakukan penanganan kebakaran sekaligus operasi penyelamatan ketika terjadi kondisi darurat.

<p class="isSelectedEnd">Sebelumnya, Damkarmatan Kota Bandung juga terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman.

<p class="isSelectedEnd">Dalam edukasi yang disampaikan pada Agustus 2026, Damkarmatan Kota Bandung mengingatkan warga untuk berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, baik di area terbuka maupun permukiman.

<p class="isSelectedEnd"><b>Penyebab Kebakaran Masih Menunggu Pemeriksaan</b>

<p class="isSelectedEnd">Hingga informasi awal ini diterima, belum ada keterangan resmi yang menyebut penyebab kebakaran bangunan perumahan di Jalan Setra Dago.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, dugaan mengenai korsleting listrik atau faktor lainnya belum dapat dipastikan dan sebaiknya menunggu hasil pemeriksaan petugas maupun kepolisian.

<p class="isSelectedEnd">Kejadian kebakaran di wilayah Bandung sebelumnya memang kerap dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk korsleting listrik. Namun, penyebab setiap kejadian tetap membutuhkan pemeriksaan di lokasi.

<p class="isSelectedEnd">Sebagai gambaran, dalam kasus kebakaran tiga rumah di Sekeloa pada September 2026, petugas Damkarmatan menyebut dugaan awal berasal dari korsleting listrik yang kemudian memicu api dan merembet ke bangunan lain.

<p class="isSelectedEnd"><b>Damkartan Bergerak Tangani Laporan Kebakaran</b>

<p class="isSelectedEnd">Respons cepat menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, terutama di kawasan padat permukiman.

<p class="isSelectedEnd">Setelah laporan diterima pukul 06.36 WIB, Damkarmatan Kota Bandung melakukan koordinasi internal dengan bidang pemadaman dan penyelamatan serta Markas Komando untuk memastikan penanganan di lokasi.

<p class="isSelectedEnd">Perkembangan terkait kondisi bangunan, proses pemadaman, kemungkinan korban, serta penyebab kebakaran masih menunggu informasi resmi terbaru dari Damkarmatan Kota Bandung.

<p class="isSelectedEnd">Masyarakat yang berada di sekitar lokasi juga diimbau tidak mendekati area kejadian apabila proses penanganan masih berlangsung. Selain untuk menjaga keselamatan, akses jalan juga perlu diberikan kepada kendaraan dan personel pemadam kebakaran.

<p class="isSelectedEnd"><b>Warga Diminta Waspada Potensi Kebakaran</b>

<p class="isSelectedEnd">Damkarmatan Kota Bandung sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk dengan memperhatikan kondisi instalasi listrik dan sumber api di lingkungan rumah.

<p class="isSelectedEnd">Langkah pencegahan menjadi penting karena kebakaran di kawasan permukiman dapat dengan cepat merambat ke bangunan lain apabila terdapat material yang mudah terbakar dan jarak antarrumah cukup berdekatan.

<p class="isSelectedEnd">Untuk kejadian kebakaran bangunan perumahan di Jalan Setra Dago, Antapani Kulon, masyarakat masih menunggu keterangan resmi mengenai hasil penanganan petugas dan perkembangan terbaru di lokasi.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/kebakaran-antapani-bd04_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dedi Mulyadi Titip Pesan untuk PWI Jabar: Wartawan Harus Independen dan Berpihak pada Fakta</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/02/dedi-mulyadi-titip-pesan-untuk-pwi-jabar-wartawan-harus-independen-dan-berpihak-pada-fakta</link>
      <pubDate>Fri, 02 Oct 2026 16:29:38 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/02/dedi-mulyadi-titip-pesan-untuk-pwi-jabar-wartawan-harus-independen-dan-berpihak-pada-fakta</guid>
      <description>Tantan Sulthon B resmi memimpin PWI Jawa Barat. Dedi Mulyadi menekankan pentingnya independensi wartawan, fakta, dan fungsi kontrol pers.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat memasuki periode kepengurusan baru setelah Tantan Sulthon B resmi dilantik sebagai Ketua PWI Jawa Barat. 

Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026), dan dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi menyampaikan pesan mengenai posisi pers di tengah derasnya perkembangan informasi. 

Menurut dia, masyarakat saat ini menghadapi beragam konten sehingga keberadaan media profesional menjadi semakin penting untuk membantu publik memperoleh informasi yang berlandaskan fakta.

Dedi menilai wartawan harus mampu menjaga independensi sekaligus menjalankan tugas jurnalistik secara objektif. 

Ia meminta PWI terus mendorong anggotanya untuk menjadikan fakta sebagai dasar utama dalam setiap pemberitaan.

“Wartawan itu kan independen, maka PWI harus terus menjunjung tinggi independensi, keberpihakan pada fakta dan menyajikan berita sesuai fakta, tidak menambah, tidak mengurangi,” ujar Dedi.

<b>Pers Punya Peran dalam Demokrasi</b>

Selain menjadi sumber informasi bagi masyarakat, Dedi melihat pers memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan kehidupan demokrasi. Media, kata dia, juga memiliki peran melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Menurut Dedi, fungsi kontrol tersebut penting agar penyelenggaraan pemerintahan tetap dapat diawasi melalui pemberitaan yang kritis, faktual, dan bertanggung jawab.

“Karena ini profesi terhormat dalam membangun keseimbangan demokrasi di Indonesia dan Jawa Barat dan upaya melakukan cek and balance terhadap penyelenggaraan pemerintahan kalau di Jawa Barat dipimpin oleh saya,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan Dedi dalam momentum pelantikan kepengurusan PWI Jawa Barat. Independensi, akurasi, serta keberpihakan terhadap fakta menjadi hal yang kembali ditekankan sebagai bagian dari tanggung jawab profesi wartawan.

<b>Tantan: PWI Ingin Jadi Mitra Pemerintah</b>

Sementara itu, Tantan Sulthon B menegaskan PWI Jawa Barat akan membangun hubungan kerja yang konstruktif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Meski demikian, kemitraan tersebut tidak menghilangkan fungsi pers sebagai pengawas kebijakan publik.

Tantan menyatakan wartawan memiliki tanggung jawab untuk mengawal kinerja pemerintah sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap mendapat ruang dalam pemberitaan.

“Kita juga memiliki niat baik, Pak, untuk membesarkan, untuk terus menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tentunya pemerintah punya kinerja, masyarakat punya partisipasi, dan kita wartawan punya kewajiban untuk terus mengawal,” tegas Tantan.

Menurut Tantan, kerja jurnalistik tidak sebatas menyampaikan informasi mengenai program pemerintah. Pers juga harus menjadi saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan aspirasi kepada pemerintah.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pwi5-7fe5_mid.jpg" alt="">

<b>Menghubungkan Pemerintah dengan Masyarakat</b>

PWI Jawa Barat saat ini memiliki lebih dari 1.000 anggota yang tersebar di 22 kabupaten dan kota. Selain itu, terdapat empat kelompok kerja yang berada di wilayah Bandung Raya.

Dengan jaringan tersebut, kepengurusan baru PWI Jabar ingin memperkuat peran pers sebagai penghubung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Informasi mengenai program maupun kebijakan pemerintah akan disampaikan kepada publik melalui pemberitaan. Di sisi lain, berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat juga akan menjadi bagian dari tugas jurnalistik yang dikawal PWI.

“Dan tentunya kita juga akan menyampaikan apa yang sudah dilakukan Pak Gubernur, apa yang akan disampaikan Pak Gubernur kepada masyarakat, dan tentu sebaliknya. Kita akan menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat, apa yang menjadi aspirasi masyarakat, dan tentunya apa yang menjadi keinginan masyarakat,” ucapnya.

Dengan kepengurusan baru tersebut, PWI Jawa Barat menempatkan independensi, penyampaian informasi berbasis fakta, serta fungsi pengawasan sebagai bagian penting dalam menjalankan peran pers di tengah dinamika pemerintahan dan masyarakat.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/dedi-mulyadi-fa2a_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Tantan Sulthon Dilantik Jadi Ketua PWI Jabar, Pers Jawa Barat Hadapi Tantangan Baru</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/02/tantan-sulthon-dilantik-jadi-ketua-pwi-jabar-pers-jawa-barat-hadapi-tantangan-baru</link>
      <pubDate>Fri, 02 Oct 2026 15:19:50 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/02/tantan-sulthon-dilantik-jadi-ketua-pwi-jabar-pers-jawa-barat-hadapi-tantangan-baru</guid>
      <description>Tantan Sulthon resmi memimpin PWI Jawa Barat 2026-2031. Ia membawa misi memperkuat pers, profesionalisme wartawan, kemitraan, dan pengawasan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat kini memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026-2031. 

Tantan Sulthon B resmi dipercaya menjadi Ketua PWI Jawa Barat setelah menjalani prosesi pelantikan di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir. Momentum itu menandai dimulainya periode baru organisasi kewartawanan di Jawa Barat sekaligus menjadi titik awal bagi pengurus menjalankan berbagai agenda selama lima tahun mendatang.

Kepengurusan PWI Jabar periode baru membawa sejumlah agenda yang berkaitan dengan penguatan internal organisasi maupun peningkatan kapasitas para wartawan. 

Profesionalisme, perlindungan hukum, kesejahteraan anggota serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi sejumlah perhatian utama.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pwi2-6cfe_mid.jpg" alt="">

<b>Tantan Sulthon Siapkan Penguatan Organisasi</b>

Di bawah kepemimpinan Tantan Sulthon, struktur PWI Jawa Barat mencakup sejumlah bidang yang memiliki peran strategis. Di antaranya organisasi, pendidikan, pembelaan dan pembinaan hukum, kesejahteraan, kemitraan, multimedia dan teknologi informasi, serta pengelolaan aset.

Penguatan koordinasi dengan jajaran PWI di tingkat daerah juga menjadi perhatian. Untuk mendukung hal tersebut, wilayah kerja PWI Jawa Barat dibagi ke dalam enam kawasan yang mencakup jaringan organisasi di 22 kabupaten dan kota.

Pembagian tersebut diharapkan membuat komunikasi antara kepengurusan provinsi dan daerah semakin efektif. Selain itu, PWI Jabar juga akan memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi wartawan, pendampingan hukum serta persoalan kesejahteraan anggota.

Langkah tersebut menjadi penting seiring perubahan industri media yang semakin cepat, terutama dengan berkembangnya teknologi digital dan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pwi7-22d2_mid.jpg" alt="">

<b>Akhmad Munir Tekankan Tanggung Jawab Pengurus</b>

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi bukan hanya berkaitan dengan posisi dan struktur kepengurusan. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada para pengurus harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Kepercayaan, kehormatan, dan kemuliaan yang diterima hari ini sebagai pengurus nantinya harus dipertanggungjawabkan di akhir masa bakti,” ujar Akhmad Munir.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan PWI memiliki peran penting dalam menjaga kemerdekaan pers. Di sisi lain, pers juga diharapkan terus menjalankan perannya dalam mencerdaskan masyarakat serta memberikan kontribusi bagi pembangunan.

“Pers harus berjalan bersama dengan pemerintah untuk tujuan sama mencerdaskan masyarakat, dan turut membangun bangsa dan negara, khususnya saat ini membangun Jabar,” katanya.

Menurut Akhmad Munir, hubungan antara insan pers dan pemerintah dapat dibangun melalui kemitraan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kerja sama tersebut, kata dia, dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan Jawa Barat.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pwi6-1512_mid.jpg" alt="">

<b>Tantan: Pengukuhan Jadi Awal Perjalanan Baru</b>

Bagi Tantan Sulthon, pelantikan di Gedung Merdeka bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Ia melihat momentum tersebut sebagai awal untuk menjalankan berbagai program sekaligus memperkuat kehidupan pers di Jawa Barat.

“Pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremonial, tapi ini harus menjadi awal kita untuk terus membangun pers,” ujar Tantan.

Tantan juga memastikan PWI Jawa Barat akan menjalin hubungan kerja dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, kemitraan tersebut tidak akan menghilangkan fungsi pers sebagai salah satu elemen yang melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

“Kita punya kewajiban untuk terus mengawal,” katanya.

Dengan jumlah anggota yang telah mencapai lebih dari 1.000 wartawan dan tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat, PWI Jabar memiliki jaringan organisasi yang luas. 

Kondisi tersebut menjadi modal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat koordinasi sekaligus menjalankan peran pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Periode kepemimpinan 2026-2031 pun menjadi fase baru bagi PWI Jawa Barat untuk menghadapi perubahan industri media, memperkuat kapasitas wartawan, serta menjaga fungsi pers di tengah perkembangan teknologi dan ekosistem informasi digital.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pwi-1017_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Daratan Baru Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Gunung Anak Krakatau, Ini Faktanya</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/23/daratan-baru-seluas-303-hektare-muncul-di-sekitar-gunung-anak-krakatau-ini-faktanya</link>
      <pubDate>Wed, 23 Sep 2026 21:44:54 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/23/daratan-baru-seluas-303-hektare-muncul-di-sekitar-gunung-anak-krakatau-ini-faktanya</guid>
      <category>daratan baru Gunung Anak Krakatau</category>
      <category> Gunung Anak Krakatau terbaru</category>
      <category> daratan baru 30</category>
      <category>3 hektare</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Bentang alam di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami perubahan. Daratan baru dengan luas sekitar 30 3 hektare muncul di antara Pulau Gunu</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Bentang alam di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami perubahan. Daratan baru dengan luas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

<p class="isSelectedEnd">Kemunculan daratan tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah gambar dan informasi mengenai perubahan bentang alam kawasan Krakatau beredar. Berdasarkan keterangan petugas, daratan itu terbentuk dari akumulasi material vulkanik yang dikeluarkan Gunung Anak Krakatau selama periode aktivitas erupsi.

<p class="isSelectedEnd">Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, membenarkan adanya bentukan daratan baru tersebut pada Rabu (23/9/2026).

<p class="isSelectedEnd"><b>Daratan Baru Gunung Anak Krakatau Luasnya 30,3 Hektare</b>

<p class="isSelectedEnd">Suwarno menjelaskan, material yang membentuk daratan tersebut berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

<p class="isSelectedEnd">Material vulkanik yang terlontar kemudian terakumulasi di kawasan sekitar gunung sehingga membentuk bentangan daratan baru. Luasnya diperkirakan mencapai sekitar 30,3 hektare.

<p class="isSelectedEnd">Namun, proses tersebut tidak berarti sebuah pulau baru tiba-tiba muncul hanya dalam satu kali letusan.

<p class="isSelectedEnd">Menurut keterangan petugas, material vulkanik telah terakumulasi secara bertahap seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam beberapa waktu terakhir.

<p class="isSelectedEnd"><b>Terbentuk dari Material Erupsi yang Menumpuk</b>

<p class="isSelectedEnd">Fenomena munculnya daratan akibat aktivitas gunung api bukan sesuatu yang sepenuhnya asing di kawasan Anak Krakatau.

<p class="isSelectedEnd">Gunung Anak Krakatau sendiri merupakan gunung api aktif yang terus mengalami pertumbuhan dan perubahan bentuk akibat aktivitas vulkanik. Dalam sejarah pemantauan kawasan tersebut, material hasil erupsi juga pernah menambah luas daratan. Data geologi pemerintah mencatat aktivitas erupsi Anak Krakatau pada periode sebelumnya dapat menghasilkan penambahan daratan.

<p class="isSelectedEnd">Dalam kasus terbaru, material hasil letusan yang jatuh dan menumpuk di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau menjadi penyebab terbentuknya bentukan daratan tersebut.

<p class="isSelectedEnd"><b>Bukan Berarti Muncul Gunung Api Baru</b>

<p class="isSelectedEnd">Kemunculan daratan baru ini kemudian memunculkan pertanyaan di masyarakat. Apakah daratan tersebut akan menjadi gunung api baru atau yang populer disebut sebagai “cucu Krakatau”?

<p class="isSelectedEnd">Petugas pemantauan belum dapat memastikan hal tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Suwarno menegaskan, adanya daratan yang terbentuk dari endapan material erupsi tidak otomatis menunjukkan munculnya gunung api baru. Kondisi di bawah permukaan bumi, termasuk kemungkinan adanya jalur magma menuju lokasi tersebut, masih belum dapat diketahui hanya berdasarkan perubahan yang terlihat di permukaan.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, penyebutan “cucu Krakatau” untuk saat ini lebih tepat dipandang sebagai istilah atau spekulasi yang berkembang di masyarakat, bukan kesimpulan ilmiah.

<p class="isSelectedEnd"><b>Aktivitas Gunung Anak Krakatau Sempat Meningkat</b>

<p class="isSelectedEnd">Kemunculan daratan baru tersebut terjadi setelah Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan laporan yang dikutip sejumlah media, Anak Krakatau mengalami episode erupsi menerus sekitar 25 jam pada 4–6 September 2026. Aktivitas tersebut kemudian berlanjut dengan pola erupsi yang lebih ringan dan berkala.

<p class="isSelectedEnd">Aktivitas tersebut juga menyebabkan material vulkanik menyebar ke kawasan sekitar, termasuk Pulau Sertung yang berada tidak jauh dari Gunung Anak Krakatau.

<p class="isSelectedEnd">Perubahan permukaan Pulau Sertung setelah aktivitas erupsi juga terlihat dalam analisis citra satelit Sentinel-2 yang diberitakan sejumlah media. Permukaan yang sebelumnya didominasi vegetasi terlihat mengalami perubahan warna akibat paparan material vulkanik.

<p class="isSelectedEnd"><b>Status Gunung Anak Krakatau Kini Level II</b>

<p class="isSelectedEnd">Perkembangan terbaru juga menunjukkan adanya perubahan status aktivitas Gunung Anak Krakatau.

<p class="isSelectedEnd">Status GAK diturunkan dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada pada Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB. Penurunan status dilakukan setelah evaluasi menunjukkan adanya kecenderungan penurunan aktivitas erupsi, kegempaan dan deformasi gunung api.

<p class="isSelectedEnd">Meski status turun, masyarakat tetap tidak diperbolehkan beraktivitas terlalu dekat dengan kawah aktif.

<p class="isSelectedEnd">Pada status Level II, rekomendasi keselamatan tetap berlaku, termasuk larangan melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

<p class="isSelectedEnd"><b>Daratan Baru Masih dalam Pemantauan</b>

<p class="isSelectedEnd">Kemunculan daratan baru di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung menjadi bagian dari dinamika kawasan gunung api aktif.

<p class="isSelectedEnd">Petugas terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau, termasuk aktivitas erupsi, kegempaan, deformasi dan perubahan bentang alam di sekitarnya.

<p class="isSelectedEnd">Yang perlu digarisbawahi, daratan baru seluas 30,3 hektare tersebut saat ini belum dapat dinyatakan sebagai gunung api baru.

<p class="isSelectedEnd">Perubahan bentuk kawasan lebih tepat dipahami sebagai hasil akumulasi material vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Apakah nantinya akan terjadi perkembangan aktivitas vulkanik baru di lokasi tersebut, masih membutuhkan pemantauan dan kajian lebih lanjut.

<p class="isSelectedEnd"><b>Sejarah Pajang Anak Krakatau</b>

<p class="isSelectedEnd">Gunung Anak Krakatau memiliki sejarah geologi yang panjang dan berkaitan erat dengan kompleks Krakatau.

<p class="isSelectedEnd">Anak Krakatau mulai muncul ke permukaan pada 1927, beberapa dekade setelah letusan besar Krakatau pada 1883. Sejak saat itu, gunung api tersebut terus mengalami pertumbuhan akibat aktivitas vulkanik.

<p class="isSelectedEnd">Karena karakter tersebut, perubahan bentang alam di sekitar Anak Krakatau bukan hanya menjadi fenomena yang menarik perhatian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pemantauan aktivitas gunung api di Selat Sunda.

<p class="isSelectedEnd">Kemunculan daratan 30,3 hektare kali ini kembali memperlihatkan bahwa aktivitas vulkanik dapat mengubah bentuk kawasan dalam waktu relatif singkat.

<p class="isSelectedEnd"><b>Jangan Mendekati Kawasan Gunung Anak Krakatau</b>

<p class="isSelectedEnd">Munculnya daratan baru mungkin membuat sebagian masyarakat penasaran untuk melihat langsung lokasi tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Namun, masyarakat tetap harus mengikuti rekomendasi resmi mengenai kawasan yang aman dan tidak aman untuk dikunjungi. Penurunan status dari Siaga menjadi Waspada bukan berarti Gunung Anak Krakatau berhenti beraktivitas atau kawasan sekitar kawah dapat didatangi secara bebas.

<p class="isSelectedEnd">Informasi mengenai status dan rekomendasi keselamatan sebaiknya mengikuti pembaruan dari Badan Geologi/PVMBG dan petugas pemantauan gunung api.

<h3>
</h3><p class="isSelectedEnd">Daratan baru sekitar 30,3 hektare memang terpantau muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan.

<p class="isSelectedEnd">Daratan tersebut terbentuk dari akumulasi material vulkanik hasil aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung secara bertahap. Petugas memastikan fenomena tersebut terjadi, tetapi belum ada dasar untuk menyebutnya sebagai gunung api baru atau “cucu Krakatau”.

<p class="isSelectedEnd">Dengan status Gunung Anak Krakatau yang kini berada di Level II atau Waspada, masyarakat tetap perlu mematuhi batas aman dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/screenshot-2026-09-23-at-215034-bfa4_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/23/website-pwi-terkonsolidasi-di-38-pwi-daerah-grand-launching-1-oktober-2026</link>
      <pubDate>Wed, 23 Sep 2026 10:25:55 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ely Kurniawati]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/23/website-pwi-terkonsolidasi-di-38-pwi-daerah-grand-launching-1-oktober-2026</guid>
      <category>PWI Jawa Barat</category>
      <category>PWI</category>
      <description>Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM</b> – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terus memperkuat transformasi dan konsolidasi organisasi di ruang digital. Setelah meluncurkan podcast PWI Channel, PWI kini mempersiapkan konsolidasi 38 portal PWI Daerah di seluruh Indonesia yang akan di-grand launching secara serentak pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

Persiapan konsolidasi website tersebut dibahas dalam rapat di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (22/9/2026). 

Rapat dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir yang didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, Ketua Bidang Penyiaran Auri Jaya, pengurus PWI Pusat lain, serta puluhan pengurus PWI Daerah selaku admin portal daerah yang bergabung melalui zoom.

Dalam rapat tersebut dibahas kesiapan jaringan website PWI, aktivasi portal di seluruh daerah, pengelolaan dan produksi konten, hingga penguatan sinergi pemberitaan antara PWI Pusat dan PWI Daerah menjelang peluncuran serentak 1 Oktober 2026.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, persiapan jaringan website PWI saat ini telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 38 portal daerah telah disiapkan dan selanjutnya akan diaktifkan serta mulai diisi konten secara rutin menjelang peluncuran resmi.

“Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila,” kata Akhmad Munir.

Menurutnya, keberadaan 38 portal daerah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi PWI yang terkonsolidasi dari pusat hingga daerah. Melalui jaringan ini, kegiatan organisasi, informasi jurnalistik, program peningkatan kompetensi wartawan, hingga berbagai isu dari daerah dapat terhubung dalam satu ekosistem digital PWI.

“Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Akhmad Munir.

Menjelang grand launching, seluruh PWI Daerah diminta segera mengaktifkan portal masing-masing dan mulai melakukan pengisian konten.

Setiap PWI Daerah juga diminta menunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan portal. Masing-masing daerah didorong mulai membangun ritme produksi dengan mengunggah berita setiap hari.

“Karena itu, saya meminta seluruh PWI Daerah mulai mengaktifkan portalnya, menunjuk PIC dan membangun ritme pengisian konten sejak sekarang. Jangan menunggu 1 Oktober. Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” tegasnya.

Untuk memperkuat sinergi konten antara PWI Pusat dan PWI Daerah, pengelola portal daerah dapat berkoordinasi dengan tim PWI Pusat. Sinergi tersebut diharapkan memungkinkan konten-konten penting dari daerah memperoleh distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI. Sebaliknya, informasi dari pusat juga dapat terdistribusi secara efektif hingga ke daerah.

Akhmad Munir menekankan, transformasi digital PWI tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur website. Penguatan jaringan digital juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan.

“Transformasi digital bagi PWI bukan sekadar menghadirkan website. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI Daerah,” ujarnya.

*PWI Channel Lengkapi Ekosistem Digital*

Konsolidasi 38 portal daerah melanjutkan langkah PWI Pusat dalam memperkuat kanal komunikasi berbasis digital.

Sebelumnya, PWI Pusat telah meluncurkan podcast PWI Channel sebagai kanal untuk menghadirkan perbincangan mengenai dunia pers, komunikasi publik, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai isu strategis lainnya.

Konten perdana PWI Channel menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo sebagai narasumber.

Kehadiran PWI Channel dan jaringan 38 portal daerah diharapkan saling memperkuat. Portal daerah menjadi ruang distribusi informasi dan pemberitaan dari seluruh Indonesia, sementara PWI Channel memperluas format komunikasi PWI melalui konten audio visual dan perbincangan dengan berbagai narasumber.

“PWI Channel sudah kita mulai, sekarang 38 portal daerah kita konsolidasikan. Ke depan, seluruh kanal ini harus saling terhubung sehingga PWI memiliki ekosistem digital yang kuat, aktif, dan mampu mengikuti perkembangan cara masyarakat mengonsumsi informasi,” kata Munir.

Melalui 38 portal daerah yang terkonsolidasi dengan PWI Pusat serta diperkuat PWI Channel, PWI ingin membangun jaringan komunikasi organisasi yang mampu menghubungkan aktivitas pers dari berbagai wilayah Indonesia dalam satu ekosistem digital.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/img-20260923-102837-8661_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Karhutla Gunung Ciremai Kuningan Meluas, Api Sulit Dipadamkan karena Angin Kencang</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/08/karhutla-gunung-ciremai-kuningan-meluas-api-sulit-dipadamkan-karena-angin-kencang</link>
      <pubDate>Tue, 08 Sep 2026 18:25:06 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/08/karhutla-gunung-ciremai-kuningan-meluas-api-sulit-dipadamkan-karena-angin-kencang</guid>
      <category>karhutla Gunung Ciremai</category>
      <category> kebakaran Gunung Ciremai</category>
      <category> kebakaran hutan Kuningan</category>
      <category> Gunung Ciremai terbakar</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Kebakaran yang terdet</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

<p class="isSelectedEnd">Kebakaran yang terdeteksi sejak Senin (7/9/2026) tersebut hingga Selasa (8/9/2026) masih dalam penanganan petugas gabungan. Kobaran api membakar vegetasi kering dan menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat dari kawasan lereng Gunung Ciremai.

<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan informasi TNGC, titik kebakaran terpantau di kawasan Blok Cileutik dan Simaung, wilayah Kecamatan Pasawahan. Sementara laporan di lapangan juga menyebut sejumlah titik lain di sekitar kawasan tersebut terdampak api.

<p class="isSelectedEnd"><b>Api Pertama Terdeteksi Senin Siang</b>

<p class="isSelectedEnd">Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, mengatakan titik api pertama terpantau melalui pemantauan udara pada Senin (7/9).

<p class="isSelectedEnd">TNGC menyebut kepulan asap terlihat di dua titik, yakni Grid 19 M Blok Cileutik dan Simaung, SPTN Wilayah I Kuningan, Resor Kecamatan Pasawahan.

<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan juga dilaporkan mengetahui adanya kebakaran pada Senin siang. Setelah informasi diterima, Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu mencegah api semakin meluas.

<p class="isSelectedEnd"><b>Vegetasi Kering Membuat Api Cepat Menjalar</b>

<p class="isSelectedEnd">Kebakaran terjadi di kawasan yang dipenuhi material mudah terbakar, mulai dari ranting, rumput kering hingga pepohonan.

<p class="isSelectedEnd">Kondisi tersebut diperparah oleh embusan angin yang cukup kencang sehingga kobaran api dapat dengan cepat merambat dari satu bagian kawasan ke bagian lainnya.

<p class="isSelectedEnd">iNews melaporkan lebih dari 50 relawan ikut diturunkan untuk membantu proses pemadaman bersama tim gabungan. Unsur yang terlibat antara lain BTNGC, TNI-Polri, BPBD, komunitas pemadam api dan relawan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Medan Sulit Jadi Kendala Pemadaman</b>

<p class="isSelectedEnd">Petugas menghadapi tantangan cukup berat dalam proses pemadaman.

<p class="isSelectedEnd">Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan medan yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat petugas tidak bisa mengandalkan peralatan pemadaman secara maksimal.

<p class="isSelectedEnd">Relawan MPA yang berada di lokasi menyebut akses air menjadi salah satu persoalan. Sejumlah titik bahkan harus ditangani secara manual karena keterbatasan akses menuju lokasi api.

<p class="isSelectedEnd">Selain medan yang berbatu, angin kencang juga menjadi faktor yang membuat api lebih mudah menjalar.

<p class="isSelectedEnd"><b>Api Sempat Padam, Titik Asap kembali Muncul</b>

<p class="isSelectedEnd">Upaya pemadaman terus dilakukan secara bergantian oleh petugas dan relawan.

<p class="isSelectedEnd">Beberapa titik disebut sempat berhasil dipadamkan. Namun, setelah dilakukan pemantauan, petugas kembali menemukan titik api maupun kepulan asap di kawasan tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Kondisi ini membuat tim gabungan tetap bersiaga dan melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang kembali membesar.

<p class="isSelectedEnd">TNGC menegaskan bahwa pemadaman masih terus dilakukan hingga seluruh titik api dapat dikendalikan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Luas Area Terbakar Belum Bisa Dipastikan</b>

<p class="isSelectedEnd">Hingga Selasa (8/9), luas kawasan yang terbakar belum dapat dipastikan.

<p class="isSelectedEnd">TNGC menyatakan masih melakukan pendataan sekaligus pemantauan kondisi di lapangan. Karena proses penanganan masih berlangsung, petugas belum dapat memberikan angka final mengenai luasan lahan yang terdampak.

<p class="isSelectedEnd">Hal yang sama berlaku untuk penyebab kebakaran.

<p class="isSelectedEnd">Petugas belum memastikan apakah kebakaran disebabkan faktor alam maupun aktivitas manusia. Penyelidikan dan pemantauan masih dilakukan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Gunung Ciremai Sebelumnya Sudah Masuk Kondisi Waspada Karhutla</b>

<p class="isSelectedEnd">Kebakaran ini terjadi ketika kawasan Gunung Ciremai memang tengah menghadapi peningkatan risiko karhutla akibat musim kemarau.

<p class="isSelectedEnd">Bahkan, TNGC telah menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai mulai 6 September 2026 sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

<p class="isSelectedEnd">Penutupan tersebut berlaku di jalur pendakian wilayah Kuningan dan Majalengka. TNGC menyatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko karhutla sekaligus menjaga kelestarian ekosistem dan keselamatan pengunjung.

<p class="isSelectedEnd">Layanan pemesanan daring pendakian juga telah dihentikan sejak 1 September 2026. Pendakian baru dapat dibuka kembali setelah kondisi risiko kebakaran dinyatakan aman.

<p class="isSelectedEnd"><b>Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat</b>

<p class="isSelectedEnd">Ancaman karhutla di Gunung Ciremai sebelumnya telah menjadi perhatian pemerintah daerah.

<p class="isSelectedEnd">Pemkab Kuningan melibatkan berbagai unsur dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla, mulai dari BPBD, TNI-Polri, Damkar, Perhutani, BTNGC hingga relawan dan Masyarakat Peduli Api.

<p class="isSelectedEnd">Penguatan kesiapsiagaan tersebut dilakukan karena kawasan Gunung Ciremai memiliki wilayah hutan yang cukup luas dan sebagian berada dalam kondisi rawan kebakaran saat musim kemarau.

<p class="isSelectedEnd"><b>Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api</b>

<p class="isSelectedEnd">Sampai Selasa siang, penanganan karhutla Gunung Ciremai masih berlangsung.

<p class="isSelectedEnd">Petugas gabungan bersama masyarakat dan relawan terus berupaya memutus perambatan api serta memantau titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

<p class="isSelectedEnd">Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan.

<p class="isSelectedEnd">Kebakaran Gunung Ciremai menjadi pengingat bahwa kondisi vegetasi yang kering, ditambah cuaca panas dan angin kencang, dapat membuat api berkembang dengan cepat.

<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, luas lahan terdampak dan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/screenshot-2026-09-08-at-182450-ad93_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>7 Nama Jalan Unik di Bandung, Ternyata Punya Cerita dan Sejarah Menarik</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/08/7-nama-jalan-unik-di-bandung-ternyata-punya-cerita-dan-sejarah-menarik</link>
      <pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:00:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/08/7-nama-jalan-unik-di-bandung-ternyata-punya-cerita-dan-sejarah-menarik</guid>
      <category>nama jalan unik di Bandung</category>
      <category> nama jalan Bandung</category>
      <category> sejarah nama jalan di Bandung</category>
      <category> jalan unik Bandung</category>
      <category> Jalan Braga</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Kota Bandung tidak hanya dikenal karena kuliner wisata dan bangunan bersejarahnya. Nama nama jalan di Kota Kembang juga menyimpan cerita menarik yang ber</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kota Bandung tidak hanya dikenal karena kuliner, wisata, dan bangunan bersejarahnya. Nama-nama jalan di Kota Kembang juga menyimpan cerita menarik yang berkaitan dengan sejarah, budaya Sunda, kondisi geografis hingga perkembangan masyarakat pada masa lalu.

<p class="isSelectedEnd">Beberapa nama jalan bahkan terdengar unik bagi orang yang baru pertama kali berkunjung ke Bandung. Sebut saja Jalan Braga, Jalan Banceuy, Jalan ABC, Jalan Gelap Nyawang hingga Jalan Mundinglaya.

<p class="isSelectedEnd">Di balik nama-nama tersebut ternyata terdapat kisah yang membuat jalan tersebut memiliki identitas tersendiri.

<p class="isSelectedEnd">Berikut sejumlah nama jalan unik di Bandung beserta cerita di baliknya.

<p class="isSelectedEnd"><b>1.1 Jalan Braga, Punya Banyak Versi Asal Nama</b>

<p class="isSelectedEnd">Siapa yang tidak mengenal Jalan Braga?

<p class="isSelectedEnd">Jalan yang kini menjadi salah satu ikon wisata Kota Bandung ini ternyata memiliki sejarah panjang. Pada awal abad ke-19, kawasan Braga masih berupa jalan kecil yang mengikuti aliran Sungai Cikapundung dan digunakan pejalan kaki maupun orang berkuda.

<p class="isSelectedEnd">Jalur tersebut kemudian berkembang menjadi jalan yang dilalui pedati pengangkut hasil perkebunan, terutama kopi. Karena itu, kawasan ini sempat dikenal sebagai Pedatiweg atau jalan pedati.

<p class="isSelectedEnd">Sementara asal nama Braga sendiri masih memiliki beberapa versi.

<p class="isSelectedEnd">Salah satu versi menyebutnya berasal dari kata Sunda <em>baraga</em> atau <em>ngabaraga</em>, yang dikaitkan dengan berjalan menyusuri sungai. Ada pula versi yang mengaitkannya dengan kelompok tonil dan musik bernama Toneelvereeniging Braga yang berdiri pada 1882.

<p class="isSelectedEnd">Menariknya lagi, Braga dahulu bahkan pernah mendapat julukan “Jalan Culik” karena kawasan tersebut pernah dianggap rawan kejahatan.

<p class="isSelectedEnd"><b>2. Jalan Banceuy, Namanya Berasal dari Cerita Masa Lalu</b>

<p class="isSelectedEnd">Nama Banceuy mungkin terdengar sederhana, tetapi sejarahnya cukup menarik.

<p class="isSelectedEnd">Kawasan Banceuy pada masa lalu berkaitan dengan aktivitas perjalanan dan tempat beristirahatnya kuda. Salah satu versi sejarah menyebut nama Banceuy berhubungan dengan kebiasaan para kusir mengambil air untuk kuda di sekitar Sungai Cikapundung.

<p class="isSelectedEnd">Dari kawasan yang dahulu ramai oleh aktivitas perjalanan tersebut, nama Banceuy kemudian bertahan dan menjadi salah satu nama jalan yang dikenal hingga sekarang.

<p class="isSelectedEnd">Jalan Banceuy kini juga dikenal sebagai kawasan perdagangan dan menjadi bagian dari kawasan pusat Kota Bandung.

