Jabar Berseka Diluncurkan, Pemerintah Targetkan 80 Persen Persoalan Sampah Terselesaikan pada 2029. (Bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya resmi meluncurkan gerakan Jabar Berseka (Bersih, Resik, dan Indah) sebagai upaya mempercepat penanganan sampah dari sumbernya.
Deklarasi tersebut dilakukan dalam Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 4.000 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, akademisi, mahasiswa, RT/RW hingga komunitas peduli lingkungan.
Gerakan Jabar Berseka diharapkan menjadi langkah bersama untuk membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah, dengan menitikberatkan pada pemilahan sejak dari rumah tangga.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengatakan persoalan sampah kini menjadi tantangan serius di sejumlah kota besar, termasuk Bandung Raya yang memproduksi hampir 2.000 ton sampah setiap hari.
"Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar," katanya.
Menurut Zulkifli, pemerintah saat ini tengah mempercepat penyediaan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui penyederhanaan regulasi pembangunan infrastruktur di sekitar 60 kota.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan penghentian sistem pembuangan terbuka atau open dumping dalam dua tahun ke depan sebagai bagian dari reformasi pengelolaan sampah nasional.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
Baca Juga : 10 Tempat Cozy Buat Malam Mingguan di Bandung, View Cantik dan Cocok Buat Nongkrong
"Hal yang paling penting adalah pemilahan sampah dari rumah tangga. Organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai perubahan pola pikir masyarakat menjadi faktor paling menentukan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih.
Ia mengkritisi kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih memilih mendokumentasikan tumpukan sampah dibanding langsung membersihkannya.
"Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah," tegasnya.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memasukkan edukasi tentang pemilahan dan pengelolaan sampah ke dalam aktivitas pembelajaran di sekolah.
Selain itu, siswa penerima bantuan pendidikan nantinya juga akan didorong membawa sampah plastik yang telah dibersihkan ke sekolah sebagai bagian dari program daur ulang bersama perusahaan mitra.
Pemprov Jawa Barat juga tengah menyiapkan Peraturan Gubernur yang mengatur larangan membuang sampah sembarangan beserta sanksi bagi para pelanggarnya.
"Kita ingin Jawa Barat Berseka, hidup yang bersih, rapi, dan indah menuju Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah," ujarnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, sektor industri, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, gerakan Jabar Berseka diharapkan mampu mendukung target nasional, yakni menyelesaikan sedikitnya 80 persen persoalan sampah pada 2029.***
Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto