TERASBADUNG.COM - Kota Bandung bersiap menghadapi lonjakan pendatang baru pascamudik Lebaran yang berpotensi meningkatkan urbanisasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mengendalikan masuknya penduduk baru.

"Urbanisasi ini selalu terjadi setiap tahun. Berangkat dua, balik bisa lima orang. Karena itu, di setiap pintu masuk kendaraan umum, kami lakukan pemeriksaan dan pelaporan khusus, terutama terkait administrasi kependudukan," ujar Farhan, seperti disadur melalui siaran pers Humas Kota Bandung.

Baca Juga : Tembus 1 Juta Orang Wisatawan di Kota Bandung, Farhan Sampaikan Pesan Tegas Soal Sampah

Ia mengakui, meskipun upaya pengawasan dilakukan, masih ada rembesan pendatang yang lolos.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan melakukan penyisiran ke wilayah-wilayah yang sering menjadi tempat penampungan pendatang baru.

Selain itu, Pemkot Bandung telah menyiapkan pos pengawasan di beberapa lokasi strategis, seperti terminal dan stasiun, hingga H+7 Lebaran atau 8 April 2025.

"Tanggal 8 nanti kita akan mulai mengevaluasi langkah-langkah ini. Kami ingin memastikan bahwa arus masuk pendatang bisa lebih terkendali demi kenyamanan warga Bandung," tambahnya.

"Kami ingin memastikan bahwa arus balik berjalan lancar, termasuk dalam hal administrasi kependudukan," imbuhnya.

Baca Juga : Berkunjung ke Kebun Binatang, Wali Kota Pastikan Bandung Siap Sambut Wisatawan Lebaran

Posko ini juga bertugas menyisir pendatang baru yang tidak terdata secara resmi, guna mencegah lonjakan urbanisasi yang tidak terkendali di Kota Bandung.

Selain itu, posko pengawasan ini akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas serta mengawasi potensi gangguan keamanan di titik-titik rawan.***