<p class="isSelectedEnd"><b>3. Jalan ABC, Bukan Nama Baterai</b>

<p class="isSelectedEnd">Ini salah satu nama jalan yang paling mudah membuat orang penasaran.

<p class="isSelectedEnd">Jalan ABC berada di kawasan pusat Kota Bandung dan sejak lama dikenal sebagai kawasan perdagangan, termasuk toko elektronik dan jasa reparasi.

<p class="isSelectedEnd">Lalu, apa sebenarnya arti ABC?

<p class="isSelectedEnd">Salah satu penjelasan sejarah menyebut nama ABC merupakan singkatan dari tiga kelompok masyarakat yang dahulu bermukim di kawasan tersebut, yakni Arabian, Bumipoetra, dan Chinese.

<p class="isSelectedEnd">Jadi, nama Jalan ABC tidak berkaitan dengan merek baterai seperti yang mungkin terlintas di benak sebagian orang.

<p class="isSelectedEnd"><b>4. Jalan Gelap Nyawang, Terdengar Misterius</b>

<p class="isSelectedEnd">Nama Jalan Gelap Nyawang juga termasuk salah satu nama jalan Bandung yang unik.

<p class="isSelectedEnd">Nama tersebut berada di kawasan Tamansari dan Lebak Siliwangi, bersama sejumlah nama jalan lain yang mengambil inspirasi dari cerita serta khazanah budaya Sunda.

<p class="isSelectedEnd">Pada masa Wali Kota Bandung R. Moh. Enoch, sekitar periode 1949–1957, nama-nama jalan di kawasan Lebak Siliwangi dan Tamansari diubah dengan mengambil nama tokoh serta cerita dari legenda dan sejarah Sunda.

<p class="isSelectedEnd">Karena itulah, di kawasan tersebut kemudian dikenal nama-nama seperti Gelap Nyawang, Mundinglaya, Dayang Sumbi, Ciung Wanara, Badak Singa dan Sumur Bandung.

<p class="isSelectedEnd"><b>5. Jalan Mundinglaya, Terinspirasi Legenda Sunda</b>

<p class="isSelectedEnd">Masih di kawasan yang sama, ada Jalan Mundinglaya.

<p class="isSelectedEnd">Nama ini mengambil inspirasi dari khazanah cerita Sunda. Mundinglaya sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh dalam cerita pantun Sunda.

<p class="isSelectedEnd">Penamaan jalan dengan tokoh legenda tersebut memperlihatkan bagaimana identitas budaya Sunda ikut melekat dalam tata ruang Kota Bandung.

<p class="isSelectedEnd">Bukan hanya menjadi petunjuk lokasi, nama jalan tersebut sekaligus menjadi pengingat terhadap cerita dan warisan budaya yang berkembang di masyarakat Sunda.

<p class="isSelectedEnd"><b>6. jalan Cikapundung, Mengambil Nama Sungai</b>

<p class="isSelectedEnd">Nama Jalan Cikapundung juga memiliki kaitan erat dengan kondisi geografis Bandung.

<p class="isSelectedEnd">Cikapundung merupakan nama sungai yang membelah sejumlah kawasan di Kota Bandung. Secara kebahasaan, nama Cikapundung tersusun dari unsur <em>ci</em> dan <em>kapundung</em>. Dalam kajian penamaan tempat, unsur <em>ci</em> dalam bahasa Sunda berkaitan dengan air.

<p class="isSelectedEnd">Saat ini terdapat Jalan Cikapundung Barat dan Jalan Cikapundung Timur di kawasan Kelurahan Braga.

<p class="isSelectedEnd">Nama tersebut menjadi contoh bagaimana unsur alam dan lingkungan sekitar turut memengaruhi penamaan wilayah di Bandung.

<p class="isSelectedEnd"><b>7. Jalan Cihampelas, Ternyata Sudah Ada Sejak Lama</b>

<p class="isSelectedEnd">Jalan Cihampelas kini identik dengan pusat perdagangan, kuliner dan kawasan wisata di Bandung.

<p class="isSelectedEnd">Namun, sejarah nama Cihampelas ternyata jauh lebih tua dibanding gambaran kawasan modern yang dikenal saat ini.

<p class="isSelectedEnd">Dalam peta Bandung tahun 1910, Cihampelas sudah muncul sebagai nama kampung. Sementara dalam peta Bandung tahun 1928, terdapat jalan kecil bernama Tjihampelas yang menghubungkan kawasan Lembangweg dengan Huygensweg, yang sekarang berkaitan dengan kawasan Tamansari.

<p class="isSelectedEnd">Artinya, nama Cihampelas sudah menjadi bagian dari sejarah perkembangan Kota Bandung sejak masa Hindia Belanda.

<p class="isSelectedEnd"><b>Nama Jalan di Bandung Jadi Jeja Sejarah Kota</b>

<p class="isSelectedEnd">Beragam nama jalan tersebut menunjukkan bahwa sejarah Bandung tidak hanya tersimpan di museum atau bangunan tua.

<p class="isSelectedEnd">Nama jalan pun menjadi bagian dari memori kota.

<p class="isSelectedEnd">Ada nama yang berkaitan dengan sungai dan kondisi geografis, ada yang berasal dari aktivitas perdagangan, ada yang berkaitan dengan kelompok masyarakat, hingga nama yang diambil dari tokoh dan cerita dalam kebudayaan Sunda.

<p class="isSelectedEnd">Dokumen resmi Kota Bandung juga mencatat beragam nama jalan tersebut, termasuk Braga, Banceuy, Cikapundung, Tamansari, Cihampelas, Dago, Cipaganti dan sejumlah ruas lainnya.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, ketika melintas di jalan-jalan Kota Bandung, nama yang terpampang di papan jalan sebenarnya bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal perjalanan panjang kota ini.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/abc-522b_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Cari Kerja di Bandung, Pemuda Tasikmalaya Malah Jadi Korban Kejahatan, Motor Sempat Dibawa Kabur</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/04/cari-kerja-di-bandung-pemuda-tasikmalaya-malah-jadi-korban-kejahatan-motor-sempat-dibawa-kabur</link>
      <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 19:08:12 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/04/cari-kerja-di-bandung-pemuda-tasikmalaya-malah-jadi-korban-kejahatan-motor-sempat-dibawa-kabur</guid>
      <category>pemuda Tasikmalaya korban kejahatan Bandung</category>
      <category> kejahatan jalanan Bandung</category>
      <category> pencurian motor Bandung</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Niat seorang pemuda asal Tasikmalaya Muhamad Syafiq (18) mencari pekerjaan di Kota Bandung justru berujung menjadi korban kejahatan jalanan. Peristiwa te</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Niat seorang pemuda asal Tasikmalaya, Muhamad Syafiq (18), mencari pekerjaan di Kota Bandung justru berujung menjadi korban kejahatan jalanan.

<p class="isSelectedEnd">Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Babakan Priangan, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 08.20 WIB.

<p class="isSelectedEnd">Saat itu, Syafiq tengah mencari alamat tempat yang hendak dituju untuk melamar pekerjaan. Karena belum mengetahui lokasi secara pasti, ia kemudian bertemu dengan dua pria yang menawarkan bantuan untuk mengantarkannya.

<p class="isSelectedEnd">Namun, bantuan tersebut diduga hanya menjadi modus untuk mengelabui korban. Polisi menyebut kedua pria itu kemudian membawa kabur sepeda motor dan handphone milik Syafiq.

<p class="isSelectedEnd"><b>Ditawari Antar Cari Alamat, Berujung Motor Dibawa Kabur</b>

<p class="isSelectedEnd">Kronologi bermula ketika Syafiq berada di kawasan Babakan Priangan untuk mencari alamat tempat kerja.

<p class="isSelectedEnd">Dalam kondisi tidak mengetahui lokasi secara pasti, korban bertemu dengan dua pria. Keduanya kemudian menawarkan diri untuk mengantar Syafiq menuju tempat yang sedang dicari.

<p class="isSelectedEnd">Korban pun mengikuti tawaran tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Namun, ketika sampai di Jalan Babakan Priangan, korban justru diminta turun dengan alasan mengambil laundry.

<p class="isSelectedEnd">“Namun setelah di Jl. Babakan Priangan korban disuruh oleh pelaku untuk mengambil laundry setelah korban turun,” kata Kanit Reskrim Polsek Regol, Iptu Budi, saat dikonfirmasi pada Jumat (4/9/2026).

<p class="isSelectedEnd">Saat korban turun dari kendaraan, salah satu pelaku kemudian membawa sepeda motor miliknya.

<p class="isSelectedEnd"><b>Korban Berteriak, Pelaku Sempat Terjatuh</b>

<p class="isSelectedEnd">Syafiq yang menyadari sepeda motornya dibawa kabur langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

<p class="isSelectedEnd">Situasi tersebut membuat pelaku panik. Dalam upaya melarikan diri, pelaku disebut sempat terjatuh dan akhirnya meninggalkan sepeda motor milik korban.

<p class="isSelectedEnd">Warga yang mendengar teriakan korban kemudian bergerak dan berhasil mengamankan salah satu dari dua pria tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Sepeda motor Syafiq pun berhasil diselamatkan.

<h2>Satu Pelaku Diamankan, Satu Lagi Diburu</h2><p class="isSelectedEnd">Dari pemeriksaan sementara, polisi mengidentifikasi salah satu pria yang diamankan dengan inisial CD.

<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

<p class="isSelectedEnd">“Motor berhasil diamankan. Kalau HP masih dalam pencarian karena dibawa pelaku yang kabur,” ujar Iptu Budi.

<p class="isSelectedEnd">Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian serta mencari keberadaan pelaku yang melarikan diri.

<p class="isSelectedEnd"><b>Handphone Korban Masih Dicari</b>

<p class="isSelectedEnd">Berbeda dengan sepeda motor yang berhasil diamankan, handphone milik Syafiq hingga kini masih dalam pencarian.

<p class="isSelectedEnd">Polisi menduga handphone tersebut dibawa oleh pelaku yang berhasil kabur dari lokasi.

<p class="isSelectedEnd">Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan keberadaan barang milik korban sekaligus mengembangkan kasus terhadap pelaku yang telah diamankan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Modus Berawal dari Tawaran Bantuan</b>

<p class="isSelectedEnd">Kasus yang menimpa Syafiq menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika meminta atau menerima bantuan dari orang yang baru dikenal, khususnya ketika berada di lokasi yang belum familiar.

<p class="isSelectedEnd">Dalam kasus ini, korban sedang berada dalam situasi mencari alamat tempat kerja dan tidak mengetahui lokasi secara pasti. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh dua pria yang menawarkan bantuan mengantar.

<p class="isSelectedEnd">Meski demikian, detail mengenai motif dan peran masing-masing pelaku masih menjadi bagian dari penyelidikan polisi.

<p class="isSelectedEnd"><b>Polisi Masih Dalami Kasus</b>

<p class="isSelectedEnd">Pihak kepolisian masih mendalami kasus dugaan pencurian tersebut. Satu orang telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan, sedangkan seorang lainnya masih dalam pengejaran.

<p class="isSelectedEnd">Polisi juga masih mencari handphone milik korban yang belum ditemukan.

<p class="isSelectedEnd">Kasus ini menjadi perhatian karena korban datang ke Bandung dengan tujuan mencari pekerjaan, tetapi justru menghadapi tindak kejahatan di tengah perjalanan.

<p class="isSelectedEnd">Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku maupun barang milik korban diharapkan dapat membantu proses penyelidikan dengan menyampaikannya kepada pihak kepolisian.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/pelaku-839a_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>37 Kios di Pasteur Bandung Dibongkar, Pedagang Pertanyakan Kompensasi dan Relokasi</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/03/37-kios-di-pasteur-bandung-dibongkar-pedagang-pertanyakan-kompensasi-dan-relokasi</link>
      <pubDate>Thu, 03 Sep 2026 17:21:21 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/03/37-kios-di-pasteur-bandung-dibongkar-pedagang-pertanyakan-kompensasi-dan-relokasi</guid>
      <category>kios Pasteur dibongkar</category>
      <category> Jalan Dr Djunjunan Bandung</category>
      <category> penertiban kios Bandung</category>
      <category> pedagang Pasteur Bandung</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Penertiban kawasan Jalan Dr. Djunjunan atau Jalan Pasteur Kota Bandung pada Rabu (2 9 2026) menyisakan persoalan bagi sejumlah pedagang yang tempat usaha</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Penertiban kawasan Jalan Dr. Djunjunan atau Jalan Pasteur, Kota Bandung, pada Rabu (2/9/2026), menyisakan persoalan bagi sejumlah pedagang yang tempat usahanya dibongkar.

