Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Cibuntu Terpaksa Kurangi Produksi

Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Cibuntu Terpaksa Kurangi Produksi Perajin tahu Cibuntu Kota Bandung terpaksa mengurangi produksi karena harga kedelai naik. (Foto: Tri Widiyantie)

TERASBANDUNG.COM - Kenaikan harga kacang kedelai sejak sepekan lalu membuat para perajin tahu di sentra industri Cibuntu Kota Bandung menjerit. Mereka terpaksa terpaksa mengurangi jumlah produksi per harinya.

"Kondisinya sekarang ini harga kedelai naik malahan sekarang mau sampai ke Rp13.000 per kilogram, dan Rp12 ribu lebih sejak sebelum BBM naik. Sekarang harga BBM naik tambah parah," kata Dindin, salah seorang perajin tahu Cibuntu, Senin 3 Oktober 2022.

Dindin menyampaikan, kondisi diperparah dengan daya beli masyarakat yang kurang karena kenaikan harga BBM.

Demi meminimalisasi kerugian akibat harga kedelai naik, Dindin terpaksa mengurangi produksi tahu.

Baca Juga : 213 Peserta Bersaing Menjadi yang Terbaik di Ajang STQH Kota Bandung

"Jumlah produksi sekarang gak terlalu banyak akan ke buang sayang apalagi bahan-bahan mahal. Lebih baik mengurangi produksi dari pada saya banyak susah," akunya.

Dalam sehari Dindin biasanya bisa memproduksi hingga 5 ton kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu.

Namun saat ini dikurangi 50 persen dan hanya memproduksi sebanyak 3 ton kacang kedelai.

Apalagi menurutnya, harga kedelai sekarang ini tidak terkendali termasuk diikuti kenaikan harga kantong plastik, kunyit, garam dan lainnya.

Oleh karena itu, dia berharap melalui payuguban penrajin tahu dapat bertemu dinas terkait untuk membahas masalah tersebut.

"Ya kalau dari paguyuban pengin ketemu sama dinas terkait. Maunya ada komunikasi gimana jalan keluar dan solusinya," tuturnya.

Baca Juga : Angkat Kota Bandung Jadi Ikon, Desainer Ini Ajak Ratusan Anak Mengenal Batik

Dia mengaku sudah bertemu dengan Disperindag Provinsi Jawa Barat dan akan menyampaikan keluhan perajin tahu ke pemerintah pusat, selain mengurangi produksi dan juga menaikkan harga tahu.

"Sekarang ngurangin produksi dan harga naik, naiknya Rp5.000 rupiah per kotak isinya 100. Saya produksi banyak ukuran jenis. Untuk menutupi (harga kedelai naik) kenaikan harga itu sebetulnya kurang, tapi ya daripada tidak sama sekali," paparnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah membenarkan adanya kondisi harga kedelai naik. Sebelumnya, kata dia, harga kedelai berada di angka Rp11.500 per kilogram.

"Harga kacang kedelai di Kota Bandung di kelas importir kacang kedelai yaitu Depot Kacang Kedelai Indonesia itu harganya sekarang Rp12.500 per kilogram. Sementara untuk harga di agen Rp12.600 hingga Rp 12.700 per-kg. Sedangkan di harga eceran itu Rp12.900 per-kg," ujar Elly Wasliah di Balai Kota Bandung, Senin 3 Oktober 2022.

Elly menjelaskan, tingginya harga kedelai terjadi akibat beberapa faktor selain kenaikan BBM subsidi beberapa waktu lalu. Salah satunya melemahnya kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar

Baca Juga : Jadi Tema Hari Batik Nasional, Batik Raksasa Bercorak Khas Kota Bandung Dipamerkan

"Berbagai faktor saya melihatnya melemahnya nilai kurs Rupiah sedangkan kacang kedelai itu impor kita impor dari Amerika ada juga dari Kanada sekarang kurs rupiah lagi ada penurunan," jelasnya.

Selain penurunan kurs Rupiah, kata Elly, kenaikan BBM subsidi turut memengaruhi harga kedelai di Kota Bandung.

Meningkatnya biaya distribusi menjadi dampak langsung kenaikan BBM terhadap harga kedelai sehingga harga tahu tempe turut merangkak naik.

"Ya memang kan karena harga bahan bakunya naik, otomatis banyak keputusan yang dibuat oleh para pedagang adalah harga tetap tapi ukuran berkurang atau ukuran tetap harga naik. Jadi wajar harga tahu tempe naik," imbuhnya.

Baca Juga : Beroperasi 100 Persen, Fly Over Kopo Sukses Urai Kemacetan

Guna menekan harga kedelai naik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Jawa Barat untuk memberikan bantuan dalam bentuk subsidi terhadap para perajin tahu dan pengusaha kedelai.

"Berdasarkan informasi dari Disperindag Jawa Barat, bahwa akan ada subsidi untuk distribusi kedelai untuk selisih Rp1000 per kilogram untuk biaya logistiknya kepada distributor kedelai dan akan dilaksanakan hingga Desember 2022," tambah Elly.

"Secara teknis akan dilakukan kerja sama dengan Bulog baru mau rapat hari ini, jadi direncanakan akan ada subsidi (akibat harga kedelai naik) Rp1.000 rupiah per kilogram kepada distributor kacang kedelai dan itu dilakukan dengan kerjasama dengan bulog. Baru, nanti dengan Bulog dan Kopti dan distributor akan dirapatkan besok," tandasnya.***

Penulis: Tri Widiyantie | Editor: Ginanjar

Berita Terkini