<p class="isSelectedEnd">Sedikitnya 37 kios dan lapak pedagang terdampak pembongkaran yang dilakukan tim gabungan Satpol PP Jawa Barat dalam rangka penataan kawasan, termasuk upaya mengembalikan fungsi trotoar dan ruang milik jalan.

<p class="isSelectedEnd">Namun, di balik penataan tersebut, para pedagang mempertanyakan nasib mereka setelah tempat usaha dibongkar. Mereka mengaku belum memperoleh kepastian mengenai kompensasi maupun lokasi relokasi.

<p class="isSelectedEnd"><b>Kios Dibongkar untuk Penataan Trotoar Pasteur</b>

<p class="isSelectedEnd">Pembongkaran berlangsung di koridor Jalan Dr. Djunjunan yang merupakan salah satu akses utama menuju Kota Bandung.

<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan laporan detikJabar, pembongkaran dilakukan tim gabungan Satpol PP Jawa Barat pada Rabu (2/9/2026). Sehari setelah penertiban, sejumlah warga masih terlihat membersihkan puing-puing bekas kios mereka.

<p class="isSelectedEnd">Penertiban tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan dan pengembalian fungsi ruang publik yang selama ini digunakan untuk kegiatan usaha.

<p class="isSelectedEnd">Pikiran Rakyat juga melaporkan bahwa penertiban di kawasan tersebut menyasar bangunan yang dinilai melanggar ketentuan tata ruang, termasuk bangunan yang sebagian konstruksinya berada di area Ruang Milik Jalan (Rumija).

<p class="isSelectedEnd"><b>Pedagang Akui Ada Sosialisasi, tetapi Pertanyakan Solusi</b>

<p class="isSelectedEnd">Sejumlah pedagang mengaku sebenarnya telah mengetahui rencana penertiban. Sosialisasi disebut sudah dilakukan sebelum pembongkaran.

<p class="isSelectedEnd">Persoalan muncul karena, menurut pedagang, sosialisasi tersebut belum disertai kejelasan mengenai kompensasi, biaya pembongkaran, maupun tempat relokasi.

<p class="isSelectedEnd">Salah seorang pedagang, Aji, mengatakan masyarakat memilih mengikuti instruksi pemerintah. Namun, pembongkaran juga menimbulkan biaya yang harus mereka tanggung sendiri.

<p class="isSelectedEnd">Untuk kios berukuran kecil, biaya pembongkaran disebut dapat mencapai sekitar Rp1 juta, sementara bangunan yang lebih besar membutuhkan biaya lebih tinggi.

<p class="isSelectedEnd">Pedagang juga mengeluhkan persoalan puing dan material sisa bangunan yang harus ditangani setelah kios dibongkar.

<p class="isSelectedEnd"><b>Puluhan Tahun Berjualan, Kini Kehilangan Tempat Usaha</b>

<p class="isSelectedEnd">Bagi sebagian pedagang, penertiban di Jalan Pasteur bukan sekadar kehilangan bangunan fisik, tetapi juga kehilangan sumber penghasilan.

<p class="isSelectedEnd">Salah seorang pedagang yang dikutip detikJabar mengaku memiliki tanggungan keluarga dan kebingungan mencari tempat untuk melanjutkan usaha setelah warungnya dibongkar.

<p class="isSelectedEnd">Ia mengakui keberadaan bangunan tersebut melanggar aturan, tetapi berharap pemerintah tetap memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak.

<p class="isSelectedEnd">Pedagang lainnya juga menyebut telah berjualan di kawasan tersebut selama puluhan tahun. Surat teguran dari pemerintah disebut sudah pernah diterima sebelumnya, tetapi penertiban menyeluruh baru dilakukan kali ini.

<p class="isSelectedEnd"><b>Data Penertiban Lebih Luas dari 37 Kios</b>

<p class="isSelectedEnd">Angka 37 kios dan lapak merupakan jumlah yang diberitakan terdampak pembongkaran dalam laporan detikJabar.

<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, laporan Pikiran Rakyat mencatat bahwa operasi penertiban di koridor Jalan Dr. Djunjunan mencakup jumlah bangunan yang lebih luas. Dalam pemberitaan tersebut disebut ada 75 unit bangunan yang ditertibkan karena dinilai melanggar ketentuan tata ruang, dengan rincian 12 bangunan semi permanen, sembilan bangunan permanen, serta 54 bangunan yang sebagian konstruksinya berada di area Rumija.

<p class="isSelectedEnd">Perbedaan angka tersebut penting dicermati karena istilah kios/lapak pedagang dan keseluruhan bangunan yang ditertibkan tidak selalu merujuk pada objek yang sama.

<p class="isSelectedEnd"><b>Penataan Kawasan Berhadapan dengan Persoalan Ekonomi Warga</b>

<p class="isSelectedEnd">Penertiban ruang publik pada dasarnya bertujuan mengembalikan fungsi trotoar, drainase, dan ruang milik jalan agar dapat digunakan sesuai peruntukannya.

<p class="isSelectedEnd">Namun, pelaksanaan penertiban juga membawa konsekuensi sosial bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari lokasi tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, pedagang berharap pemerintah tidak berhenti pada pembongkaran. Mereka meminta adanya solusi konkret, mulai dari kejelasan relokasi, penanganan puing, hingga kemungkinan bantuan atau kompensasi bagi pedagang terdampak.

<p class="isSelectedEnd">Pikiran Rakyat mencatat pedagang berharap pemerintah dapat memberikan bantuan biaya pembongkaran, pengangkutan limbah material, serta menyediakan lokasi relokasi yang jelas.

<p class="isSelectedEnd"><b>Pedagang Menunggu Kepastian Pemerintah</b>

<p class="isSelectedEnd">Penataan Jalan Pasteur kini menyisakan pekerjaan lanjutan, terutama mengenai bagaimana nasib pedagang yang kehilangan tempat usaha.

<p class="isSelectedEnd">Di satu sisi, pemerintah memiliki kepentingan untuk mengembalikan fungsi trotoar dan ruang publik. Di sisi lain, para pedagang berharap penertiban tetap dibarengi solusi agar mereka dapat kembali mencari nafkah.

<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian, persoalan di Pasteur bukan hanya mengenai pembongkaran kios, tetapi juga bagaimana penataan kota dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat terdampak.

<p class="isSelectedEnd">Hingga pemberitaan ini disusun, keluhan utama pedagang masih berkisar pada belum jelasnya kompensasi dan relokasi setelah penertiban.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/screenshot-2026-09-03-at-172717-a053_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Parkir Liar di Kota Bandung Kembali Ditertibkan, Petugas Siap Derek hingga Tilang</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/03/parkir-liar-di-kota-bandung-kembali-ditertibkan-petugas-siap-derek-hingga-tilang</link>
      <pubDate>Thu, 03 Sep 2026 12:40:34 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/03/parkir-liar-di-kota-bandung-kembali-ditertibkan-petugas-siap-derek-hingga-tilang</guid>
      <category>parkir liar Bandung</category>
      <category>penertiban parkir Bandung</category>
      <category>parkir liar</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Penertiban parkir liar kembali dilakukan petugas gabungan di sejumlah wilayah hukum Kota Bandung Rabu (2 9 2026). Dalam patroli tersebut petugas masih me</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Penertiban parkir liar kembali dilakukan petugas gabungan di sejumlah wilayah hukum Kota Bandung, Rabu (2/9/2026). Dalam patroli tersebut, petugas masih menemukan pengemudi yang mengabaikan aturan saat memberhentikan maupun memarkirkan kendaraannya.

<p class="isSelectedEnd">Kendaraan yang kedapatan melanggar langsung mendapatkan tindakan sesuai ketentuan. Sanksi yang diberikan antara lain penderekan kendaraan hingga penilangan oleh pihak Kepolisian.

<p class="isSelectedEnd">Penertiban ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban lalu lintas sekaligus memastikan ruang jalan tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya.

<p class="isSelectedEnd"><b>Pengemudi Masih Nekat Parkir Sembarangan</b>

<p class="isSelectedEnd">Dalam kegiatan patroli, petugas menemukan masih adanya pengemudi yang memarkirkan kendaraan di lokasi yang tidak semestinya.

<p class="isSelectedEnd">Padahal, kendaraan yang berhenti atau parkir sembarangan dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas, mempersempit ruang jalan, serta berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

<p class="isSelectedEnd">Pemerintah Kota Bandung sendiri telah memiliki kebijakan terkait pengawasan dan pengendalian operasional bidang perhubungan. Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 551/Kep.1379-Dishub/2026 tentang Tim Pengawasan dan Pengendalian Operasional di Bidang Perhubungan ditetapkan pada 10 Agustus 2026 dan masih berstatus berlaku.

<p class="isSelectedEnd"><b>Sanksi Bisa Berujung Derek</b>

<p class="isSelectedEnd">Bagi pengendara yang tetap melakukan pelanggaran, petugas tidak hanya memberikan teguran.

<p class="isSelectedEnd">Tindakan dapat dilakukan melalui penderekan kendaraan maupun penilangan, tergantung bentuk pelanggaran dan kewenangan petugas di lapangan.

<p class="isSelectedEnd">Dishub Kota Bandung sebelumnya juga menegaskan penindakan terhadap kendaraan yang parkir di lokasi terlarang, termasuk kendaraan yang berada di trotoar atau di bawah rambu larangan.

<p class="isSelectedEnd">Aturan mengenai pemindahan kendaraan juga telah mengatur bahwa kendaraan yang diparkir di tempat yang dilarang untuk berhenti atau parkir dapat dipindahkan ke lokasi yang tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

<p class="isSelectedEnd"><b>Parkir Liar Masih Jadi Persoalan Bandung</b>

<p class="isSelectedEnd">Persoalan parkir liar bukan hal baru di Kota Bandung. Sejumlah ruas jalan, terutama kawasan pusat kota dan lokasi yang ramai aktivitas masyarakat, sebelumnya menjadi sasaran penertiban.

<p class="isSelectedEnd">Pada April 2026, misalnya, Dishub Kota Bandung menggencarkan penindakan parkir liar di sejumlah ruas jalan. Dalam salah satu kegiatan tersebut, petugas menjaring sejumlah sepeda motor, sementara kendaraan roda empat dikenai tilang manual maupun penindakan melalui ETLE.

<p class="isSelectedEnd">Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan parkir sembarangan masih menjadi perhatian pemerintah dan aparat karena berkaitan langsung dengan kelancaran lalu lintas.

<p class="isSelectedEnd"><b>Bukan Sekedar Soal Parkir</b>

<p class="isSelectedEnd">Penertiban parkir liar pada dasarnya bukan hanya bertujuan memberikan sanksi kepada pengemudi.

<p class="isSelectedEnd">Parkir di lokasi yang tidak diperbolehkan dapat mengambil ruang kendaraan lain, mengganggu pejalan kaki ketika dilakukan di trotoar, serta memicu perlambatan arus lalu lintas.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, kesadaran pengemudi menjadi bagian penting dalam menciptakan lalu lintas yang tertib.

<p class="isSelectedEnd">Pengendara diharapkan selalu memperhatikan rambu lalu lintas dan menggunakan kantong parkir resmi yang tersedia daripada menghentikan kendaraan di sembarang tempat.

<p class="isSelectedEnd"><b>Petugas Akan Terus Lakukan Pengawasan</b>

<p class="isSelectedEnd">Dengan kembali dilaksanakannya patroli dan penertiban, pengawasan terhadap parkir liar di Kota Bandung diperkirakan akan terus dilakukan.

<p class="isSelectedEnd">Pemerintah Kota Bandung juga telah menyiapkan tim pengawasan dan pengendalian operasional bidang perhubungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketertiban transportasi.

<p class="isSelectedEnd">Bagi masyarakat, penertiban ini diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tindakan penegakan aturan, tetapi juga sebagai upaya menciptakan jalan yang lebih aman dan nyaman.

<p class="isSelectedEnd">Jadi, masih nekat parkir sembarangan di Kota Bandung? Jangan kaget jika kendaraan langsung diderek atau berujung tilang.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/screenshot-2026-09-03-at-124442-37cb_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Geger! Jasad Perempuan Terbungkus Kardus Ditemukan di Terusan Suryani Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/01/geger-jasad-perempuan-terbungkus-kardus-ditemukan-di-terusan-suryani-bandung-polisi-selidiki-dugaan-pembunuhan</link>
      <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:34:20 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/01/geger-jasad-perempuan-terbungkus-kardus-ditemukan-di-terusan-suryani-bandung-polisi-selidiki-dugaan-pembunuhan</guid>
      <category>jasad perempuan Bandung</category>
      <category> mayat dalam kardus Bandung</category>
      <category> Terusan Suryani Bandung</category>
      <category> Babakan Ciparay</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Warga di kawasan Jalan Terusan Suryani Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang t</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Warga di kawasan Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang terbungkus kardus pada Selasa (1/9/2026).

<p class="isSelectedEnd">Jasad tersebut ditemukan di wilayah RW 05 sekitar pukul 11.00 WIB. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat setempat hingga petugas kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

<p class="isSelectedEnd">Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan membenarkan adanya penemuan jasad yang terbungkus kardus tersebut.

<p class="isSelectedEnd">"Telah ditemukan sesosok mayat yang terbungkus oleh kardus," kata Kurniawan di Bandung, Selasa.

<p class="isSelectedEnd"><b>Jasad Diduga Perempuan Berusia Sekitar 30 Tahun</b>

<p class="isSelectedEnd">Dari pemeriksaan awal, polisi memastikan jasad tersebut berjenis kelamin perempuan. Korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun, namun identitasnya hingga kini masih belum diketahui.

<p class="isSelectedEnd">Petugas kemudian mengevakuasi jasad ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengetahui penyebab kematian sekaligus mendukung proses penyelidikan.

<p class="isSelectedEnd">Polisi juga menyebut belum menemukan luka luar pada pemeriksaan awal. Karena itu, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

<p class="isSelectedEnd"><b>Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan</b>

<p class="isSelectedEnd">Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara mengarah pada dugaan adanya tindak pembunuhan. Kendati demikian, polisi masih mendalami bagaimana peristiwa tersebut terjadi dan mencari lokasi awal kejadian.

<p class="isSelectedEnd">Kapolsek Babakan Ciparay mengatakan penyidik masih melakukan penelusuran untuk mengetahui titik awal terjadinya peristiwa tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Tim Inafis Polrestabes Bandung turut melakukan<span style="font-size: 0.9375rem; font-weight: initial;"> pemeriksaan di lokasi untuk mengumpulkan barang bukti dan petunjuk yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut.</span>

<p class="isSelectedEnd"><span style="font-size: 0.9375rem;"><b>Saksi Melihat Pria Membawa Bungkusan</b></span>

<p class="isSelectedEnd">Salah seorang warga bernama Mukhtar (45) mengaku sempat melihat seorang pria membawa dan meletakkan bungkusan di sekitar lokasi.

<p class="isSelectedEnd">Kecurigaan warga muncul setelah bungkusan tersebut terlihat seperti digelindingkan. Saat didekati, warga melihat bagian tubuh manusia dari dalam kardus sehingga penemuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat.

<p class="isSelectedEnd">Menurut keterangan saksi kepada RRI, pria yang diduga membawa bungkusan itu sudah meninggalkan lokasi ketika warga mendatangi kardus tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Polisi kini masih mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri berbagai petunjuk untuk mengungkap siapa yang membawa jasad tersebut ke lokasi.

<p class="isSelectedEnd"><b>Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Autopsi</b>

<p class="isSelectedEnd">Jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kematian korban.

<p class="isSelectedEnd">Hingga saat ini, polisi belum mengungkap identitas korban maupun memastikan secara final bagaimana korban meninggal dunia.

<p class="isSelectedEnd">Penyidik juga masih mendalami dugaan bahwa lokasi penemuan jasad bukan merupakan tempat awal terjadinya peristiwa.

Kasus penemuan jasad perempuan dalam kardus di Jalan Terusan Suryani ini masih dalam penyelidikan Polrestabes Bandung bersama jajaran Polsek Babakan Ciparay.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/screenshot-2026-09-01-at-203409-9486_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Trotoar Gasibu Terlalu Tinggi Akhirnya Diperbaiki, Dedi Mulyadi Minta Dibuat Undakan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/01/trotoar-gasibu-terlalu-tinggi-akhirnya-diperbaiki-dedi-mulyadi-minta-dibuat-undakan</link>
      <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:12:40 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/01/trotoar-gasibu-terlalu-tinggi-akhirnya-diperbaiki-dedi-mulyadi-minta-dibuat-undakan</guid>
      <category>trotoar Gasibu</category>
      <category> trotoar Gasibu terlalu tinggi</category>
      <category> trotoar Gasibu diperbaiki</category>
      <category> Gasibu Bandung</category>
      <category> Dedi Mulyadi trotoar Gasibu</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Trotoar di kawasan Gasibu Field Kota Bandung yang sebelumnya dikeluhkan karena memiliki ketinggian cukup ekstrem akhirnya mendapat perhatian pemerintah. </description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Trotoar di kawasan Gasibu Field, Kota Bandung, yang sebelumnya dikeluhkan karena memiliki ketinggian cukup ekstrem akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Keluhan pejalan kaki mengenai akses trotoar yang terlalu tinggi langsung ditindaklanjuti dengan evaluasi dan rencana perbaikan.

<p class="isSelectedEnd">Persoalan tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan akses menuju trotoar di kawasan Gasibu, khususnya dari arah Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat menuju Gasibu. Trotoar yang baru ditata dinilai cukup tinggi sehingga menyulitkan warga ketika hendak naik maupun turun dari jalur pedestrian.

<p class="isSelectedEnd">Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian mengakui bahwa kondisi trotoar di lokasi tersebut memang terlalu tinggi. Ia meminta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat segera melakukan evaluasi.

<p class="isSelectedEnd"><b><a href="https://terasbandung.com/2026/08/31/trotoar-di-kawasan-gasibu-bandung-disorot-tingginya-sampai-lutut-orang-dewasa">Baca Juga : Trotoar di Kawasan Gasibu Bandung Disorot, Tingginya Sampai Lutut Orang Dewasa</a></b>

<p class="isSelectedEnd"><b>Trotoar Gasibu Akan Dibuat Undakan</b>

<p class="isSelectedEnd">Salah satu solusi yang disiapkan pemerintah adalah membuat undakan atau trap pada akses menuju trotoar.

<p class="isSelectedEnd">Dengan adanya undakan tersebut, pejalan kaki tidak lagi harus menaiki trotoar secara langsung dari permukaan jalan yang memiliki perbedaan ketinggian cukup besar.

<p class="isSelectedEnd">"Dengan begitu, naik ke trotoar ada trapnya, tidak langsung dari jalan raya ke trotoar," ujar Dedi Mulyadi.

<p class="isSelectedEnd">Perbaikan tersebut diharapkan membuat akses trotoar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan jalur pedestrian.

<p class="isSelectedEnd"><b>Dikeluhkan Lansia dan Perempuan</b>

<p class="isSelectedEnd">Sebelumnya, ketinggian trotoar Gasibu menuai keluhan dari sejumlah pejalan kaki. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menyulitkan warga yang memiliki keterbatasan mobilitas, tetapi juga lansia dan perempuan.

<p class="isSelectedEnd">Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di sekitar zebra cross dari arah Monumen Perjuangan menuju kawasan Gasibu. Pemberitaan detikJabar menyebut ketinggian trotoar di titik tersebut diperkirakan lebih dari 25 sentimeter sehingga warga yang baru menyeberang jalan harus menghadapi pijakan tinggi sebelum dapat masuk ke jalur pedestrian.

<p class="isSelectedEnd">Keluhan serupa juga disampaikan warga yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Mereka berharap akses trotoar dibuat lebih rata dan mudah digunakan, terutama ketika kawasan Gasibu sedang ramai oleh masyarakat.

<p class="isSelectedEnd"><b>Tak Hanya Undakan, Jalur Disabilitas Juga Diminta</b>

<p class="isSelectedEnd">Perbaikan trotoar Gasibu tidak hanya berkaitan dengan ketinggian. Pemerintah juga meminta agar aspek aksesibilitas penyandang disabilitas diperhatikan.

<p class="isSelectedEnd">Dedi Mulyadi meminta agar trotoar tersebut dilengkapi dengan ubin pemandu sehingga lebih ramah bagi penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan.

<p class="isSelectedEnd">Langkah tersebut menjadi penting karena trotoar merupakan fasilitas publik yang seharusnya dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat.

<p class="isSelectedEnd"><b>Trotoar Gasibu Harus Kembali Jadi Hak Pejalan Kaki</b>

<p class="isSelectedEnd">Selain memperbaiki desain fisik, Dedi Mulyadi juga mengingatkan mengenai fungsi utama trotoar.

<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, jalur pedestrian harus digunakan sebagaimana peruntukannya, yakni sebagai ruang bagi pejalan kaki. Trotoar tidak seharusnya digunakan oleh pedagang, pengendara sepeda motor maupun pesepeda.

<p class="isSelectedEnd">Penegasan tersebut menjadi bagian penting dalam penataan kawasan Gasibu. Sebab, trotoar yang sudah dibangun dengan baik akan kehilangan fungsinya apabila kemudian digunakan untuk aktivitas lain yang membuat pejalan kaki harus turun ke badan jalan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Gasibu Ditutup hingga Awal 2027</b>

<p class="isSelectedEnd">Perbaikan trotoar ini berlangsung di tengah penataan besar kawasan Gasibu.

<p class="isSelectedEnd">Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menutup kawasan Gasibu pada 1 September 2026. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses penataan dan optimalisasi kawasan, termasuk perbaikan fasilitas publik serta penataan area jogging track. Pemerintah memperkirakan proses tersebut berlangsung hingga awal 2027.

<p class="isSelectedEnd">Dengan penataan tersebut, kawasan Gasibu diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih tertata, aman, nyaman dan fungsional bagi masyarakat.

<p class="isSelectedEnd"><b>Trotoar Gasibu Diharapkan Lebih Ramah Pejalan Kaki</b>

<p class="isSelectedEnd">Persoalan trotoar yang terlalu tinggi menjadi pelajaran penting dalam pembangunan fasilitas publik. Tampilan trotoar yang lebar dan rapi tetap harus diikuti dengan akses yang mudah digunakan.

<p class="isSelectedEnd">Perbaikan berupa undakan dan penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat.

<p class="isSelectedEnd">Kini, perhatian publik tertuju pada proses penataan selanjutnya. Akankah trotoar Gasibu benar-benar menjadi lebih nyaman dan aman setelah diperbaiki?

<p class="isSelectedEnd">Yang jelas, keluhan warga telah mendapat respons dan pemerintah telah meminta perbaikan agar jalur pedestrian di kawasan ikonik Bandung tersebut lebih ramah bagi seluruh pejalan kaki.

Kata kunci SEO: trotoar Gasibu, trotoar Gasibu terlalu tinggi, trotoar Gasibu diperbaiki, Gasibu Bandung, Dedi Mulyadi trotoar Gasibu, trotoar Bandung, perbaikan trotoar Gasibu, kawasan Gasibu Bandung, jalur pedestrian Gasibu, berita Bandung terbaru.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/trotoar-f0fd_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung di Jabar Ditutup, Ini Alasan yang Bikin Khawatir</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/09/01/dedi-mulyadi-minta-pendakian-gunung-di-jabar-ditutup-ini-alasan-yang-bikin-khawatir</link>
      <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 16:04:05 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/09/01/dedi-mulyadi-minta-pendakian-gunung-di-jabar-ditutup-ini-alasan-yang-bikin-khawatir</guid>
      <description>Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta pendakian gunung ditutup sementara untuk cegah kebakaran. BPBD mencatat 228,07 hektare lahan terbakar.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Aktivitas pendakian di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Barat diminta dihentikan sementara selama musim kemarau. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tersebut sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Menurut Dedi, kondisi musim kemarau membuat kawasan pegunungan lebih rentan terbakar. Aktivitas pendaki yang melibatkan api maupun kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dinilai dapat menjadi pemicu kebakaran.

"Pendakian gunung untuk sementara ditutup dulu karena khawatir para pendaki nanti menyalakan api," kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Senin (31/8/2026) Seperti dikutip melalui Humas Jabar.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/09/01/hari-polwan-2026-warga-bandung-sampaikan-harapan-untuk-srikandi-bhayangkara">Baca Juga : Hari Polwan 2026, Warga Bandung Sampaikan Harapan untuk Srikandi Bhayangkara</a></b>

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menunjukkan kebakaran lahan dan hutan masih terjadi di sejumlah wilayah hingga akhir Agustus 2026.

Tercatat sebanyak 156 kejadian kebakaran hingga 31 Agustus 2026. Dampaknya, area lahan dan hutan yang terdampak kebakaran mencapai 228,07 hektare.

Kebakaran tersebut tersebar cukup luas, yakni di 178 desa atau kelurahan yang berada dalam 107 kecamatan di Jawa Barat.

Jika dilihat dari jumlah kejadian, Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan kasus terbanyak. Wilayah tersebut mencatat 21 kejadian kebakaran hingga akhir Agustus.

Kabupaten Majalengka menyusul dengan 17 kejadian, sedangkan Kabupaten Bandung berada di posisi berikutnya dengan 16 kejadian kebakaran.

Namun, jumlah kejadian tidak selalu berbanding lurus dengan luas area yang terbakar. Kabupaten Sukabumi justru mencatat luas lahan terbakar paling besar, yakni mencapai 49,20 hektare.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/09/01/pajak-kota-bandung-terkumpul-rp21-triliun-bapenda-masih-kejar-target-rp36-triliun">Baca Juga : Pajak Kota Bandung Terkumpul Rp2,1 Triliun, Bapenda Masih Kejar Target Rp3,6 Triliun</a></b>

Kabupaten Majalengka berada di urutan kedua dengan luas area terdampak mencapai 26,16 hektare. Sementara Kabupaten Bandung mencatat luas kebakaran sebesar 24,80 hektare.

Melihat kondisi tersebut, pembatasan aktivitas pendakian diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi potensi munculnya sumber api baru di kawasan pegunungan.

Kebijakan sementara ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hutan dan lahan Jawa Barat dari ancaman kebakaran selama periode kemarau.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/09/pendakian-gunung-gede-311a_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Seismometer Goes to School Bawa Edukasi Gempa ITB Masuk ke Ruang Kelas Jawa Barat</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/08/25/seismometer-goes-to-school-bawa-edukasi-gempa-itb-masuk-ke-ruang-kelas-jawa-barat</link>
      <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 15:33:22 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/08/25/seismometer-goes-to-school-bawa-edukasi-gempa-itb-masuk-ke-ruang-kelas-jawa-barat</guid>
      <category>ITB</category>
      <category>gempa Jawa Barat</category>
      <category>mitigasi gempa</category>
      <category>seismometer</category>
      <category>Geolini</category>
      <description>ITB mengedukasi pelajar Jawa Barat tentang gempa melalui Seismometer Goes to School, Geolini, simulasi evakuasi, dan literasi kebencanaan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM – </b>Upaya meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi ancaman gempa bumi terus dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) bersama Kelompok Keahlian (KK) Geofisika Global Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), ITB menghadirkan program "Seismometer Goes to School" ke sejumlah sekolah menengah atas di Jawa Barat.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut tidak hanya memberikan materi mengenai kebencanaan, tetapi juga mengajak pelajar mengenal fenomena gempa melalui pendekatan yang lebih praktis. Sains kegempaan diperkenalkan melalui pengamatan gelombang seismik secara langsung hingga latihan evakuasi ketika terjadi guncangan.

Kegiatan ini dipimpin Dr. Ir. Zulfakriza, S.Si., M.T. bersama sejumlah akademisi dan pakar kebumian ITB, yakni Prof. Dr.Sc. Ir. Andri Dian Nugraha, S.Si., M.Si., Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU, Dr. Ir. David Prambudi Sahara, S.T., M.T., Dr. Rexha Verdhora Ry, S.T., M.T., dan Dr. Shindy Rosalia, S.T., M.T.

Pelaksanaan program mendapat dukungan pendanaan melalui skema Community Development EQUITY Program – World Class University (WCU) Tahun Anggaran 2025–2026.

Pemilihan Jawa Barat sebagai salah satu sasaran program tidak terlepas dari kondisi tektoniknya. Indonesia berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik dunia sehingga memiliki aktivitas kegempaan dan vulkanisme yang tinggi.

Jawa Barat sendiri berada pada wilayah yang dipengaruhi aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Busur Sunda. Pergerakan tersebut berkaitan dengan keberadaan sejumlah sumber gempa, termasuk sesar aktif di daratan.

Sejumlah kejadian gempa dalam beberapa tahun terakhir menjadi pengingat mengenai potensi ancaman tersebut. Gempa Cianjur berkekuatan M5,6 pada 2022, gempa Sumedang pada 2023, serta gempa Kertasari pada 2024 menunjukkan bahwa ancaman gempa dapat terjadi di berbagai wilayah Jawa Barat.

Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai mitigasi bencana menjadi penting, termasuk bagi kalangan pelajar yang menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang perlu dibekali kemampuan menghadapi situasi darurat.

<b>Belajar Gempa Tak Lagi Sekadar Teori</b>

Melalui Seismometer Goes to School, PPMB ITB mencoba mengubah pembelajaran kegempaan menjadi pengalaman yang lebih interaktif.

Sepanjang Maret hingga Juni 2026, program tersebut menyambangi tiga sekolah di Jawa Barat, yakni Sekolah Alam (SM) Bandung pada 4 Maret 2026, SMA Negeri 1 Cileunyi pada 9 Maret 2026, serta SMA Negeri 3 Kuningan pada 12 Juni 2026.

Sebelum kegiatan berlangsung, tim terlebih dahulu melakukan audiensi teknis dengan sekolah untuk membahas kondisi serta jalur evakuasi yang dapat digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

Setiap kunjungan berlangsung sekitar tiga jam dengan materi yang dibagi menjadi tiga bagian utama.

Pertama, pelajar diperkenalkan dengan sumber bahaya gempa di Jawa Barat, termasuk karakteristik sesar aktif dan proses pelepasan energi di dalam bumi.

Kedua, siswa diajak mengamati gelombang gempa secara real-time menggunakan Geolini, perangkat seismometer berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan ITB.

Dalam sesi tersebut, pelajar dapat melihat secara langsung bagaimana getaran yang mereka hasilkan melalui jump test diterjemahkan menjadi pola gelombang pada seismogram.

Metode tersebut membuat konsep yang selama ini dipelajari secara teoritis menjadi lebih mudah dipahami karena siswa dapat melihat respons alat terhadap getaran secara langsung.

Ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat. Pelajar dilatih melakukan Drop, Cover, and Hold On, melindungi kepala, menjauh dari area yang berisiko seperti kaca, kemudian melakukan evakuasi menuju titik kumpul setelah guncangan berhenti.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/08/itb-kegiatan-6751_mid.jpg" alt="">

<b>Pemahaman Siswa Meningkat Lebih dari 45 Persen</b>

Pendekatan langsung yang diterapkan dalam program tersebut menunjukkan hasil positif. Berdasarkan evaluasi setelah kegiatan, pemahaman peserta mengenai mitigasi bencana dan karakter gelombang gempa mengalami peningkatan lebih dari 45 persen.

Salah satu materi yang diperkuat adalah pemahaman mengenai gelombang P dan S. Siswa diperkenalkan pada konsep penggunaan data dari sejumlah stasiun seismik untuk membantu menentukan pusat gempa.

Program tersebut juga mengambil inspirasi dari pendekatan pendidikan kebencanaan di Jepang atau Bousai Kyoiku, termasuk pembelajaran dari keberhasilan evakuasi mandiri siswa dalam peristiwa gempa-tsunami Tohoku 2011 yang dikenal melalui kisah Miracle of Kamaishi.

Program Seismometer Goes to School tidak berhenti pada kegiatan edukasi tatap muka. Tim PPMB ITB juga merencanakan penempatan sensor Geolini secara permanen di laboratorium sekolah.

Keberadaan sensor tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan sehingga siswa tidak hanya mengenal gempa melalui buku atau simulasi sesaat, tetapi juga dapat mengamati fenomena seismik secara langsung.

Ke depan, model edukasi ini juga direncanakan untuk direplikasi di wilayah Indonesia lainnya, terutama kawasan yang berada di sekitar zona sesar aktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah. Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan latihan kesiapsiagaan, ITB berupaya menjadikan pelajar bukan hanya memahami risiko gempa, tetapi juga memiliki respons yang tepat ketika bencana benar-benar terjadi.

Seluruh rangkaian kegiatan Seismometer Goes to School juga telah diabadikan dalam film dokumenter resmi yang ditayangkan melalui kanal YouTube DPMK ITB.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/08/itbcsdv-3713_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Bandung Diguyur Hujan Dua Hari Terakhir, Apakah Sudah Memasuki Musim Hujan? Ini Penjelasannya</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/08/20/bandung-diguyur-hujan-dua-hari-terakhir-apakah-sudah-memasuki-musim-hujan-ini-penjelasannya</link>
      <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 18:55:59 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/08/20/bandung-diguyur-hujan-dua-hari-terakhir-apakah-sudah-memasuki-musim-hujan-ini-penjelasannya</guid>
      <category>Bandung hujan hari ini</category>
      <category> Bandung diguyur hujan</category>
      <category> apakah Bandung sudah musim hujan</category>
      <category> musim hujan Bandung 2026</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Setelah beberapa waktu didominasi cuaca panas dan udara kering sejumlah wilayah di Bandung mulai diguyur hujan dalam dua hari terakhir. Kondisi ini membu</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p data-start="97" data-end="341" class="PDq2pG_selectionAnchorContainer"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Setelah beberapa waktu didominasi cuaca panas dan udara kering, sejumlah wilayah di Bandung mulai diguyur hujan dalam dua hari terakhir. Kondisi ini membuat sebagian warga bertanya-tanya, apakah Bandung sudah memasuki musim hujan?<span aria-hidden="true" class="PDq2pG_selectionAnchor"></span>




<p data-start="343" data-end="546">Berdasarkan data dan prediksi iklim terbaru, hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir belum menandakan berakhirnya musim kemarau di Bandung maupun Jawa Barat. <span class="contents" data-content-reference-start="509" data-content-reference-end="538"><span class="" data-state="closed"></span></span>

<p data-start="343" data-end="546"><b><a href="https://terasbandung.com/2026/08/17/bukan-sekadar-atasi-sampah-maggot-di-bandung-bisa-bantu-pangkas-pengeluaran-rumah-tangga">Baca Juga : Bukan Sekadar Atasi Sampah, Maggot di Bandung Bisa Bantu Pangkas Pengeluaran Rumah Tangga</a></b>

<b>Hujan di Tengah Musim Kemarau Masih Normal</b>




<p data-start="595" data-end="745">Fenomena hujan yang turun pada Agustus sebenarnya masih bisa terjadi meski sebagian besar wilayah Jawa Barat sedang berada pada periode musim kemarau.




<p data-start="747" data-end="1014">BMKG sebelumnya memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Barat mengalami musim kemarau yang cenderung lebih kering pada 2026. Bahkan, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus di sebagian besar wilayah Jawa Barat. <span class="contents" data-content-reference-start="969" data-content-reference-end="998"><span class="" data-state="closed"></span></span>




<p data-start="1016" data-end="1286">Karena itu, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir lebih mungkin merupakan hujan lokal akibat pertumbuhan awan konvektif dan kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya hujan sesaat, bukan tanda bahwa musim hujan telah tiba. <span class="contents" data-content-reference-start="1233" data-content-reference-end="1250"><span class="" data-state="closed"></span></span>

<b>BMKG: Bandung Masih Berada di Periode Kemarau</b>




<p data-start="1338" data-end="1557">Prediksi BMKG untuk Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, masih berada dalam kategori curah hujan rendah yang identik dengan musim kemarau. <span class="contents" data-content-reference-start="1484" data-content-reference-end="1517"><span class="" data-state="closed"></span></span>




<p data-start="1559" data-end="1797">Selain itu, puncak musim kemarau nasional juga diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September 2026. Jawa menjadi salah satu wilayah yang masih berada dalam fase puncak kemarau selama Agustus. <span class="contents" data-content-reference-start="1720" data-content-reference-end="1738"><span class="" data-state="closed"></span></span>




<p data-start="1799" data-end="1927">Artinya, meski hujan sesekali turun di Bandung, kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa musim hujan telah dimulai.

<b>Kenapa Bandung Tetap Bisa Hujan?</b>




<p data-start="1966" data-end="2234">Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca Bandung memang cukup dinamis. Pertumbuhan awan lokal, kelembapan udara yang relatif tinggi, serta perubahan suhu harian dapat memicu hujan ringan hingga sedang pada sore atau malam hari. <span class="contents" data-content-reference-start="2138" data-content-reference-end="2155"><span class="" data-state="closed"></span></span>




<p data-start="2236" data-end="2388">Bandung juga merupakan wilayah dataran tinggi yang relatif lebih mudah mengalami pembentukan awan hujan dibandingkan beberapa daerah lain di Jawa Barat.




<p data-start="2390" data-end="2473">Karena itu, hujan lokal di tengah musim kemarau bukanlah fenomena yang tidak biasa.

<b>Kapan Musim Hujan Diperkirakan Datang?</b>




<p data-start="2518" data-end="2856">Secara klimatologis, musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat umumnya mulai terjadi pada akhir tahun, meski waktu kedatangannya dapat berbeda-beda setiap wilayah tergantung kondisi atmosfer global dan regional. Saat ini, indikator iklim masih menunjukkan Bandung berada dalam periode kemarau. <span class="contents" data-content-reference-start="2740" data-content-reference-end="2769"><span class="" data-state="closed"></span></span>




<p data-start="2858" data-end="3055">Masyarakat tetap disarankan memantau prakiraan cuaca harian karena potensi hujan lokal masih dapat terjadi sewaktu-waktu meskipun musim kemarau belum berakhir. 

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/08/hujan-d98d_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Modus Pura-Pura Menginap, 3 TV Penginapan di Pasir Koja Bandung Digondol Pencuri</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/08/19/modus-pura-pura-menginap-3-tv-penginapan-di-pasir-koja-bandung-digondol-pencuri</link>
      <pubDate>Wed, 19 Aug 2026 12:15:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/08/19/modus-pura-pura-menginap-3-tv-penginapan-di-pasir-koja-bandung-digondol-pencuri</guid>
      <category>pencurian TV Bandung</category>
      <category> pencurian penginapan Pasir Koja</category>
      <category> maling TV penginapan Bandung</category>
      <category> modus pura-pura menginap</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Aksi pencurian dengan modus berpura pura menginap terjadi di sebuah penginapan kawasan Pasir Koja Kota Bandung Selasa (18 8 2026). Pelaku diduga berhasil</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menginap terjadi di sebuah penginapan kawasan Pasir Koja, Kota Bandung, Selasa (18/8/2026). Pelaku diduga berhasil mengecoh pengelola menggunakan identitas palsu sebelum membawa kabur televisi dari tiga kamar.

<p class="isSelectedEnd">Kasus tersebut menjadi perhatian setelah dibagikan melalui media sosial oleh akun Threads @_clarfa.

<p class="isSelectedEnd"><b><a href="https://terasbandung.com/2026/08/14/dua-pria-ditemukan-bersimbah-darah-di-kontrakan-cimahi-satu-tewas-polisi-selidiki-penyebabnya">Baca Juga : Dua Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan Cimahi, Satu Tewas, Polisi Selidiki Penyebabnya</a></b>

<p class="isSelectedEnd"><b>Pelaku Sempat Minta Showing Room</b>

<p class="isSelectedEnd">Menurut informasi yang dibagikan pengunggah, gerak-gerik pelaku sebenarnya sudah sempat menimbulkan kecurigaan.

<p class="isSelectedEnd">Pelaku disebut beberapa kali meminta showing room atau melihat kondisi kamar sebelum akhirnya memesan tiga kamar sekaligus.

<p class="isSelectedEnd">Kecurigaan semakin menguat setelah diketahui pelaku diduga menggunakan KTP dan nomor telepon palsu. Pelaku juga disebut mengaku bahwa pemesanan kamar dilakukan oleh temannya.

<p class="isSelectedEnd">Namun, pihak pengelola tetap melayani pemesanan tersebut hingga pelaku mendapatkan tiga kamar.

<p class="isSelectedEnd"><b>Berdalih Ingin Perpanjang Masa Menginap</b>

<p class="isSelectedEnd">Modus pencurian diduga baru diketahui ketika waktu check-out tiba.

<p class="isSelectedEnd">Pelaku mendatangi bagian resepsionis dan mengaku ingin memperpanjang masa menginap atau extend untuk ketiga kamar tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Pelaku berdalih pembayaran akan dilunasi oleh temannya yang masih berada di dalam kamar.

<p class="isSelectedEnd">Pihak pengelola kemudian mencoba menghubungi penghuni ketiga kamar tersebut. Namun, setelah dihubungi hingga tiga kali, tidak ada satu pun yang merespons.

<p class="isSelectedEnd">Petugas Housekeeping (HK) akhirnya membuka kamar untuk melakukan pengecekan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Tiga TV Hilang dari Kamar</b>

<p class="isSelectedEnd">Petugas dibuat terkejut setelah mendapati televisi yang berada di ketiga kamar tersebut sudah tidak ada.

<p class="isSelectedEnd">Fasilitas TV dari tiga kamar diketahui telah hilang. Kondisi tersebut kemudian membuat pihak pengelola memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV).

<p class="isSelectedEnd">Dari rekaman CCTV di area luar dan parkiran penginapan, terlihat sosok yang diduga pelaku membawa barang yang diduga merupakan hasil pencurian.

<p class="isSelectedEnd"><b>Polisi Belum Ungkap Identitas Pelaku</b>

<p class="isSelectedEnd">Aksi tersebut diduga dilakukan dengan memanfaatkan celah dalam proses pemeriksaan identitas dan pembayaran di penginapan.

<p class="isSelectedEnd">Hingga informasi ini dibuat, identitas pelaku serta kerugian secara keseluruhan belum diketahui secara pasti. Kronologi lengkap dan proses hukum terkait kasus tersebut juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

<p class="isSelectedEnd">Kasus ini menjadi pengingat bagi pengelola penginapan untuk lebih teliti dalam melakukan verifikasi identitas tamu, terutama ketika terdapat permintaan pemesanan beberapa kamar sekaligus.

Kata kunci SEO: pencurian TV Bandung, pencurian penginapan Pasir Koja, maling TV penginapan Bandung, modus pura-pura menginap, pencurian di Pasir Koja, pencurian Bandung 18 Agustus 2026, CCTV pencurian penginapan, berita Bandung terbaru.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/08/curi-tv-a1eb_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Karnaval HUT ke-81 RI di Cicalengka Ricuh, Kapolsek hingga Camat Diserang, Pelaku Ditangkap Kurang dari 6 Jam</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/08/18/karnaval-hut-ke-81-ri-di-cicalengka-ricuh-kapolsek-hingga-camat-diserang-pelaku-ditangkap-kurang-dari-6-jam</link>
      <pubDate>Tue, 18 Aug 2026 09:36:55 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/08/18/karnaval-hut-ke-81-ri-di-cicalengka-ricuh-kapolsek-hingga-camat-diserang-pelaku-ditangkap-kurang-dari-6-jam</guid>
      <category>karnaval Cicalengka ricuh</category>
      <category> karnaval HUT RI ke-81 Cicalengka</category>
      <category> Kapolsek Cicalengka dikeroyok</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Perayaan karnaval dalam rangka memperingati HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung Jawa Barat Senin (17 8 202</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Perayaan karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (17/8/2026), diwarnai kericuhan.

<p class="isSelectedEnd">Situasi yang semula berlangsung meriah berubah tegang setelah terjadi keributan di tengah pelaksanaan karnaval. Bahkan, sejumlah unsur pimpinan kecamatan yang berupaya mengendalikan situasi justru menjadi korban kekerasan.

<p class="isSelectedEnd">Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dilaporkan mengalami luka pada bagian hidung hingga berdarah. Selain Kapolsek, Danramil Cicalengka dan Camat Cicalengka juga disebut menjadi korban ketika berusaha melerai keributan.

<p class="isSelectedEnd"><b><a href="https://terasbandung.com/2026/08/14/dua-pria-ditemukan-bersimbah-darah-di-kontrakan-cimahi-satu-tewas-polisi-selidiki-penyebabnya">Baca Juga : Dua Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan Cimahi, Satu Tewas, Polisi Selidiki Penyebabnya</a></b>

<p class="isSelectedEnd"><b>Kericuhan Berawal dari Upaya Penertiban</b>

<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan pemberitaan Pikiran Rakyat, kericuhan bermula ketika petugas melakukan pengaturan terhadap peserta karnaval Desa Tenjolaya. Langkah tersebut dilakukan karena pergerakan peserta dinilai mulai tidak terkendali dan berpotensi mengganggu keselamatan serta arus lalu lintas.

<p class="isSelectedEnd">Situasi kemudian memanas setelah upaya penertiban mendapat penolakan dari sejumlah orang.

<p class="isSelectedEnd">Kapolsek Cicalengka bersama Danramil dan Camat kemudian turun langsung untuk membantu mengendalikan keadaan. Namun, kondisi justru berujung pada aksi kekerasan terhadap unsur Muspika tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Dalam sejumlah laporan, Danramil disebut sempat terjatuh saat berupaya melerai keributan, sedangkan Kompol Ade Rahmat mengalami luka hingga mengeluarkan darah.

<p class="isSelectedEnd"><b>Video Kericuhan Viral di Media Sosial</b>

<p class="isSelectedEnd">Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video kericuhan beredar di media sosial.

<p class="isSelectedEnd">Dalam rekaman yang beredar, terlihat situasi massa yang memanas ketika aparat berusaha mengendalikan keributan. Sejumlah informasi mengenai identitas orang yang diduga terlibat juga beredar, tetapi keterlibatan seseorang tetap harus dibuktikan melalui proses penyelidikan kepolisian.

<p class="isSelectedEnd">Pikiran Rakyat juga mencatat adanya informasi warga yang menyebut sejumlah orang diduga terlibat dalam pemukulan. Namun, informasi tersebut belum dapat dijadikan kepastian sebelum dilakukan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

<p class="isSelectedEnd"><b>Polisi Bergerak Cepat, Pelaku Diamankan Kurang dari 6 Jam</b>

<p class="isSelectedEnd">Setelah kejadian, Satreskrim Polresta Bandung bersama Unit Reskrim Polsek Cicalengka langsung melakukan penyelidikan.

<p class="isSelectedEnd">Dalam perkembangan terbaru, polisi disebut berhasil mengamankan terduga pelaku kurang dari enam jam setelah insiden. Penangkapan dilakukan setelah petugas mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kericuhan dan penganiayaan terhadap unsur pimpinan Kecamatan Cicalengka.

<p class="isSelectedEnd">Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran masing-masing pihak dalam kejadian tersebut.

<p class="isSelectedEnd"><b>Dugaan Pengaruh Miras atau Obat Keras Masih Didalami</b>

<p class="isSelectedEnd">Terkait kondisi para pelaku saat kejadian, terdapat perbedaan informasi dalam pemberitaan.

<p class="isSelectedEnd">Sejumlah laporan awal menyebut adanya dugaan pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras. Namun, keterangan lain yang dikutip dari Kapolsek Cicalengka menyebut dugaan pengaruh obat-obatan keras, bukan minuman keras. Karena itu, informasi tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan resmi.

<p class="isSelectedEnd">Polisi juga masih mendalami kronologi lengkap, motif, serta keterlibatan masing-masing orang dalam kericuhan tersebut.

<p class="isSelectedEnd"><b>Polisi Pastikan Kasus Diproses Hukum</b>

<p class="isSelectedEnd">Aksi kekerasan terhadap aparat dan pejabat yang sedang menjalankan tugas menjadi perhatian serius kepolisian.

<p class="isSelectedEnd">Penyidik akan mengumpulkan keterangan saksi, rekaman video, serta bukti lainnya untuk memastikan rangkaian kejadian dan menentukan pasal yang tepat terhadap pihak yang terbukti melakukan kekerasan.

<p class="isSelectedEnd">Kasus ini menjadi perhatian karena kericuhan terjadi saat masyarakat tengah merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Karnaval yang seharusnya menjadi momentum hiburan dan kebersamaan justru berakhir dengan insiden kekerasan.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/08/cicalengka-c133_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
  </channel>
</rss>
